Rupiah Melemah ke Rp17.786 per Dollar AS, Pasar Menanti Keputusan BI

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh kisaran Rp 17.600 per dollar AS. Jika rupiah terus melemah hingga Rp 20.000 per dollar AS, ekonom menilai tekanan terhadap ekonomi domestik bisa semakin berat. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Ilustrasi nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh kisaran Rp 17.600 per dollar AS. Jika rupiah terus melemah hingga Rp 20.000 per dollar AS, ekonom menilai tekanan terhadap ekonomi domestik bisa semakin berat. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Jakarta, APGtimes.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dollar AS pada awal perdagangan Senin (21/9/2026). Pergerakan mata uang Garuda masih menjadi perhatian pasar seiring munculnya sejumlah sentimen global.

Mengacu data Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp17.786 per dollar AS. Posisi tersebut turun 28 poin atau 0,16 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (18/9/2026) yang berada di level Rp17.758 per dollar AS.

Pada saat yang sama, indeks dollar AS (DXY) bergerak relatif stabil. Indeks yang mengukur kekuatan dollar terhadap enam mata uang utama dunia itu berada di level 100,217 pada pukul 09.00 WIB.

Geopolitik Jadi Perhatian Pasar

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut perkembangan geopolitik global menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah sepanjang pekan ini.

Baca Juga :  Rupiah Menguat ke Rp17.873 per Dolar AS, Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia

Ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Perkembangan konflik di kawasan tersebut kini juga berkaitan dengan situasi di Laut Merah dan Selat Al-Mandeb.

“Yang pertama adalah faktor geopolitik. Yang kedua adalah kebijakan politik di Amerika pasca menantikan pemilu sela di bulan November. Kemudian, kebijakan Bank Sentral Amerika,” kata Ibrahim, Minggu (20/9/2026).

Menurut dia, kondisi di sekitar Selat Al-Mandeb perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi sentimen pasar global.

Pasar Menunggu Arah Suku Bunga

Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Kebijakan The Federal Reserve atau The Fed dapat memengaruhi pergerakan dollar AS dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Baca Juga :  Airlangga Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh di Atas 5 Persen, Investasi Jadi Penopang Utama

Pelaku pasar domestik juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Keputusan BI mengenai suku bunga menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan.

Ibrahim juga menyoroti meningkatnya aktivitas diplomatik China terkait situasi geopolitik di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi disebut mendorong Washington dan Teheran agar menahan diri serta membuka kembali Selat Hormuz. Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan konsultasi dengan pejabat China dan Pakistan mengenai perkembangan situasi kawasan.

Dengan berbagai sentimen tersebut, pasar akan mencermati perkembangan geopolitik global sekaligus arah kebijakan bank sentral AS dan Bank Indonesia sepanjang pekan ini. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TKD Capai Rp504,3 Triliun hingga Agustus 2026, Alokasi Terbaru Tembus Rp715,34 Triliun
Harga Emas Antam Hari Ini 16 September 2026 Naik Tipis, Cek Daftar Lengkapnya
Harga Token Listrik PLN 9-13 September 2026, Rp50.000 Dapat Berapa kWh?
Gerobak Padang Buka Kemitraan di IFBC 2026, Bidik Ekspansi Nasional
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.645, Padahal Dollar AS Turun
Citilink Kembali Terbang Hari Ini, Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan
Harga Emas Antam Hari Ini 7 September 2026 Tak Bergerak, 1 Gram Rp2,68 Juta
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 3 September 2026 Naik, Antam Rp 2,679 Juta
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 15:09 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.786 per Dollar AS, Pasar Menanti Keputusan BI

Rabu, 16 September 2026 - 15:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 16 September 2026 Naik Tipis, Cek Daftar Lengkapnya

Rabu, 9 September 2026 - 14:09 WIB

Harga Token Listrik PLN 9-13 September 2026, Rp50.000 Dapat Berapa kWh?

Rabu, 9 September 2026 - 13:09 WIB

Gerobak Padang Buka Kemitraan di IFBC 2026, Bidik Ekspansi Nasional

Selasa, 8 September 2026 - 15:09 WIB

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.645, Padahal Dollar AS Turun

Berita Terbaru

Ilustrasi nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh kisaran Rp 17.600 per dollar AS. Jika rupiah terus melemah hingga Rp 20.000 per dollar AS, ekonom menilai tekanan terhadap ekonomi domestik bisa semakin berat. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Ekonomi & Bisnis

Rupiah Melemah ke Rp17.786 per Dollar AS, Pasar Menanti Keputusan BI

Senin, 21 Sep 2026 - 15:09 WIB

Perenang China, Yu Zidi, saat tampil di semifinal gaya kupu-kupu putri 200 meter Kejuaraan Akuatik Dunia di Singapura, 30 Juli 2025.(AFP/OLI SCARFF)

Internasional

Yu Zidi, 13 Tahun, Cetak Rekor Asian Games 2026 dan Raih Emas Renang

Senin, 21 Sep 2026 - 14:09 WIB