Ilmuwan OpenAI Minta Pengembangan AI Diperlambat, Ini Kekhawatirannya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi artificial intelligence(Sharda University)

ilustrasi artificial intelligence(Sharda University)

Jakarta, APGtimes.com – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat mulai memunculkan kekhawatiran dari kalangan pengembang teknologi itu sendiri.

Chief Scientist OpenAI Jakub Pachocki memperingatkan industri AI agar lebih berhati-hati dalam mengembangkan model dengan kemampuan yang semakin tinggi. Menurutnya, perusahaan teknologi belum sepenuhnya siap menghadapi dampak jika kecerdasan mesin terus meningkat dalam waktu cepat.

Pachocki menyampaikan pandangan tersebut melalui tulisan berjudul “An Alien Mind” yang OpenAI publikasikan di laman resminya pada Minggu (6/9/2026).

“Saya khawatir tidak ada yang siap menghadapi konsekuensi dari peningkatan kecerdasan mesin yang terus berlangsung dengan cepat,” tulis Pachocki.

AI Bisa Mengembangkan AI Generasi Berikutnya

Peringatan Pachocki muncul beberapa hari setelah OpenAI meluncurkan GPT-6 Astra. OpenAI memperkenalkan model tersebut sebagai salah satu model AI dengan kemampuan tinggi dalam penggunaan komputer, pemrograman, keamanan siber, dan sains.

Baca Juga :  Cara Mengatasi Gmail Penuh Tanpa Hapus Akun, Penyimpanan Bisa Lega Lagi

Pachocki memperkirakan kemampuan AI dapat mengalami lompatan besar dalam beberapa tahun mendatang. Ia bahkan menilai perkembangan tersebut berpotensi menyamai atau melampaui kemajuan yang terjadi saat ini.

Peran AI dalam penelitian dan pengembangan teknologi juga dapat semakin besar. Sistem yang semakin cerdas bisa membantu manusia mengembangkan model AI generasi berikutnya.

Kondisi itu dikenal sebagai recursive self-improvement (RSI). Dalam skenario tersebut, AI tidak hanya menjalankan perintah manusia, tetapi juga membantu proses pengembangan teknologi AI itu sendiri.

Jika siklus tersebut berlangsung semakin cepat, perkembangan kemampuan AI juga berpotensi mengalami percepatan yang sulit diprediksi.

Kekhawatiran terhadap AI Agent

Pachocki juga menyoroti perkembangan AI agent yang semakin mandiri. Teknologi tersebut memungkinkan sistem AI menjalankan rangkaian tugas dengan tingkat campur tangan manusia yang lebih rendah.

Baca Juga :  Elon Musk Akui Belum Bisa Bikin Chip, tetapi Siapkan Terafab untuk Produksi Semikonduktor

Selama ini, manusia umumnya melihat AI sebagai alat yang menjalankan instruksi. Namun, perkembangan kemampuan agen AI dapat membuat batas antara kesalahan manusia dan tindakan sistem yang tidak sesuai dengan tujuan manusia semakin sulit dibedakan.

Agen AI dengan kemampuan tinggi bahkan berpotensi mengejar tujuan tertentu yang berbeda dari maksud operatornya.

Karena itu, Pachocki menilai industri perlu meningkatkan kehati-hatian sebelum terus mendorong kemampuan model AI ke tingkat yang semakin tinggi.

Peringatan tersebut menunjukkan bahwa tantangan pengembangan AI tidak hanya berkaitan dengan seberapa pintar mesin dapat bekerja. Industri juga perlu memastikan manusia mampu memahami, mengendalikan, dan menghadapi konsekuensi dari sistem yang semakin otonom. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Xiaomi Rilis Redmi M100 Pro, Mirip Redmi Note 14 Pro 5G tetapi Kamera Turun Jadi 50 MP
DeepSeek Luncurkan Super-Agent AI yang Bisa Mendeteksi Masalah Coding Tanpa Perintah
Samsung Galaxy W27 Resmi Meluncur, HP Lipat Mewah dengan Kamera 200 MP dan Komunikasi Satelit
Binance Dibobol, Rp114 Triliun Aset Kripto Terdampak dan Rp59,4 Triliun Belum Dibekukan
Apple Rilis MacBook Pro Layar Sentuh OLED, Harga Tembus Rp 87 Juta
Apple Hadirkan Asisten AI di Pages, Keynote, dan Numbers, Ini Kemampuannya
Apple Ubah MacBook Pro 14 Inci dengan Chip M6, Ini Peningkatan yang Perlu Diketahui
Poco X8s Resmi Meluncur Global, Bawa Kamera Telefoto 50 MP dan Baterai 6.330 mAh
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:09 WIB

Xiaomi Rilis Redmi M100 Pro, Mirip Redmi Note 14 Pro 5G tetapi Kamera Turun Jadi 50 MP

Senin, 2 November 2026 - 15:09 WIB

DeepSeek Luncurkan Super-Agent AI yang Bisa Mendeteksi Masalah Coding Tanpa Perintah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Samsung Galaxy W27 Resmi Meluncur, HP Lipat Mewah dengan Kamera 200 MP dan Komunikasi Satelit

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Binance Dibobol, Rp114 Triliun Aset Kripto Terdampak dan Rp59,4 Triliun Belum Dibekukan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Apple Rilis MacBook Pro Layar Sentuh OLED, Harga Tembus Rp 87 Juta

Berita Terbaru