94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian, DPR Minta Pemerintah Audit Layanan Kesehatan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris. (Kompas.com/Febrianto Adi Saputro)(Febrianto Adi Saputro)

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris. (Kompas.com/Febrianto Adi Saputro)(Febrianto Adi Saputro)

Jakarta, APGtimes.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris meminta pemerintah mengevaluasi kondisi tempat pengungsian korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Permintaan itu muncul setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 94 orang meninggal dunia saat berada di pengungsian.

Charles mendorong pemerintah melakukan audit untuk mengetahui persoalan kesehatan dan pelayanan yang terjadi di lokasi pengungsian. Ia menilai evaluasi tersebut penting karena jumlah korban meninggal di pengungsian lebih banyak daripada korban yang meninggal secara langsung akibat gempa.

Pemerintah Diminta Audit Kondisi Pengungsian

Charles mengatakan pemerintah perlu segera mengidentifikasi berbagai masalah yang memengaruhi kesehatan para pengungsi.

“Harus ada audit terkait kondisi di tempat pengungsian itu sendiri. Apakah ada permasalahan di sana? Permasalahan kesehatan yang banyak itu seperti apa? Dan penanganannya sampai ini sudah seperti apa,” ujar Charles saat ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga :  16 Juta Orang Urus SKCK, 3,2 Juta Peserta JKN Tercatat Tidak Aktif

Menurutnya, evaluasi harus melibatkan sejumlah instansi. Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, BNPB, serta pemerintah daerah perlu bekerja sama untuk menemukan penyebab kematian para pengungsi.

Layanan Kesehatan Pengungsi Harus Diperbaiki

Charles berharap pemerintah segera mengambil langkah agar jumlah korban meninggal di pengungsian tidak terus bertambah.

Ia juga meminta pemerintah menjadikan hasil audit sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi bencana berikutnya. Menurut Charles, penanganan bencana tidak berhenti pada proses evakuasi dan penyelamatan korban.

“Korban yang mengungsi harus mendapatkan penanganan dan pelayanan kesehatan yang baik sehingga tidak ada lagi kasus kematian seperti yang terjadi di NTT,” katanya.

BNPB Catat 142 Korban Meninggal

Sebelumnya, BNPB melaporkan jumlah korban meninggal akibat gempa NTT mencapai 142 orang hingga Selasa (15/9/2026).

Baca Juga :  Pertamina Tambah Armada Truk Tangki BBM, Distribusi 24 Jam Libatkan BKO TNI

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menjelaskan, sebanyak 48 orang meninggal secara langsung akibat gempa. Sementara itu, 94 orang lainnya meninggal saat berada di pengungsian.

“Korban yang meninggal secara langsung akibat gempa bumi itu 48 orang, tetapi secara tidak langsung yang ada di pengungsian ada 94 orang,” ujar Berton dalam konferensi pers, Selasa sore.

Selain korban meninggal, BNPB mencatat 1.603 orang mengalami luka-luka. Jumlah pengungsi juga menurun dari sebelumnya lebih dari 150.000 orang menjadi 46.461 orang.

Berton mengatakan penurunan jumlah pengungsi terjadi seiring dengan perkembangan penanganan pascabencana di wilayah terdampak. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PPN Pembalut 11 Persen Jadi Sorotan, Menteri PPPA Harap Ada Kebijakan Menggembirakan
Ferry Boboho Ungkap Pernah Bahas Kasus Harvey Moeis dengan Febrie Adriansyah
Indonesia Gelar Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang, Libatkan Negara ASEAN dan Mitra
Putusan Kasasi Ijazah Gibran Jadi Sorotan, MA Belum Terima Salinan Resmi
Banjir Aceh Barat Meluas, 43 Gampong Terendam dan Dua Jembatan Gantung Rusak Berat
Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:09 WIB

PPN Pembalut 11 Persen Jadi Sorotan, Menteri PPPA Harap Ada Kebijakan Menggembirakan

Senin, 2 November 2026 - 20:09 WIB

Ferry Boboho Ungkap Pernah Bahas Kasus Harvey Moeis dengan Febrie Adriansyah

Senin, 2 November 2026 - 16:09 WIB

Indonesia Gelar Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang, Libatkan Negara ASEAN dan Mitra

Senin, 2 November 2026 - 11:09 WIB

Putusan Kasasi Ijazah Gibran Jadi Sorotan, MA Belum Terima Salinan Resmi

Senin, 2 November 2026 - 10:09 WIB

Banjir Aceh Barat Meluas, 43 Gampong Terendam dan Dua Jembatan Gantung Rusak Berat

Berita Terbaru