Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, DPR Soroti Kebijakan Naturalisasi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen John Herdman dan Eliano Reijnders pada Laga Timnas Indonesia vs Vietnam di ASEAN Championship 2026 di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (3/8/2026).(KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)

Momen John Herdman dan Eliano Reijnders pada Laga Timnas Indonesia vs Vietnam di ASEAN Championship 2026 di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (3/8/2026).(KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)

Jakarta, APGtimes.com – Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026 memicu sorotan terhadap kebijakan naturalisasi pemain.

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Franciscus Sibarani, meminta pemerintah mengevaluasi arah pembangunan sepak bola nasional. Ia menilai evaluasi perlu mencakup kebijakan naturalisasi dan pembinaan pemain lokal.

“Kekalahan ini harus menjadi momentum evaluasi. Bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga bagaimana kita membangun sepak bola Indonesia ke depan, termasuk kebijakan naturalisasi,” ujar Sibarani, Sabtu (8/8/2026).

DPR Soroti Kebijakan Naturalisasi

Sibarani mengingatkan pemerintah agar kebijakan naturalisasi tidak menggeser pembinaan pemain Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak talenta muda yang bisa berkembang melalui pembinaan berkelanjutan.

“Kalau naturalisasi terus menjadi solusi, lalu bagaimana dengan pembinaan pemain lokal? Indonesia tidak kekurangan anak-anak berbakat,” katanya.

Baca Juga :  Sidang Bongkar Modus Klaim Fiktif BPJS Ketenagakerjaan, Kerugian Negara Rp24,5 Miliar

Ia juga meminta Kementerian Hukum memastikan proses naturalisasi berjalan transparan dan terukur. Selain itu, pemerintah perlu mempertimbangkan kepentingan nasional dalam setiap pemberian kewarganegaraan kepada pemain sepak bola.

Sibarani menegaskan, prestasi Timnas memang penting. Namun, pemerintah juga harus membangun sistem yang mampu melahirkan pemain berkualitas dari dalam negeri.

Pembinaan Pemain Lokal Harus Diperkuat

Menurut Sibarani, pembinaan pemain lokal dapat menjadi fondasi utama sepak bola Indonesia. Pemerintah perlu memberi ruang bagi talenta muda untuk berkembang sejak usia dini.

Ia juga menilai sepak bola memiliki peran penting dalam membangun kebanggaan generasi muda terhadap Indonesia.

“Negara harus hadir memberikan kesempatan, pembinaan, dan ruang bagi talenta muda Indonesia berkembang,” ujarnya.

Karena itu, Sibarani mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan naturalisasi. Ia berharap program naturalisasi dan pembinaan pemain lokal dapat berjalan secara seimbang.

Baca Juga :  Agung Widyantoro Resmi Jadi Ketua Komisi X DPR, Gantikan Hetifah

Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF

Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura.

Pertandingan terakhir Grup A itu berlangsung di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8/2026).

Hasil tersebut membuat Indonesia finis di posisi ketiga Grup A. Garuda mengoleksi tujuh poin dari seluruh pertandingan fase grup.

Vietnam menjadi juara Grup A dengan 10 poin. Singapura menempati posisi kedua dengan delapan poin dan berhak melaju ke semifinal.

Kegagalan tersebut juga membuat Indonesia kembali gagal mengakhiri penantian gelar Piala AFF. Kini, evaluasi terhadap skuad dan pembangunan sepak bola nasional kembali menjadi sorotan. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa

Berita Terbaru