Jakarta, APGtimes.com – China terus mempercepat pengembangan robot humanoid dengan memusatkan riset pada penyempurnaan tangan robot. Walaupun robot modern sudah mampu berlari, menari, dan menjalankan berbagai perintah berbasis kecerdasan buatan (AI), kemampuan tangan masih menjadi hambatan utama.
Para peneliti meyakini tangan robot harus memiliki kelincahan, ketelitian, dan kemampuan mengenali sentuhan agar robot benar-benar bisa membantu aktivitas manusia.
Tangan Menjadi Kunci Robot Humanoid
Manusia dapat mengancingkan baju, mengikat tali sepatu, atau memecahkan telur tanpa berpikir panjang. Tangan langsung mengatur tekanan, menggerakkan setiap jari, dan merespons sentuhan dalam hitungan detik.
Robot belum mampu meniru kemampuan tersebut secara konsisten. Karena itu, China menjadikan pengembangan tangan robot sebagai prioritas utama dalam riset robot humanoid.
Pemerintah bersama perusahaan teknologi berharap inovasi ini mampu memperluas penggunaan robot di berbagai sektor.
Gerakan Tangan Manusia Sangat Rumit
Otot, saraf, dan puluhan sendi bekerja secara bersamaan ketika tangan manusia bergerak.
Saat seseorang memecahkan telur, tangannya otomatis mengatur tekanan agar cangkang pecah, tetapi isi telur tetap utuh.
Robot belum memiliki kemampuan alami seperti manusia. Sistem kecerdasan buatan harus mempelajari setiap gerakan, mengenali objek, mengukur tekanan, lalu mengoordinasikan seluruh jari secara bersamaan.
Kondisi tersebut membuat para insinyur menghadapi tantangan besar saat mengembangkan tangan robot.
Elon Musk Soroti Sulitnya Mengembangkan Tangan Robot
CEO Tesla Elon Musk mengatakan sebagian besar tantangan rekayasa robot humanoid berada pada bagian tangan.
Pendiri startup robotika asal China, LinkerBot, Zhou Yong, juga menyampaikan pendapat serupa.
Menurut Zhou Yong, mengembangkan tangan robot sekitar 100 kali lebih sulit daripada membangun robot humanoid.
Ia menilai tangan merupakan kemampuan paling penting yang dimiliki manusia sehingga keberhasilan meniru fungsinya akan mempercepat perkembangan robot masa depan.
China Percepat Pengembangan Dextrous Hand
China terus mendorong perusahaan robotika untuk mengembangkan dextrous hand, yaitu tangan robot yang memiliki ketangkasan seperti tangan manusia.
Para peneliti mengembangkan sensor, aktuator, dan teknologi kecerdasan buatan agar robot mampu menggenggam benda dengan aman, mengenali tekstur, serta menyesuaikan kekuatan saat memegang berbagai objek.
Keberhasilan riset tersebut akan memperluas penggunaan robot humanoid di sektor industri, layanan, kesehatan, hingga membantu pekerjaan rumah tangga.
Pengembangan teknologi itu juga memperkuat posisi China sebagai salah satu negara yang memimpin inovasi robotika di dunia. (yp*)









