Jakarta, APGtimes.com – Peneliti China mengembangkan robot unik yang tidak mengandalkan motor atau baterai sebagai penggerak utama. Robot tersebut justru memanfaatkan jaringan otot katak untuk menghasilkan gerakan.
Tim peneliti dari Shenyang Institute of Automation di bawah Chinese Academy of Sciences (SIACAS) mengembangkan robot tersebut. Mereka kemudian mempublikasikan hasil penelitian itu dalam jurnal Advanced Functional Materials.
Robot Bergerak dengan Otot Katak
Dalam penelitian tersebut, tim mengambil jaringan otot alami dari kaki katak benteng atau bullfrog. Mereka memasang jaringan otot itu pada mekanisme robot untuk menghasilkan gerakan.
Saat otot berkontraksi, mekanisme robot meneruskan gerakan tersebut ke bagian tubuh yang menyerupai sirip. Gerakan itu kemudian membuat robot berenang di dalam air.
Desain robot mengambil inspirasi dari ikan pari manta. Hewan laut tersebut memiliki tubuh pipih dan lebar dengan sirip besar pada kedua sisinya.
Dikendalikan Menggunakan Cahaya
Robot ini juga memiliki sistem pengendalian yang unik. Peneliti mengarahkan cahaya inframerah dekat atau near-infrared ke panel surya kecil pada bagian punggung robot.
Ketika cahaya mengenai panel tersebut, panel menghasilkan sinyal listrik kecil. Sinyal itu kemudian mengaktifkan saraf pada permukaan jaringan otot.
Selanjutnya, rangsangan tersebut membuat otot berkontraksi. Kontraksi itu mendorong robot untuk bergerak.
Peneliti juga mengarahkan laser ke panel pada sisi kiri atau kanan robot. Dengan cara tersebut, mereka dapat mengatur kontraksi otot pada setiap sisi.
Alhasil, robot mampu berenang lurus dan berbelok ke kiri maupun kanan. Robot itu juga dapat berenang membentuk lingkaran serta melakukan putar balik berbentuk huruf U.
Robot Bisa Berenang dan Membawa Beban
Dalam kultur laboratorium, jaringan otot katak tetap merespons rangsangan hingga 11 hari. Sementara itu, robot dapat bergerak secara andal selama sekitar satu minggu.
Hasil pengujian menunjukkan robot memiliki kecepatan rata-rata 0,54 panjang tubuh per detik. Angka tersebut setara dengan sekitar 2,7 sentimeter per detik.
Bahkan, robot mampu mencapai kecepatan maksimal dua panjang tubuh per detik. Robot juga dapat menyelesaikan satu putaran penuh dalam waktu sekitar 17 detik.
Selain berenang, robot mampu membawa beban hingga 5 gram. Robot tersebut juga dapat bergerak perlahan di darat.
Berpotensi Pantau Lingkungan Air
Peneliti SIACAS Zhang Chuang mengatakan timnya melihat potensi besar pada teknologi tersebut. Ia juga menjadi penulis korespondensi dalam penelitian ini.
Menurut tim peneliti, teknologi tersebut menjadi yang pertama memadukan jaringan otot alami dengan stimulasi nirkabel melalui cahaya.
Ke depan, tim berharap teknologi ini dapat membantu pemantauan lingkungan perairan dangkal. Selain itu, teknologi tersebut dapat membantu peneliti mempelajari kehidupan akuatik. (de*)









