Jakarta, APGtimes.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 mampu menembus angka di atas 5 persen.
Pemerintah mengandalkan investasi dan percepatan belanja negara untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.
Airlangga menegaskan investasi menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Pemerintah pun terus mempercepat penyelesaian berbagai hambatan usaha melalui Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP). Langkah itu bertujuan mempercepat realisasi investasi di berbagai sektor.
Menurut Airlangga, minat investor terhadap Indonesia tetap tinggi. Kondisi tersebut mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global.
Pemerintah juga mempercepat belanja negara agar konsumsi masyarakat terus meningkat. Strategi itu sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi pada semester kedua 2026 sehingga pertumbuhan tetap terjaga.
Data pemerintah mencatat Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,96 persen secara tahunan pada kuartal I 2026. Investasi pemerintah pada proyek strategis nasional dan investasi swasta mendorong capaian tersebut.
Ekonomi Indonesia juga mencatat pertumbuhan 5,61 persen pada kuartal I 2026. Pemerintah menargetkan tren positif itu berlanjut pada kuartal II dengan dukungan investasi yang terus mengalir dan belanja negara yang semakin meningkat.
Hingga semester I 2026, pemerintah merealisasikan belanja negara sebesar Rp1.656 triliun. Nilai tersebut naik 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.298,6 triliun atau meningkat 29,4 persen.
Sementara itu, realisasi investasi pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun. Angka tersebut tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pemerintah meyakini investasi yang terus meningkat dan belanja negara yang agresif akan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di atas 5 persen sepanjang 2026. (de*)









