Jakarta, APGtimes.com — TNI Angkatan Udara (AU) menyiapkan delapan armada untuk menjalankan program ambulans udara sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Armada tersebut terdiri atas lima helikopter EC 120 B Colibri dan tiga pesawat Casa C-212.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi menjelaskan, program ini bertujuan memperluas akses kesehatan bagi masyarakat. Layanan tersebut terutama menyasar warga di daerah terpencil yang sulit menjangkau fasilitas medis melalui jalur darat.
Feri menyampaikan kesiapan armada itu kepada Kompas.com pada Jumat (30/10/2026). Menurut dia, TNI AU akan mengerahkan seluruh armada sesuai kebutuhan pelaksanaan program.
Helikopter Membawa Peralatan Medis Lengkap
Untuk menunjang pelayanan kesehatan selama penerbangan, Kementerian Pertahanan menyiapkan peralatan pendukung medis atau full life support equipment bagi helikopter ambulans.
Peralatan tersebut meliputi monitor pasien, ventilator, pompa infus, pompa suntik, dan defibrillator. Selain itu, petugas juga akan membawa tabung oksigen, alat pengisap cairan, baterai portabel, tandu pasien, serta tas medis.
Helikopter juga menyediakan kursi khusus bagi tenaga medis. Dengan perlengkapan tersebut, petugas dapat memantau kondisi pasien dan memberikan penanganan selama proses evakuasi.
Feri menjelaskan, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan masih membahas mekanisme kerja sama. Kedua kementerian terus mematangkan rencana agar pelaksanaan program memenuhi kebutuhan medis dan ketentuan operasional.
Pemerintah Rencanakan Layanan di Tiga Kawasan
Kementerian Kesehatan merencanakan layanan ambulans udara untuk tiga kawasan, yaitu Indonesia Barat, Indonesia Timur, dan Papua.
Meski demikian, pemerintah masih mengkaji lokasi operasional secara terperinci. Feri mengatakan, koordinasi dan perencanaan lanjutan akan menentukan titik penempatan armada.
Sementara itu, TNI AU terus mempersiapkan alutsista dan personel untuk mendukung program tersebut. TNI AU juga menjalin koordinasi dengan kementerian serta instansi terkait.
Setelah seluruh persyaratan operasional terpenuhi, ambulans udara diharapkan mempercepat evakuasi pasien menuju rumah sakit rujukan. Layanan ini juga dapat membantu masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan atau menghadapi keterbatasan transportasi.
Prabowo Ingin Ambulans Udara Jangkau Daerah Terpencil
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengumumkan rencana menghadirkan ambulans udara untuk membantu masyarakat di wilayah terpencil. Ia ingin pemerintah menggunakan helikopter dan pesawat kecil yang mampu mendarat di lokasi tanpa landasan khusus.
Prabowo menyampaikan rencana tersebut dalam Sidang Paripurna DPR RI dengan agenda Penyampaian RAPBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Ia menjelaskan, helikopter dan pesawat kecil harus mampu mendarat di lapangan rumput, kawasan berpasir, hingga tepian sungai.
Kemampuan tersebut memungkinkan petugas menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan medis meskipun lokasi mereka jauh dari rumah sakit.
Selain ambulans udara, Prabowo juga merencanakan pembentukan tim dokter terbang. Tim tersebut dapat mendatangi warga yang mengalami sakit keras atau membutuhkan pertolongan medis di lokasi bencana.
Melalui dua program itu, pemerintah ingin memperluas jangkauan pelayanan kesehatan. Dengan demikian, masyarakat di daerah terpencil memiliki akses lebih cepat terhadap pertolongan medis. (de*)









