Kejagung Kerahkan Daerah Buru SPPG yang Terkait Kasus Korupsi MBG

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Relawan mengisi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Polresta Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (30/3/2026). SPPG Polri Polresta Kendari menjadi SPPG ke-13 di bawah naungan Polri yang telah resmi beroperasi di Sulawesi Tenggara dari total 16 yang ada.

Relawan mengisi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Polresta Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (30/3/2026). SPPG Polri Polresta Kendari menjadi SPPG ke-13 di bawah naungan Polri yang telah resmi beroperasi di Sulawesi Tenggara dari total 16 yang ada.

Jakarta, APGtimes.com — Kejaksaan Agung (Kejagung) mengerahkan jajaran kejaksaan di seluruh daerah untuk membantu pengembangan kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah itu menyasar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga memiliki hubungan dengan perkara yang saat ini tengah diusut penyidik.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, mengatakan tim penyidik membutuhkan dukungan dari daerah untuk mengumpulkan data dan informasi tambahan.

Menurut Anang, langkah tersebut akan mempercepat proses pengungkapan kasus yang kini memasuki tahap pendalaman.

Kejagung Kembangkan Penyidikan

Penyidik terus menelusuri pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan kasus korupsi MBG. Tim penyidik juga memeriksa berbagai dokumen dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan program tersebut.

Anang belum mengungkap daerah maupun SPPG yang masuk dalam fokus pemeriksaan. Ia menegaskan penyidik masih menyusun strategi untuk mengungkap seluruh rangkaian perkara.

Baca Juga :  Komnas HAM Beri 6 Rekomendasi untuk Benahi MBG, Keamanan Pangan Jadi Sorotan

Karena itu, Kejagung memilih menutup sebagian informasi yang berkaitan dengan materi penyidikan.

Penyidik Telusuri Aliran Dana

Selain mengusut tindak pidana korupsi, Kejagung juga menelusuri aliran dana yang mengalir dari dugaan kejahatan tersebut.

Penyidik membuka peluang menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Langkah itu bertujuan untuk mengejar aset dan keuntungan yang berasal dari hasil korupsi.

Anang menegaskan Kejagung tidak hanya mengejar pelaku. Lembaganya juga berupaya mengembalikan kerugian negara melalui penelusuran aset dan pemulihan keuangan negara.

Dugaan Mark Up Capai Triliunan Rupiah

Dalam perkara ini, penyidik menemukan dugaan penggelembungan harga pada sejumlah proyek pengadaan di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).

Tim penyidik mencatat dugaan mark up dalam pengadaan 21.801 unit motor listrik dengan nilai proyek sekitar Rp1 triliun.

Baca Juga :  Mendagri Tito Akan Libatkan 552 Pemda dalam Program Komcad ASN di Seluruh Indonesia

Penyidik juga menyoroti pengadaan 32.000 pasang sepatu, 31.000 unit tablet, dan 5.400 unit televisi berukuran 75 inci.

Menurut penyidik, para pihak yang terlibat diduga menaikkan harga sejumlah barang sehingga negara berpotensi mengalami kerugian besar.

Tersangka Diduga Intervensi PPK

Penyidik menduga para tersangka memanfaatkan jabatan dan kewenangan untuk memengaruhi proses pengadaan.

Mereka diduga mengarahkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar menjalankan pengadaan yang tidak sesuai kebutuhan lapangan.

Akibatnya, sejumlah pengadaan berjalan tanpa mempertimbangkan kebutuhan riil program MBG.

Kejagung kini terus mendalami peran setiap pihak yang terlibat. Penyidik juga membuka peluang memeriksa pihak lain apabila menemukan bukti baru dalam pengembangan perkara tersebut. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Kebakaran Hutan, Prabowo Minta 70.000 Polisi Kehutanan Ditambah
Alim Setiawan Jadi Wamentan, Ini Perjalanan Kariernya dari IPB hingga Kabinet Prabowo
Prabowo Lantik Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB, Segini Harta Kekayaannya
Usai Dilantik Jadi KSAD, Tandyo Budi Revita Masuk Bursa Calon Panglima TNI
Kemenkes Ungkap Dampak Kabut Asap Karhutla, Bisa Picu Stres hingga Gangguan Pernapasan
Suroso Isnandar Jadi Dirut PLN, Gantikan Darmawan Prasodjo
DPR Soroti Risiko Gaji ASN Masuk Kopdes Merah Putih, Ini Dampaknya bagi BPD
Anggaran Karhutla Rp30 Miliar di Jambi Jadi Sorotan, Ombudsman Turun Mengawasi
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Cegah Kebakaran Hutan, Prabowo Minta 70.000 Polisi Kehutanan Ditambah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Alim Setiawan Jadi Wamentan, Ini Perjalanan Kariernya dari IPB hingga Kabinet Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Prabowo Lantik Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB, Segini Harta Kekayaannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Usai Dilantik Jadi KSAD, Tandyo Budi Revita Masuk Bursa Calon Panglima TNI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Kemenkes Ungkap Dampak Kabut Asap Karhutla, Bisa Picu Stres hingga Gangguan Pernapasan

Berita Terbaru