Aktivis Ungkap Dugaan Jaringan Alumni Jambi dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Koalisi Sipil Masyarakat Anti-Korupsi (KOSMAK) Ronald Loblobly (kiri) saat podcast bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra (kanan) di Studio Tribunnews, Jakarta, Senin (13/7/2026). Dalam podcastnya, Ronald menyampaikan pandangannya soal penetapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Koordinator Koalisi Sipil Masyarakat Anti-Korupsi (KOSMAK) Ronald Loblobly (kiri) saat podcast bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra (kanan) di Studio Tribunnews, Jakarta, Senin (13/7/2026). Dalam podcastnya, Ronald menyampaikan pandangannya soal penetapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Jakarta, APGtimes.com – Dugaan jaringan pertemanan lama atau inner circle kembali mencuat dalam perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Komsak), Ronald Loblobly, menyampaikan dugaan tersebut saat mengikuti wawancara di podcast Tribun Network. Menurut Ronald, Febrie membangun lingkaran orang-orang kepercayaannya dari rekan-rekan semasa kuliah di Jambi.

Ronald menilai jaringan itu membantu komunikasi dalam sejumlah aktivitas yang kini masuk dalam proses penyidikan. Sementara itu, penyidik terus memeriksa seluruh informasi untuk menguji dugaan tersebut.

Ronald Jelaskan Dugaan Peran Inner Circle

Ronald mengatakan Febrie memanfaatkan hubungan pertemanan lama untuk memperkuat lingkaran orang-orang terdekatnya.

Menurut Ronald, banyak orang mengenal kelompok tersebut karena mereka sering berinteraksi dengan Febrie. Oleh sebab itu, Ronald meyakini jaringan alumni Jambi memiliki kedekatan dengan mantan Jampidsus itu.

Baca Juga :  ASN Sungai Penuh Terlibat Jaringan Sabu Sumbar-Jambi, Polres Kerinci Sita 41 Paket Narkoba

Selain itu, Ronald menduga kelompok tersebut ikut mempermudah komunikasi dalam sejumlah perkara ketika Febrie masih menjabat sebagai Jampidsus.

Ronald Soroti Nama Don Ritto

Ronald juga menyoroti nama advokat Don Ritto. Ia menjelaskan Don Ritto berteman dengan Febrie sejak keduanya menempuh pendidikan hukum di Jambi.

Ronald menduga sejumlah pihak memberikan kuasa hukum kepada Don Ritto ketika mereka menghadapi proses hukum. Setelah itu, Ronald menduga para pihak melanjutkan komunikasi di luar mekanisme resmi.

Ronald juga menduga Don Ritto mengelola sejumlah aset yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang. Saat ini, penyidik masih menguji dugaan tersebut melalui proses penyidikan.

Polri Terus Kembangkan Penyidikan

Di sisi lain, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri terus mengembangkan perkara tersebut.

Baca Juga :  Jampidsus Febrie Tegaskan Kasus MBG Jadi Prioritas, Nama Terduga Bertambah Jadi 47

Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto mengatakan penyidik melimpahkan penanganan tiga perkara kepada Kejaksaan Agung sebagai bentuk sinergi antarpenegak hukum.

Sebelumnya, penyidik memeriksa 15 saksi dan dua orang ahli. Selain itu, penyidik juga menggeledah sejumlah lokasi untuk melengkapi alat bukti.

Setelah menggelar perkara, penyidik menetapkan dua tersangka berinisial DR dan FA.

Penyidik Lanjutkan Pendalaman Perkara

Penyidik terus mengumpulkan alat bukti dan memeriksa berbagai keterangan untuk mengungkap dugaan korupsi serta TPPU dalam perkara ini.

Selain itu, penyidik menahan tersangka DR sejak 10 Juli 2026 di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

Selanjutnya, penyidik akan menentukan langkah berikutnya berdasarkan hasil pemeriksaan, alat bukti, dan fakta hukum yang mereka peroleh selama proses penyidikan. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! Jaringan Emas Ilegal Diduga Olah 30 Kg Sehari, Nilainya Hampir Rp3 Triliun
Dua Penambang PETI di Lahan Pemkab Merangin Ditangkap Polisi, Alat Dompeng Disita
Maraton Penggeledahan KPK di Bengkulu, Uang Rp4 Miliar Ditemukan di Rumah Kadis PUPR
Pria Curi Rp5.000 di Surabaya Divonis 4 Bulan Penjara, Keluarga Bayar Ganti Rugi Rp1 Juta
Ayah dan Anak Asal Purworejo Jadi Tersangka Kasus Bupati Pemalang, Ini Peran yang Diungkap KPK
Karyawan Swasta Diduga Retas 260 Website Sekolah hingga Pemerintah, Akses Dijual di Telegram
KPK Tetapkan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Tersangka, OTT Sita Uang Rp2 Miliar
KPK Sita Rp9,06 Miliar dalam OTT Bupati Lombok Barat, Alphard hingga Sertifikat Tanah Ikut Diamankan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Terungkap! Jaringan Emas Ilegal Diduga Olah 30 Kg Sehari, Nilainya Hampir Rp3 Triliun

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Dua Penambang PETI di Lahan Pemkab Merangin Ditangkap Polisi, Alat Dompeng Disita

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Maraton Penggeledahan KPK di Bengkulu, Uang Rp4 Miliar Ditemukan di Rumah Kadis PUPR

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Pria Curi Rp5.000 di Surabaya Divonis 4 Bulan Penjara, Keluarga Bayar Ganti Rugi Rp1 Juta

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Ayah dan Anak Asal Purworejo Jadi Tersangka Kasus Bupati Pemalang, Ini Peran yang Diungkap KPK

Berita Terbaru