China Bikin Robot dari Otot Katak, Bisa Berenang dan Dikendalikan Cahaya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi robot berbentuk ikan pari manta yang menggunakan jaringan otot katak sebagai penggerak.(EnglishMakaluKhabar)

Ilustrasi robot berbentuk ikan pari manta yang menggunakan jaringan otot katak sebagai penggerak.(EnglishMakaluKhabar)

Jakarta, APGtimes.com – Peneliti China mengembangkan robot unik yang tidak mengandalkan motor atau baterai sebagai penggerak utama. Robot tersebut justru memanfaatkan jaringan otot katak untuk menghasilkan gerakan.

Tim peneliti dari Shenyang Institute of Automation di bawah Chinese Academy of Sciences (SIACAS) mengembangkan robot tersebut. Mereka kemudian mempublikasikan hasil penelitian itu dalam jurnal Advanced Functional Materials.

Robot Bergerak dengan Otot Katak

Dalam penelitian tersebut, tim mengambil jaringan otot alami dari kaki katak benteng atau bullfrog. Mereka memasang jaringan otot itu pada mekanisme robot untuk menghasilkan gerakan.

Saat otot berkontraksi, mekanisme robot meneruskan gerakan tersebut ke bagian tubuh yang menyerupai sirip. Gerakan itu kemudian membuat robot berenang di dalam air.

Desain robot mengambil inspirasi dari ikan pari manta. Hewan laut tersebut memiliki tubuh pipih dan lebar dengan sirip besar pada kedua sisinya.

Baca Juga :  Induk TikTok Siapkan AI 10 Triliun Parameter, Terbesar di China?

Dikendalikan Menggunakan Cahaya

Robot ini juga memiliki sistem pengendalian yang unik. Peneliti mengarahkan cahaya inframerah dekat atau near-infrared ke panel surya kecil pada bagian punggung robot.

Ketika cahaya mengenai panel tersebut, panel menghasilkan sinyal listrik kecil. Sinyal itu kemudian mengaktifkan saraf pada permukaan jaringan otot.

Selanjutnya, rangsangan tersebut membuat otot berkontraksi. Kontraksi itu mendorong robot untuk bergerak.

Peneliti juga mengarahkan laser ke panel pada sisi kiri atau kanan robot. Dengan cara tersebut, mereka dapat mengatur kontraksi otot pada setiap sisi.

Alhasil, robot mampu berenang lurus dan berbelok ke kiri maupun kanan. Robot itu juga dapat berenang membentuk lingkaran serta melakukan putar balik berbentuk huruf U.

Robot Bisa Berenang dan Membawa Beban

Dalam kultur laboratorium, jaringan otot katak tetap merespons rangsangan hingga 11 hari. Sementara itu, robot dapat bergerak secara andal selama sekitar satu minggu.

Baca Juga :  Apple Bongkar Penipuan Raksasa di App Store, Nilainya Tembus Rp35 Triliun!

Hasil pengujian menunjukkan robot memiliki kecepatan rata-rata 0,54 panjang tubuh per detik. Angka tersebut setara dengan sekitar 2,7 sentimeter per detik.

Bahkan, robot mampu mencapai kecepatan maksimal dua panjang tubuh per detik. Robot juga dapat menyelesaikan satu putaran penuh dalam waktu sekitar 17 detik.

Selain berenang, robot mampu membawa beban hingga 5 gram. Robot tersebut juga dapat bergerak perlahan di darat.

Berpotensi Pantau Lingkungan Air

Peneliti SIACAS Zhang Chuang mengatakan timnya melihat potensi besar pada teknologi tersebut. Ia juga menjadi penulis korespondensi dalam penelitian ini.

Menurut tim peneliti, teknologi tersebut menjadi yang pertama memadukan jaringan otot alami dengan stimulasi nirkabel melalui cahaya.

Ke depan, tim berharap teknologi ini dapat membantu pemantauan lingkungan perairan dangkal. Selain itu, teknologi tersebut dapat membantu peneliti mempelajari kehidupan akuatik. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

iPhone Lipat Apple Bisa Tembus Rp 60 Juta, Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya
HP Bekas Makin Diminati, Panel Ponsel Rekondisi Lampaui HP Baru
Samsung Galaxy Book 6 Versi Murah Resmi Meluncur, Harga Rp 14 Jutaan
John Ternus Resmi Jadi CEO Apple, Gantikan Tim Cook Setelah 15 Tahun
PS5 Kini Bisa Nonton TV Gratis, Ada Lebih dari 100 Channel
55 Persen Perusahaan Menyesal PHK Karyawan demi AI, Kini Mulai Rekrut Lagi
Apple Event 9 September: iPhone 18 Pro hingga iPhone Lipat Pertama Jadi Sorotan
OpenAI dan 100 Perusahaan Serukan Pertahanan Siber Diperkuat, AI Makin Canggih
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 13:09 WIB

iPhone Lipat Apple Bisa Tembus Rp 60 Juta, Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya

Jumat, 4 September 2026 - 16:09 WIB

China Bikin Robot dari Otot Katak, Bisa Berenang dan Dikendalikan Cahaya

Kamis, 3 September 2026 - 15:09 WIB

HP Bekas Makin Diminati, Panel Ponsel Rekondisi Lampaui HP Baru

Kamis, 3 September 2026 - 10:09 WIB

Samsung Galaxy Book 6 Versi Murah Resmi Meluncur, Harga Rp 14 Jutaan

Rabu, 2 September 2026 - 21:09 WIB

John Ternus Resmi Jadi CEO Apple, Gantikan Tim Cook Setelah 15 Tahun

Berita Terbaru

Suasana sidang pembacaan putusan terhadap 17 perkara pengujian undang-undang di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Dalam salah satu putusannya, MK mengabulkan seluruh gugatan terhadap Pasal 240 dan Pasal 241 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur penghinaan terhadap pemerintah dan lembaga negara(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Nasional

MK Tolak Uji Materi KUHAP dan Anggaran MBG 2026

Senin, 7 Sep 2026 - 18:09 WIB