Longsor Tambang Emas Ilegal di Aceh Jaya Tewaskan 3 Orang, 4 Luka-Luka

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi bersama warga saat melakukan evakuasi korban penambang emas yang tertimbun longsor di area perkebunan sawit PT TPP3 Desa Crak Mong, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Selasa (16/6/2026).(Polres Aceh Jaya)

Polisi bersama warga saat melakukan evakuasi korban penambang emas yang tertimbun longsor di area perkebunan sawit PT TPP3 Desa Crak Mong, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Selasa (16/6/2026).(Polres Aceh Jaya)

Aceh Jaya, APGtimes.com — Longsor di lokasi tambang emas ilegal kawasan perkebunan kelapa sawit PT Tunggal Perkasa Plantation 3 (TPP3) Astra, Desa Crak Mong, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, menewaskan tiga orang pada Selasa (16/6/2026).

Selain korban meninggal dunia, empat penambang lainnya mengalami luka-luka setelah material tanah menimbun area galian yang mereka gunakan untuk mencari emas.

Peristiwa tersebut kembali menyoroti aktivitas pertambangan tanpa izin yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Aceh Jaya.

Longsor Terjadi Saat Penambang Bekerja

Para penambang melakukan aktivitas pencarian emas secara manual di lokasi tersebut ketika longsor tiba-tiba terjadi.

Material tanah dari dinding galian runtuh dan langsung menimbun para pekerja yang berada di dalam lubang tambang.

Petugas kemudian melakukan evakuasi terhadap para korban yang tertimbun material longsor.

Baca Juga :  Sumbar Percepat Penerbitan Izin Tambang Rakyat, Pemprov Targetkan Tekan Tambang Ilegal

Tiga Orang Meninggal Dunia

Tiga korban meninggal dunia diketahui berasal dari Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya.

Sementara itu, empat korban lainnya mengalami luka berat dan luka ringan.

Tim medis langsung memberikan penanganan kepada korban yang selamat di rumah sakit setempat.

Aktivitas Tambang Ilegal Sudah Berlangsung Beberapa Hari

Polisi mengungkapkan aktivitas tambang emas ilegal di lokasi tersebut telah berlangsung selama beberapa hari sebelum kejadian.

Pihak perusahaan sebelumnya telah melarang masyarakat melakukan aktivitas penambangan di area perkebunan sawit tersebut.

Aparat kepolisian juga telah mengingatkan pengelola agar memasang papan larangan untuk mencegah aktivitas tambang ilegal.

Namun, para penambang tetap melanjutkan kegiatan mereka hingga akhirnya terjadi longsor.

Perusahaan dan Aparat Ambil Langkah Penertiban

Setelah kejadian, pihak perusahaan menggelar pertemuan dengan perangkat desa dan pihak terkait.

Baca Juga :  Didampingi Disdukcapil, Wali Kota Alfin Bantu Korban Kebakaran Pulihkan Dokumen Kependudukan

Mereka sepakat menertibkan seluruh aktivitas tambang ilegal yang masih beroperasi di kawasan perkebunan.

Perusahaan memberikan waktu hingga 22 Juni 2026 untuk menghentikan aktivitas penambangan dan membersihkan seluruh peralatan yang masih berada di lokasi.

Langkah tersebut bertujuan mencegah kejadian serupa terulang sekaligus menjaga keselamatan masyarakat di sekitar area perkebunan.

Polisi Lanjutkan Penyelidikan

Polres Aceh Jaya terus mendalami penyebab pasti longsor yang menewaskan tiga orang tersebut.

Petugas juga akan menelusuri aktivitas tambang ilegal yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

Polisi mengimbau masyarakat tidak melakukan penambangan tanpa izin karena aktivitas tersebut memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan jiwa.

Selain melanggar aturan, aktivitas tambang ilegal juga berpotensi memicu bencana dan kerusakan lingkungan. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanggul Sungai Lae Soeraya Jebol, Banjir Rendam Dua Desa di Aceh Selatan dan Paksa 112 Warga Mengungsi
Suahasil Ingatkan Pramono soal Obligasi DKI Rp5,6 Triliun, Bunga Surat Utang Sedang Naik
Rawa Way Kambas Mengering, Induk Harimau Sumatera dan 3 Anaknya Terekam Cari Air
Alfin Lepas 41 Kafilah MTQ Sungai Penuh, Target Tiga Besar Provinsi Jambi
Viral Gajah Sumatera Susuri Hutan Bekas Kebakaran di Way Kambas, Begini Kondisinya
Tanggul Rp 1,59 Miliar Dibangun di Pasar Nagari Lasi, Ini Progres Terbarunya
Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta
Terungkap 3 Masalah Biro Umrah di Jambi, Jemaah Hadapi Penundaan hingga Biaya Tambahano
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Tanggul Sungai Lae Soeraya Jebol, Banjir Rendam Dua Desa di Aceh Selatan dan Paksa 112 Warga Mengungsi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Suahasil Ingatkan Pramono soal Obligasi DKI Rp5,6 Triliun, Bunga Surat Utang Sedang Naik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rawa Way Kambas Mengering, Induk Harimau Sumatera dan 3 Anaknya Terekam Cari Air

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Alfin Lepas 41 Kafilah MTQ Sungai Penuh, Target Tiga Besar Provinsi Jambi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Viral Gajah Sumatera Susuri Hutan Bekas Kebakaran di Way Kambas, Begini Kondisinya

Berita Terbaru