China Kejar Terobosan Tangan Robot Mirip Manusia, Jadi Kunci Masa Depan Robot Humanoid

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi robot humanoid H2 Plus kolaborasi Nvidia x Unitree(Nvidia)

Ilustrasi robot humanoid H2 Plus kolaborasi Nvidia x Unitree(Nvidia)

Jakarta, APGtimes.com – China terus mempercepat pengembangan robot humanoid dengan memusatkan riset pada penyempurnaan tangan robot. Walaupun robot modern sudah mampu berlari, menari, dan menjalankan berbagai perintah berbasis kecerdasan buatan (AI), kemampuan tangan masih menjadi hambatan utama.

Para peneliti meyakini tangan robot harus memiliki kelincahan, ketelitian, dan kemampuan mengenali sentuhan agar robot benar-benar bisa membantu aktivitas manusia.

Tangan Menjadi Kunci Robot Humanoid

Manusia dapat mengancingkan baju, mengikat tali sepatu, atau memecahkan telur tanpa berpikir panjang. Tangan langsung mengatur tekanan, menggerakkan setiap jari, dan merespons sentuhan dalam hitungan detik.

Robot belum mampu meniru kemampuan tersebut secara konsisten. Karena itu, China menjadikan pengembangan tangan robot sebagai prioritas utama dalam riset robot humanoid.

Pemerintah bersama perusahaan teknologi berharap inovasi ini mampu memperluas penggunaan robot di berbagai sektor.

Baca Juga :  65 Pekerjaan yang Tidak Bisa Digantikan AI, Banyak dari Bidang Kesehatan dan Kreatif

Gerakan Tangan Manusia Sangat Rumit

Otot, saraf, dan puluhan sendi bekerja secara bersamaan ketika tangan manusia bergerak.

Saat seseorang memecahkan telur, tangannya otomatis mengatur tekanan agar cangkang pecah, tetapi isi telur tetap utuh.

Robot belum memiliki kemampuan alami seperti manusia. Sistem kecerdasan buatan harus mempelajari setiap gerakan, mengenali objek, mengukur tekanan, lalu mengoordinasikan seluruh jari secara bersamaan.

Kondisi tersebut membuat para insinyur menghadapi tantangan besar saat mengembangkan tangan robot.

Elon Musk Soroti Sulitnya Mengembangkan Tangan Robot

CEO Tesla Elon Musk mengatakan sebagian besar tantangan rekayasa robot humanoid berada pada bagian tangan.

Pendiri startup robotika asal China, LinkerBot, Zhou Yong, juga menyampaikan pendapat serupa.

Menurut Zhou Yong, mengembangkan tangan robot sekitar 100 kali lebih sulit daripada membangun robot humanoid.

Baca Juga :  Operasi Kelopak Mata Gagal, Wanita Ini Tak Bisa Menutup Mata Selama 6 Tahun

Ia menilai tangan merupakan kemampuan paling penting yang dimiliki manusia sehingga keberhasilan meniru fungsinya akan mempercepat perkembangan robot masa depan.

China Percepat Pengembangan Dextrous Hand

China terus mendorong perusahaan robotika untuk mengembangkan dextrous hand, yaitu tangan robot yang memiliki ketangkasan seperti tangan manusia.

Para peneliti mengembangkan sensor, aktuator, dan teknologi kecerdasan buatan agar robot mampu menggenggam benda dengan aman, mengenali tekstur, serta menyesuaikan kekuatan saat memegang berbagai objek.

Keberhasilan riset tersebut akan memperluas penggunaan robot humanoid di sektor industri, layanan, kesehatan, hingga membantu pekerjaan rumah tangga.

Pengembangan teknologi itu juga memperkuat posisi China sebagai salah satu negara yang memimpin inovasi robotika di dunia. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ikuti Resep Pestisida dari Chatbot AI, Petani China Kehilangan Panen 10 Hektare
Mark Zuckerberg Ungkap Cara Agar AI Tetap Dikendalikan Manusia
Firefox di iPhone Kini Punya Ad Blocker Bawaan, Tak Perlu Aplikasi Tambahan
Google Pixel 11 Series Resmi Rilis, Gemini Kini Bisa Pesan Makanan hingga Panggil Kendaraan
Google Pixel Watch 5 Resmi Meluncur, Gemini Bisa Dipakai Tanpa Internet
AI Temukan Kanker yang Luput dari Pemeriksaan Dokter, Pria di China Selamat
iOS 27 Bocorkan 6 iPhone Baru, iPhone Lipat Apple Makin Terungkap
Redmi K100 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur, Bawa Kamera 200 MP dan Baterai Jumbo
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Ikuti Resep Pestisida dari Chatbot AI, Petani China Kehilangan Panen 10 Hektare

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Mark Zuckerberg Ungkap Cara Agar AI Tetap Dikendalikan Manusia

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Firefox di iPhone Kini Punya Ad Blocker Bawaan, Tak Perlu Aplikasi Tambahan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Google Pixel 11 Series Resmi Rilis, Gemini Kini Bisa Pesan Makanan hingga Panggil Kendaraan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Google Pixel Watch 5 Resmi Meluncur, Gemini Bisa Dipakai Tanpa Internet

Berita Terbaru

Gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) subuh.(Kontributor Kompas.com Labuan Bajo/Vera Bahali)

Nasional

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:09 WIB

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat stok BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Kota Tangerang ludes lebih cepat dari biasanya.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Ekonomi & Bisnis

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:09 WIB