Gas Melon Mulai Langka Jelang Iduladha, Pemko Padang Curigai Ada Elpiji Oplosan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maigus Nasir memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota, Kamis (7/5/2026). Dalam rapat tersebut, Pemko Padang menyoroti dugaan praktik LPG oplos hingga antrean panjang BBM subsidi menjelang Iduladha.(Dharma Harisa)

Maigus Nasir memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota, Kamis (7/5/2026). Dalam rapat tersebut, Pemko Padang menyoroti dugaan praktik LPG oplos hingga antrean panjang BBM subsidi menjelang Iduladha.(Dharma Harisa)

Padang, APGtimes.com — Pemerintah Kota Padang mencium dugaan praktik pengoplosan elpiji 3 kilogram bersubsidi menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Dugaan tersebut muncul setelah masyarakat mulai kesulitan mendapatkan tabung gas melon di sejumlah wilayah.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengatakan pemerintah daerah tidak ingin distribusi elpiji subsidi bocor akibat praktik ilegal yang merugikan masyarakat kecil.

“Ini disinyalir jadi penyebab hilangnya pasokan tabung melon di pasaran. Kita harus awasi ketat di lapangan agar hak masyarakat kecil tidak dirampas,” kata Maigus dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang, Kamis (7/5/2026).

Pemko Padang Perketat Pengawasan Elpiji

Maigus menegaskan isu elpiji oplosan kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat berpenghasilan rendah.

Karena itu, Pemko Padang meminta pengawasan distribusi elpiji subsidi diperketat hingga tingkat pangkalan agar tidak terjadi penyimpangan.

Dalam rapat tersebut, pemerintah juga melibatkan unsur Forkopimda, Pertamina, Bank Indonesia, Bulog, dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menyusun langkah antisipasi menjelang Iduladha.

Baca Juga :  Usia Satu Abad, Jam Gadang Tetap Jadi Ikon Paling Diburu Wisatawan

Selain elpiji, antrean panjang Biosolar subsidi di sejumlah SPBU juga menjadi sorotan pemerintah daerah karena mulai mengganggu aktivitas lalu lintas.

Pemerintah meminta Pertamina membuka informasi kuota distribusi BBM subsidi secara transparan.

Pemko Waspadai Gejolak Ekonomi

Maigus mengatakan pemerintah daerah saat ini menghadapi sejumlah ancaman yang berpotensi memicu gejolak ekonomi.

Menurut dia, konflik di Timur Tengah ikut mendorong kenaikan harga minyak dunia dan tiket pesawat. Selain itu, permintaan bahan pangan menjelang Iduladha juga terus meningkat.

Pemerintah daerah juga mencermati fluktuasi harga BBM karena kondisi tersebut dapat memengaruhi biaya distribusi barang.

Meski begitu, Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, Iqbal Ramadi Payana, memastikan kondisi pangan Kota Padang masih aman.

“Cadangan beras kita bahkan mampu bertahan hingga tiga bulan ke depan. Secara umum kondisi pangan kita sangat aman,” ujar Iqbal.

Baca Juga :  Tarif Visa on Arrival Indonesia Bakal Naik hingga Rp 1 Juta, Ini Rinciannya

Pemko Padang Dorong Urban Farming

Pemerintah daerah tetap mewaspadai harga komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang yang masih bergerak fluktuatif akibat keterbatasan masa simpan.

Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, TPID bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari pemantauan stok harian di 19 kabupaten/kota hingga distribusi pasokan antarwilayah.

Pemerintah juga mengoperasikan lima unit mobil Toko Tani Indonesia Center (TTIC) untuk menjaga ketersediaan pangan.

Selain itu, Pemko Padang mulai memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui program urban farming yang bekerja sama dengan Bank Indonesia.

Program tersebut telah melibatkan sekitar 200 kepala keluarga dari komunitas majelis taklim sejak Ramadan lalu.

“Kalau masyarakat bisa tanam cabai sendiri di rumah, mereka tidak akan terlalu terpukul saat harga di pasar naik,” kata Maigus. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, DPR Desak Menhut Raja Juli Bergerak Cepat
Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo
Lion Air Group Ungkap Kondisi Terbaru Delay Penerbangan, Ketepatan Waktu Naik
Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda, DPR Ungkap Aturan yang Perlu Diubah
18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat
SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah
Setahun Jadi Tersangka, KPK Ungkap Nasib Heri Gunawan dan Satori di Kasus CSR BI-OJK
Prabowo Usul Dwi Kewarganegaraan, DPR: Jangan Sampai Indonesia Kehilangan Talenta Global
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, DPR Desak Menhut Raja Juli Bergerak Cepat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda, DPR Ungkap Aturan yang Perlu Diubah

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:09 WIB

18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:09 WIB

SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah

Berita Terbaru

Gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) subuh.(Kontributor Kompas.com Labuan Bajo/Vera Bahali)

Nasional

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:09 WIB

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat stok BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Kota Tangerang ludes lebih cepat dari biasanya.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Ekonomi & Bisnis

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:09 WIB