Kabut Asap Selimuti Sungai Batanghari, Nelayan Jambi Keluhkan Sesak Napas dan Hasil Tangkapan Menurun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nelayan di Sungai Batanghari saat beraktivitas mencari ikan, bertempat di sungai Batanghari, Kota Jambi, Rabu (16/9/2026).(KOMPAS.com/KURNIA SANDI)

Nelayan di Sungai Batanghari saat beraktivitas mencari ikan, bertempat di sungai Batanghari, Kota Jambi, Rabu (16/9/2026).(KOMPAS.com/KURNIA SANDI)

Jambi, APGtimes.com – Kabut asap menyelimuti perairan Sungai Batanghari, Jambi. Kondisi itu mulai mengganggu aktivitas nelayan dan warga di sekitar sungai.

Jarak pandang yang menurun membuat nelayan harus lebih waspada saat mencari ikan. Selain itu, sejumlah warga mengeluhkan gangguan kesehatan ketika beraktivitas di kawasan tersebut.

Rudi Saputra, salah seorang nelayan, mengatakan kabut asap membuat aktivitas mencari ikan semakin sulit. Ia juga merasakan sesak napas, batuk, dan pilek.

“Terganggu aktivitas, sesak napas, batuk, pilek, orang segala macam demam, terasa, Pak,” ujar Rudi, Rabu (16/9/2026).

Kabut Asap Ganggu Nelayan

Menurut Rudi, kabut asap juga berdampak pada hasil tangkapan. Ia mengaku kesulitan mendapatkan ikan sejak kondisi tersebut menyelimuti Sungai Batanghari.

Baca Juga :  Gibran Pastikan Rumah Ibadah Terdampak Banjir Bandang Solok Segera Dipulihkan

“Payah, sulit nian, kami memancing saja payah tak dapat ikan lagi,” katanya.

Karena itu, Rudi meminta Pemerintah Provinsi Jambi segera mengambil langkah untuk mengatasi kabut asap. Ia berharap pemerintah dapat melindungi aktivitas masyarakat yang bergantung pada Sungai Batanghari.

Polisi Minta Nelayan Lebih Waspada

Di sisi lain, Ditpolairud Polda Jambi meminta nelayan meningkatkan kewaspadaan. Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang sehingga menyulitkan pengguna sungai melihat kapal lain.

Dirpolairud Polda Jambi Kombes Dhovan Oktavianton mengatakan kapal masih melintas di jalur Talang Duku menuju Kampung Laut.

“Agar lebih berhati-hati dalam mencari ikan karena aktivitas kapal masih berlangsung antara Talang Duku ke Kampung Laut, jangan sampai terjadi laka sungai,” ujar Dhovan.

Baca Juga :  Pemulangan Haji 2026, PPIH Jambi Larang Penjemputan di Asrama

Oleh karena itu, nelayan perlu memperhatikan kondisi sekitar sebelum menjalankan aktivitas di sungai.

Debit Air Sungai Batanghari Menurun

Selain kabut asap, debit Sungai Batanghari juga mulai menurun. Kondisi itu membuat beberapa bagian sungai semakin dangkal.

Menurut Dhovan, situasi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika nelayan berpapasan dengan kapal berukuran besar.

“Kita ketahui Sungai Batanghari sudah mulai surut sehingga debit air sangat dangkal, jangan sampai berebut dengan kapal yang besar sehingga terjadi laka laut,” katanya.

Dengan jarak pandang yang terbatas dan debit air yang menurun, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan jalur Sungai Batanghari. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanggul Sungai Lae Soeraya Jebol, Banjir Rendam Dua Desa di Aceh Selatan dan Paksa 112 Warga Mengungsi
Suahasil Ingatkan Pramono soal Obligasi DKI Rp5,6 Triliun, Bunga Surat Utang Sedang Naik
Rawa Way Kambas Mengering, Induk Harimau Sumatera dan 3 Anaknya Terekam Cari Air
Alfin Lepas 41 Kafilah MTQ Sungai Penuh, Target Tiga Besar Provinsi Jambi
Viral Gajah Sumatera Susuri Hutan Bekas Kebakaran di Way Kambas, Begini Kondisinya
Tanggul Rp 1,59 Miliar Dibangun di Pasar Nagari Lasi, Ini Progres Terbarunya
Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta
Terungkap 3 Masalah Biro Umrah di Jambi, Jemaah Hadapi Penundaan hingga Biaya Tambahano
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Suahasil Ingatkan Pramono soal Obligasi DKI Rp5,6 Triliun, Bunga Surat Utang Sedang Naik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rawa Way Kambas Mengering, Induk Harimau Sumatera dan 3 Anaknya Terekam Cari Air

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Alfin Lepas 41 Kafilah MTQ Sungai Penuh, Target Tiga Besar Provinsi Jambi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Viral Gajah Sumatera Susuri Hutan Bekas Kebakaran di Way Kambas, Begini Kondisinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Tanggul Rp 1,59 Miliar Dibangun di Pasar Nagari Lasi, Ini Progres Terbarunya

Berita Terbaru

Salah satu dapur MBG

Ekonomi & Bisnis

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:04 WIB