Jampidsus Febrie Tegaskan Kasus MBG Jadi Prioritas, Nama Terduga Bertambah Jadi 47

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah saat ditemui di Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah saat ditemui di Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

Jakarta, APGtimes.com – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, menegaskan pengusutan dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi prioritas utama lembaganya.

Febrie mengatakan penyidik kini fokus menyelesaikan proses pemberkasan agar penanganan perkara berjalan lebih cepat.

“Masih fokus di sana untuk cepat menyelesaikan. Perintah ke saya itu. Yang menjadi prioritas,” ujar Febrie dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jumat (10/7/2026).

Kejagung Dalami Nama-Nama Baru

Febrie mengungkapkan penyidik juga terus mendalami nama-nama yang muncul dalam pemeriksaan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya.

Baca Juga :  Komnas HAM Ungkap Masalah Serius di Balik Program MBG, Petugas SPPG Jadi Sorotan

Menurutnya, jumlah nama yang masuk dalam penyelidikan terus bertambah.

Awalnya, penyidik mengantongi 41 nama.

Kini, jumlah tersebut berkembang menjadi 47 nama.

Meski demikian, Febrie menegaskan penyidik belum menyimpulkan seluruh nama tersebut terlibat tindak pidana.

Penyidik masih memverifikasi peran dan keterkaitan masing-masing pihak dalam perkara tersebut.

Kejagung Ingin Program MBG Tetap Berjalan

Selain mengusut dugaan korupsi, Kejaksaan Agung juga ingin Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan baik.

Karena itu, Kejagung terus menjalin komunikasi dengan jajaran Badan Gizi Nasional yang saat ini menjalankan program tersebut.

Febrie berharap proses hukum tidak mengganggu pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Terancam Gagal Bayar Juli 2027

Berawal dari Pemeriksaan Sony Sanjaya

Penyidik mulai menemukan daftar nama tambahan saat memeriksa mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya.

Pemeriksaan tersebut berlangsung pada 18 Juni 2026.

Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, menjelaskan penyidik memeriksa data yang tersimpan di telepon genggam kliennya.

Penyidik kemudian menemukan percakapan WhatsApp yang berisi permintaan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Awalnya, daftar tersebut memuat 26 nama.

Namun, penyidik kembali menemukan nama-nama lain dalam percakapan berbeda sehingga jumlahnya bertambah menjadi 41 orang dan kini berkembang menjadi 47 nama yang masih didalami. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG
Gempa Susulan M 5,0 Guncang Upacara HUT RI di Manggarai Timur, Peserta Sempat Panik
Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka
CPNS Sekolah Kedinasan 2026: Jadwal, Formasi dan 9 Instansi
NTT Kembali Diguncang Ratusan Gempa, BMKG Catat 265 Susulan hingga Sore
Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 38 Orang, 13 Luka dan 2.000 Warga Mengungsi
2.105 ASN dari 50 Kementerian Ikut Latsarmil Komcad, Dimulai 24 Agustus
Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras ke Malaysia, Stok Aman hingga Mei 2027
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Gempa Susulan M 5,0 Guncang Upacara HUT RI di Manggarai Timur, Peserta Sempat Panik

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:09 WIB

NTT Kembali Diguncang Ratusan Gempa, BMKG Catat 265 Susulan hingga Sore

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 38 Orang, 13 Luka dan 2.000 Warga Mengungsi

Berita Terbaru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Jumat (14/8/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY )

Ekonomi & Bisnis

Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Capai Rp195,3 Triliun, Naik 2,3 Persen

Sabtu, 15 Agu 2026 - 21:09 WIB