Al Haris Pertanyakan Antrean BBM di Jambi, Pemprov Minta Penjelasan Pertamina

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret antrean BBM di SPBU Pematang Kandis, Merangin, beberapa waktu lalu. Gubernur Jambi, Al Haris, mempertanyakan panjangnya antrean, sebab informasi yang ia dapatkan, stok BBM aman dan tercukupi. 



Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul Al Haris Lihat Antrean Panjang BBM dari Malam sampai Pagi saat ke Merangin dan Kerinci, https://jambi.tribunnews.com/makalam/1198287/al-haris-lihat-antrean-panjang-malam-sampai-pagi-saat-ke-merangin-dan-kerinci?page=2.
Penulis: tribunjambi | Editor: Mareza Sutan AJ

Potret antrean BBM di SPBU Pematang Kandis, Merangin, beberapa waktu lalu. Gubernur Jambi, Al Haris, mempertanyakan panjangnya antrean, sebab informasi yang ia dapatkan, stok BBM aman dan tercukupi. Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul Al Haris Lihat Antrean Panjang BBM dari Malam sampai Pagi saat ke Merangin dan Kerinci, https://jambi.tribunnews.com/makalam/1198287/al-haris-lihat-antrean-panjang-malam-sampai-pagi-saat-ke-merangin-dan-kerinci?page=2. Penulis: tribunjambi | Editor: Mareza Sutan AJ

Jambi, APGtimes.com — Gubernur Jambi Al Haris mempertanyakan antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang masih terjadi di berbagai daerah dalam beberapa waktu terakhir. Padahal, Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Jambi masih aman.

Al Haris mengaku telah meminta penjelasan langsung kepada Pertamina terkait kondisi tersebut. Menurutnya, pihak Pertamina memastikan ketersediaan BBM di Jambi tidak mengalami kendala.

Meski begitu, Al Haris tetap mempertanyakan penyebab antrean yang masih terlihat di sejumlah SPBU, terutama untuk BBM jenis solar subsidi.

“Saya sudah tanya ke Pertamina. Mereka memastikan stok masih aman. Namun saya ingin tahu kenapa antrean kendaraan masih panjang,” kata Al Haris, Minggu (14/6/2026).

Al Haris Temukan Antrean Saat Perjalanan

Al Haris mengatakan dirinya melihat langsung antrean kendaraan saat melakukan perjalanan menuju Kabupaten Merangin dan Kerinci. Ia menemukan antrean kendaraan mengular dari malam hingga pagi hari di beberapa SPBU yang dilintasinya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Kepung DPRD Jambi, Tuntut Penyelesaian 5.506 Sertifikat Tanah Zona Merah Pertamina

Temuan tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Jambi untuk mencari penyebab pasti antrean yang terus terjadi meski pasokan BBM tersedia.

Menurut Al Haris, pemerintah perlu mengetahui apakah distribusi BBM berjalan normal atau terdapat faktor lain yang memengaruhi ketersediaan bahan bakar di SPBU.

Pemprov Jambi Koordinasi dengan Pertamina

Pemerintah Provinsi Jambi akan kembali berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengumpulkan data dan informasi terkait distribusi BBM di lapangan.

Selain itu, Pemprov Jambi juga akan memantau ketersediaan BBM subsidi di sejumlah daerah guna memastikan masyarakat memperoleh layanan yang optimal.

Al Haris menegaskan pemerintah daerah ingin segera menemukan akar persoalan agar antrean panjang tidak terus berulang.

Pengguna Kendaraan Keluhkan Kenaikan Harga Pertamax

Di sisi lain, kenaikan harga BBM jenis Pertamax yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026 turut memengaruhi pola pembelian masyarakat di SPBU.

Sejumlah pengguna kendaraan mengaku terkejut setelah mengetahui harga Pertamax mengalami kenaikan. Kondisi itu membuat sebagian masyarakat mengurangi penggunaan Pertamax dan beralih ke jenis BBM lain yang lebih murah.

Baca Juga :  Pertamina Bantah Larangan Pertalite untuk Mobil 1.400 CC ke Atas

Endang, seorang pengendara sepeda motor di Kabupaten Merangin, mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mengisi penuh tangki kendaraannya setelah harga Pertamax naik.

Menurutnya, kenaikan tersebut menambah beban pengeluaran masyarakat yang saat ini masih berupaya menyesuaikan kebutuhan sehari-hari.

Warga Desak Evaluasi Harga BBM

Nofrizal, pengguna mobil yang rutin menggunakan Pertamax, menilai kenaikan harga BBM akan memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. Ia berharap pemerintah dan Pertamina mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut.

Pendapat serupa disampaikan Jonlesvik Sinaga. Ia berharap pemerintah tetap menjaga ketersediaan BBM di daerah dan memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan bakar tanpa harus menghadapi antrean panjang.

Pemerintah Provinsi Jambi kini terus berkomunikasi dengan Pertamina untuk mengurai persoalan antrean BBM yang terjadi di sejumlah daerah. Hasil koordinasi tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun langkah lanjutan guna menjaga kelancaran distribusi BBM di Provinsi Jambi. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Longsor Tambang Emas Ilegal di Aceh Jaya Tewaskan 3 Orang, 4 Luka-Luka
Jemaah Haji Kloter BTH-13 Asal Jambi Tiba Sore Ini, Panitia Larang Penjemput Masuk Asrama
Pemprov Jambi Tunggu Keputusan Relaksasi Batas Belanja Pegawai untuk PPPK
Batik Air Resmi Layani Rute Jakarta-Muara Bungo, Al Haris Sebut Dorong Pemerataan Ekonomi
Jembatan Gantung Rusak, 2.000 Warga Mukomuko Kesulitan Keluar Masuk Desa
Komplotan Maling Kabel PLN Beraksi di Muaro Jambi, Warga Pergoki Pelaku Saat Beraksi
SPMB SMP Kota Jambi Dibuka 22 Juni, Disdik Siapkan Lebih dari 10 Ribu Kursi
Polda Jambi Usut Laporan Dugaan Pemalsuan Dokumen SPPG Program MBG
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:09 WIB

Longsor Tambang Emas Ilegal di Aceh Jaya Tewaskan 3 Orang, 4 Luka-Luka

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:09 WIB

Jemaah Haji Kloter BTH-13 Asal Jambi Tiba Sore Ini, Panitia Larang Penjemput Masuk Asrama

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:05 WIB

Pemprov Jambi Tunggu Keputusan Relaksasi Batas Belanja Pegawai untuk PPPK

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:09 WIB

Jembatan Gantung Rusak, 2.000 Warga Mukomuko Kesulitan Keluar Masuk Desa

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:09 WIB

Komplotan Maling Kabel PLN Beraksi di Muaro Jambi, Warga Pergoki Pelaku Saat Beraksi

Berita Terbaru

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Internasional

AS dan Iran Sepakat Damai, Warga Teheran Justru Masih Waswas

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:09 WIB