Febrie Adriansyah Bantah Miliki Emas 74 Kg, Singgung Informasi yang Diterima Presiden

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah(KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah(KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)

Jakarta, APGtimes.com – Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah membantah kepemilikan emas seberat 74 kilogram yang disita Kejaksaan Agung.

Febrie menyampaikan bantahan itu seusai menjalani pelimpahan tahap II di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026).

Menurut Febrie, tim penyidik sudah memeriksa asal-usul emas tersebut. Ia juga meminta penyidik menjelaskan pemilik emas dan hubungan aset itu dengan dirinya.

“Itu kan sudah diperiksa dan saya juga minta itu diclearkan. Siapa yang punya, apakah keterkaitan dengan saya, itu kan sudah diberikan penjelasan kepada tim penyidik,” kata Febrie di Kejari Jakarta Selatan.

Febrie Bantah Punya IUP Tambang

Tidak hanya soal emas, Febrie juga membantah memiliki izin usaha pertambangan (IUP).

Ia menegaskan tidak pernah meminta proyek pemerintah. Selain itu, Febrie mengatakan dirinya tidak pernah memiliki konsesi sawit atau meminta kuota impor.

Baca Juga :  Polresta Jambi Gagalkan Pengiriman 47.872 Benih Lobster Ilegal, Dua Kurir Ditangkap

“Saya tidak punya IUP tambang. Saya tidak pernah minta proyek pemerintah. Saya tidak pernah punya konsesi sawit. Saya tidak pernah minta kuota impor,” ujarnya.

Karena itu, Febrie berharap majelis hakim menilai perkara tersebut secara jernih. Ia meminta hakim mempertimbangkan seluruh fakta dan keterangan yang muncul selama proses hukum.

Febrie Sebut Presiden Dapat Informasi Keliru

Febrie kemudian menyinggung informasi yang diterima Presiden Prabowo Subianto terkait perkara yang menjeratnya.

Menurut Febrie, Presiden mendapatkan informasi yang keliru mengenai perkara tersebut. Ia menyampaikan keyakinan itu saat memberikan keterangan kepada awak media.

“Siapa yang terlibat di situ? Gedung Bundar ada database-nya. Dan saya yakin ya, Presiden dapat masukan yang salah atas perkara ini,” kata Febrie.

Baca Juga :  PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Mulai Cair, Pemerintah Tambah 475 Ribu Penerima Baru

Febrie menjelaskan bahwa Gedung Bundar memiliki database mengenai pihak-pihak yang berkaitan dengan berbagai perkara besar.

Dengan database tersebut, ia menyebut aparat dapat mengetahui pihak yang berkaitan dengan perkara tertentu.

Febrie Jalani Pelimpahan Tahap II

Sementara itu, Febrie menjalani pelimpahan tahap II di Kejari Jakarta Selatan pada Jumat.

Tahap tersebut menandai berlanjutnya proses perkara dari penyidikan menuju penuntutan. Dalam kesempatan itu, Febrie kembali menyampaikan bantahan atas kepemilikan emas 74 kilogram yang menjadi bagian dari aset sitaan Kejaksaan Agung.

Ia juga meminta proses hukum berjalan berdasarkan fakta dan keterangan yang tersedia dalam perkara. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Minta KBRI dan KJRI Perkuat Perlindungan WNI di Arab Saudi
Menhut Raja Juli Minta Satwa Diselamatkan Saat Karhutla, BKSDA Siapkan Penanganan
Gerindra Tegaskan Keakraban Prabowo-Pramono di LRT Bukan Agenda Politik 2029
Natalius Pigai Minta TNI-Polri Buka Data Jumlah Personel di Papua
94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian, DPR Minta Pemerintah Audit Layanan Kesehatan
Cara Cek PBI JK September 2026 Lewat HP, Ketahui Status BPJS Kesehatan Gratis
Airlangga Bertemu PM Kanada Mark Carney, Bahas Perdagangan hingga Investasi Mineral Kritis
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 19:09 WIB

Febrie Adriansyah Bantah Miliki Emas 74 Kg, Singgung Informasi yang Diterima Presiden

Jumat, 18 September 2026 - 18:09 WIB

DPR Minta KBRI dan KJRI Perkuat Perlindungan WNI di Arab Saudi

Kamis, 17 September 2026 - 23:09 WIB

Gerindra Tegaskan Keakraban Prabowo-Pramono di LRT Bukan Agenda Politik 2029

Kamis, 17 September 2026 - 21:09 WIB

Natalius Pigai Minta TNI-Polri Buka Data Jumlah Personel di Papua

Kamis, 17 September 2026 - 20:09 WIB

Berita Terbaru