Airlangga Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh di Atas 5 Persen, Investasi Jadi Penopang Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengadakan rapat dengan OJK di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (14/7/2026).(KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengadakan rapat dengan OJK di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (14/7/2026).(KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI)

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 mampu menembus angka di atas 5 persen.

Pemerintah mengandalkan investasi dan percepatan belanja negara untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.

Airlangga menegaskan investasi menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Pemerintah pun terus mempercepat penyelesaian berbagai hambatan usaha melalui Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP). Langkah itu bertujuan mempercepat realisasi investasi di berbagai sektor.

Menurut Airlangga, minat investor terhadap Indonesia tetap tinggi. Kondisi tersebut mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global.

Baca Juga :  Rupiah Melemah ke Rp17.918 per Dolar AS, Ini Dampaknya bagi Dunia Usaha

Pemerintah juga mempercepat belanja negara agar konsumsi masyarakat terus meningkat. Strategi itu sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi pada semester kedua 2026 sehingga pertumbuhan tetap terjaga.

Data pemerintah mencatat Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,96 persen secara tahunan pada kuartal I 2026. Investasi pemerintah pada proyek strategis nasional dan investasi swasta mendorong capaian tersebut.

Ekonomi Indonesia juga mencatat pertumbuhan 5,61 persen pada kuartal I 2026. Pemerintah menargetkan tren positif itu berlanjut pada kuartal II dengan dukungan investasi yang terus mengalir dan belanja negara yang semakin meningkat.

Baca Juga :  Saham BBCA Anjlok 14,81 Persen ke Rp5.175, BCA Buka Suara soal Gejolak Pasar

Hingga semester I 2026, pemerintah merealisasikan belanja negara sebesar Rp1.656 triliun. Nilai tersebut naik 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.298,6 triliun atau meningkat 29,4 persen.

Sementara itu, realisasi investasi pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun. Angka tersebut tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pemerintah meyakini investasi yang terus meningkat dan belanja negara yang agresif akan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di atas 5 persen sepanjang 2026. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kredit KB Bank Tembus Rp45,68 Triliun, Pendapatan Bunga Bersih Melonjak 28,94 Persen
Pemerintah Beri Insentif Pajak Rp576,4 Triliun pada 2026, UMKM hingga Industri Jadi Penerima
Saham Intel Anjlok 28,58 Persen, Nilai Investasi Pemerintah AS Susut Rp217,8 Triliun
Harga Minyak Dunia Melonjak hingga 15,2 Persen, Konflik Iran dan Serangan di Hormuz Jadi Pemicu
Cicilan UMKM Korban Bencana Terancam Macet, DPR Desak OJK Beri Keringanan Kredit
Binance Bekukan Aset Rp54,45 Triliun Usai Insiden Keamanan, Tether dan Circle Ikut Bergerak
IHSG Anjlok 3,49 Persen, Investor Asing Ramai-Ramai Lepas Saham Rp 1,52 Triliun
Binance Diretas, Aset Kripto Rp100 Triliun Hilang dan Bitcoin Ikut Anjlok
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Kredit KB Bank Tembus Rp45,68 Triliun, Pendapatan Bunga Bersih Melonjak 28,94 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Pemerintah Beri Insentif Pajak Rp576,4 Triliun pada 2026, UMKM hingga Industri Jadi Penerima

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Saham Intel Anjlok 28,58 Persen, Nilai Investasi Pemerintah AS Susut Rp217,8 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak hingga 15,2 Persen, Konflik Iran dan Serangan di Hormuz Jadi Pemicu

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Cicilan UMKM Korban Bencana Terancam Macet, DPR Desak OJK Beri Keringanan Kredit

Berita Terbaru