Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Palembang, 2 Pesawat Gagal Mendarat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para penumpang yang berada di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan.(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Para penumpang yang berada di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan.(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Palembang, APGtimes.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengganggu penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (1/10/2026).

Jarak pandang di sekitar bandara turun hingga 500 meter. Kondisi tersebut membuat sedikitnya 12 penerbangan mengalami gangguan.

Humas Bandara SMB II Palembang Nidia Basthonie mengatakan, dua pesawat bahkan tidak dapat mendarat di Palembang.

Dua Pesawat Gagal Mendarat

Salah satu penerbangan yang terdampak ialah Citilink QG 980 dari Jakarta menuju Palembang. Pesawat tersebut harus kembali ke bandara asal atau Return to Base (RTB).

Sementara itu, Super Air Jet IU 933 dari Yogyakarta menuju Palembang mengalihkan pendaratannya ke Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

“Maskapai Super Airjet rute YIA-PLM yang seharusnya tiba di Palembang pada 08.05 WIB mengalami landing darurat ke Pekanbaru pukul 07.50 WIB,” ujar Nidia.

Baca Juga :  Prabowo Kerahkan TNI-Polri Tangani Karhutla di 4 Provinsi Kalimantan

Menurut Nidia, kondisi jarak pandang yang rendah menjadi faktor utama gangguan penerbangan tersebut.

Tujuh Penerbangan Berangkat Terlambat

Selain mengganggu kedatangan pesawat, kabut asap juga membuat sejumlah penerbangan dari Palembang mengalami keterlambatan.

Tercatat tujuh penerbangan mengalami penundaan. Salah satunya Indonesia AirAsia IU 302 dengan rute Palembang-Pangkal Pinang.

Pesawat tersebut seharusnya berangkat pukul 06.20 WIB. Namun, pesawat baru lepas landas pada pukul 07.41 WIB.

Kondisi serupa juga terjadi di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang. Jarak pandang di bandara tersebut hanya mencapai 300 meter, sedangkan SMB II Palembang berada di kisaran 500 meter.

“Keberangkatan pertama dari SMB II terlambat beberapa waktu karena visibility rendah,” kata Nidia.

Sejumlah Penerbangan Masih Tertunda

Batik Air ID 7054 rute Palembang-Halim Perdanakusuma juga mengalami keterlambatan. Pesawat yang seharusnya berangkat pukul 09.00 WIB baru meninggalkan Palembang pada pukul 09.29 WIB.

Baca Juga :  Gempa M 4 Guncang Nagekeo NTT, Kedalamannya Hanya 1 Kilometer

Selain itu, beberapa penerbangan lain masih mengalami penundaan. Penerbangan tersebut mencakup IP 311, IU 964, IU 871, QG 987, dan GA 107 dengan tujuan Jakarta serta Kualanamu.

Menurut Nidia, kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Selatan akibat karhutla. Kondisi itu kemudian menurunkan jarak pandang di sekitar Bandara SMB II Palembang.

ISPU Palembang Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Di sisi lain, BPBD Sumatera Selatan mencatat kondisi kualitas udara Palembang berada pada level yang mengkhawatirkan.

Pada Kamis (1/10/2026), nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Palembang mencapai 284. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.

Karena itu, kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas penerbangan. Kondisi tersebut juga menunjukkan dampak karhutla terhadap kualitas udara di Palembang dan sekitarnya. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bobby Nasution Gandeng Polda Sumut Berantas Narkoba, Siapkan Usulan Perda Khusus
Kabut Asap Masih Pekat, Siswa Padang Panjang Kembali Belajar di Rumah
Kabut Asap Ganggu Bandara Pekanbaru, 12 Penerbangan Tertunda
Polda Jambi Tangani 18 Kasus Karhutla, 16 Orang Jadi Tersangka hingga Oktober 2026
Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Bisa Dilalui, Pengendara Diminta Waspada Longsor
Titik Panas Sumsel Naik Jadi 1.917, ISPU Palembang Tembus Kategori Berbahaya
Jalur Sungai Penuh–Tapan Masih Macet akibat Longsor, Kendaraan Menumpuk
Banjir dan Longsor Terjang Pesisir Selatan, Ribuan Data Terdampak dan Jalan Nasional Tergenang
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Bobby Nasution Gandeng Polda Sumut Berantas Narkoba, Siapkan Usulan Perda Khusus

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Kabut Asap Masih Pekat, Siswa Padang Panjang Kembali Belajar di Rumah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Kabut Asap Ganggu Bandara Pekanbaru, 12 Penerbangan Tertunda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Polda Jambi Tangani 18 Kasus Karhutla, 16 Orang Jadi Tersangka hingga Oktober 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Bisa Dilalui, Pengendara Diminta Waspada Longsor

Berita Terbaru