Prabowo Tak Kejar Angka Survei, Pemerintah Fokus Jalankan Program untuk Rakyat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto memberi teguran ke aparat TNI, Polri, dan Kejagung saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). (Dok. YouTube Setpres)

Presiden RI Prabowo Subianto memberi teguran ke aparat TNI, Polri, dan Kejagung saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). (Dok. YouTube Setpres)

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah Presiden Prabowo Subianto tidak menjadikan hasil survei kepuasan publik sebagai ukuran utama keberhasilan. Pemerintah memilih fokus menjalankan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Prasetyo saat merespons hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo sebesar 51,1 persen.

“Sejak awal selalu kami sampaikan bahwa kami bekerja bukan dalam rangka mencari survei,” ujar Prasetyo saat berada di gerbong KA Nusantara Explorer yang melintas di wilayah Tegal, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Pemerintah Fokus Jalankan Agenda Pembangunan

Prasetyo menjelaskan pemerintah terus menjalankan berbagai program sesuai visi pembangunan Presiden Prabowo. Kementerian dan lembaga juga terus mengarahkan kebijakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Tito Karnavian Minta Kantor Desa yang Hilang Akibat Banjir di Aceh dan Sumatra Dibangun Kembali

Selain itu, pemerintah memperkuat sektor strategis seperti pangan, energi, industrialisasi, dan hilirisasi.

Menurut Prasetyo, masyarakat akan melihat hasil kerja pemerintah melalui manfaat program yang mereka rasakan.

“Kami yakin rakyat akan menerima apa yang kami kerjakan sebagai janji kampanye dan cita-cita bersama agar Indonesia semakin maju, sejahtera, dan mandiri,” katanya.

SMRC Catat Tingkat Kepuasan 51,1 Persen

Sebelumnya, SMRC merilis survei bertajuk “Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden” pada Juli 2026.

Survei tersebut mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 51,1 persen. Angka itu turun dibandingkan survei November 2025 yang mencapai 81,2 persen.

SMRC melakukan survei pada 5 hingga 19 Juli 2026. Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengatakan perubahan tingkat kepuasan berkaitan dengan penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum.

Baca Juga :  Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Prabowo Beri Perintah

“Approval rating tidak datang dari hampa. Penurunan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo terjadi bersamaan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” ujar Deni.

Pemerintah Tetap Jalankan Program Prioritas

Hasil survei SMRC juga mencatat tingkat ketidakpuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 46,9 persen.

Sebanyak 4,8 persen responden menyatakan sangat puas. Sementara itu, 46,3 persen merasa cukup puas, 35 persen kurang puas, 11,9 persen tidak puas sama sekali, dan 2,1 persen tidak memberikan jawaban.

Meski tingkat kepuasan publik mengalami perubahan, pemerintah memastikan tetap menjalankan agenda pembangunan nasional.

Prasetyo menegaskan pemerintah akan terus memperkuat program prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa menjadikan survei sebagai tujuan utama. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa

Berita Terbaru