Komnas HAM Soroti Program MBG, Keracunan hingga Status Petugas Jadi Perhatian

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi menu program makan bergizi gratis alias MBG. (ist)

Ilustrasi menu program makan bergizi gratis alias MBG. (ist)

Jakarta, APGtimes.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap sejumlah persoalan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Komisioner Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Uli Parulian Sihombing, mengatakan timnya menemukan berbagai masalah yang berpotensi menghambat tujuan program tersebut.

Menurut Komnas HAM, pemerintah perlu memperbaiki tata kelola program agar manfaat MBG benar-benar dirasakan kelompok yang membutuhkan.

Komnas HAM Minta Program Lebih Tepat Sasaran

Komnas HAM menilai pemerintah terlalu luas menetapkan penerima manfaat MBG.

Lembaga itu mendorong pemerintah memprioritaskan kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, keluarga miskin, serta masyarakat di wilayah 3T.

Uli menegaskan pemerintah akan memperoleh hasil yang lebih efektif jika fokus pada kelompok yang paling membutuhkan bantuan gizi.

Komnas HAM Soroti Keamanan Pangan

Komnas HAM juga menyoroti tingginya kasus keracunan pangan yang muncul selama pelaksanaan MBG.

Baca Juga :  DPR Bela Keputusan BGN Hentikan MBG Saat Libur Sekolah, Ini Alasannya

Lembaga tersebut mencatat ribuan warga mengalami dampak akibat kasus keracunan yang berkaitan dengan program itu.

Komnas HAM meminta pemerintah memperketat pengawasan keamanan pangan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Selain itu, Komnas HAM mendorong seluruh SPPG segera mengantongi Sertifikat Laik Higienis Sehat (SLHS).

Petugas SPPG Butuh Perlindungan

Komnas HAM menemukan banyak petugas SPPG bekerja tanpa kejelasan status hubungan kerja.

Menurut lembaga tersebut, petugas menjalankan tugas dengan jam kerja tertentu dan menerima upah, sehingga pemerintah perlu memberikan kepastian status kerja.

Komnas HAM juga menerima laporan kecelakaan kerja yang menimpa petugas SPPG saat menjalankan aktivitas harian.

Karena itu, pemerintah perlu menyediakan perlindungan kesehatan, keselamatan kerja, dan jaminan sosial bagi petugas.

Baca Juga :  Daftar Gaji ASN 2026 Lengkap, Segini Gaji Pokok PNS dan Tunjangan Terbarunya

Komnas HAM Sampaikan Sembilan Rekomendasi

Komnas HAM menyerahkan sembilan rekomendasi kepada pemerintah untuk memperbaiki pelaksanaan MBG.

Lembaga itu meminta pemerintah memperkuat pengawasan, meningkatkan kualitas gizi, mempercepat sertifikasi SPPG, dan memperjelas perlindungan petugas.

Komnas HAM juga meminta pemerintah menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan kritik terhadap program MBG.

Pigai Minta Publik Melihat MBG Sebagai Proses

Menteri HAM Natalius Pigai menilai publik perlu melihat MBG sebagai proses pembangunan untuk memenuhi hak masyarakat.

Menurut Pigai, pemerintah menjalankan program tersebut untuk memperkuat akses masyarakat terhadap pangan bergizi.

Ia menegaskan pemerintah harus terus mengevaluasi dan menyempurnakan program agar tujuan pembangunan dapat tercapai secara maksimal.

Pigai juga menilai pemenuhan hak atas pangan, kesehatan, dan pendidikan merupakan bagian penting dari agenda pembangunan nasional. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG
Gempa Susulan M 5,0 Guncang Upacara HUT RI di Manggarai Timur, Peserta Sempat Panik
Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka
CPNS Sekolah Kedinasan 2026: Jadwal, Formasi dan 9 Instansi
NTT Kembali Diguncang Ratusan Gempa, BMKG Catat 265 Susulan hingga Sore
Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 38 Orang, 13 Luka dan 2.000 Warga Mengungsi
2.105 ASN dari 50 Kementerian Ikut Latsarmil Komcad, Dimulai 24 Agustus
Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras ke Malaysia, Stok Aman hingga Mei 2027
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Gempa Susulan M 5,0 Guncang Upacara HUT RI di Manggarai Timur, Peserta Sempat Panik

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:09 WIB

NTT Kembali Diguncang Ratusan Gempa, BMKG Catat 265 Susulan hingga Sore

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 38 Orang, 13 Luka dan 2.000 Warga Mengungsi

Berita Terbaru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Jumat (14/8/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY )

Ekonomi & Bisnis

Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Capai Rp195,3 Triliun, Naik 2,3 Persen

Sabtu, 15 Agu 2026 - 21:09 WIB