8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, Yusril: Jika Korban Scam Pemerintah Wajib Lindungi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra dalam konferensi pers di kantor Kementerian Imipas, Jakarta, Rabu (22/7/2026).(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI )

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra dalam konferensi pers di kantor Kementerian Imipas, Jakarta, Rabu (22/7/2026).(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI )

Jakarta, APGtimes.com – Pemerintah Indonesia menyiapkan perlindungan bagi delapan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga bergabung dengan militer Rusia jika mereka terbukti menjadi korban penipuan atau eksploitasi.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan pemerintah perlu memastikan kondisi para WNI tersebut sebelum mengambil langkah hukum.

“Kalau benar ada warga negara kita yang direkrut dengan modus tawaran pekerjaan, tetapi kemudian ternyata diarahkan untuk masuk dinas militer dan dikirim ke wilayah konflik, tentu kita harus melihat apakah yang bersangkutan merupakan korban,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Menurut Yusril, pemerintah berkewajiban melindungi WNI yang menjadi korban penipuan. Karena itu, pemerintah tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa delapan WNI tersebut sengaja bergabung dengan tentara negara lain.

Pemerintah Verifikasi Proses Perekrutan

Yusril mengatakan pemerintah masih memeriksa informasi mengenai delapan WNI tersebut.

Pemerintah akan memastikan identitas mereka. Selain itu, pemerintah akan menelusuri proses perekrutan, jenis pekerjaan yang ditawarkan, serta kondisi yang mereka hadapi setelah menerima tawaran tersebut.

Baca Juga :  Harga Pertalite Hari Ini 26 September 2026, Benarkah Naik Jadi Rp13.500?

“Yang harus dipastikan adalah siapa orangnya, bagaimana proses perekrutannya, apa yang ditawarkan kepada mereka, dan apakah benar mereka kemudian masuk ke dalam dinas militer Rusia,” ujar Yusril.

Yusril menilai status hukum para WNI akan berbeda jika mereka terbukti menjadi korban dibandingkan orang yang secara sadar memilih masuk angkatan bersenjata negara lain.

Bisa Kehilangan Kewarganegaraan

Yusril juga mengingatkan adanya konsekuensi hukum bagi WNI yang secara sadar bergabung dengan militer asing.

Ia merujuk Pasal 23 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.

Aturan tersebut mengatur kehilangan kewarganegaraan Indonesia, termasuk bagi WNI yang masuk dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden.

Karena itu, pemerintah akan melihat kasus tersebut berdasarkan fakta yang ditemukan. Pemerintah juga akan membedakan antara korban penipuan dan WNI yang secara sadar memilih bergabung dengan militer asing.

Baca Juga :  Indonesia Segera Punya PLTN? Rusia Tawarkan Reaktor Nuklir Terapung

Direkrut Lewat Tawaran Pekerjaan

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya mengungkap dugaan perekrutan delapan WNI melalui lowongan pekerjaan.

Menurut Dasco, perekrut menawarkan posisi sebagai tenaga pengamanan atau tenaga administrasi. Tawaran tersebut juga menjanjikan gaji tinggi.

“Yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga administrasi, yang diiming-imingi oleh gaji yang besar,” kata Dasco di Gedung DPR RI, Selasa (1/9/2026).

Dasco mengatakan informasi lowongan tersebut tidak mencantumkan pekerjaan militer. Para WNI diduga baru mengetahui keterkaitannya dengan kegiatan militer setelah mengikuti proses perekrutan.

Informasi mengenai delapan WNI itu pertama kali muncul dari Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Sluzhba zovnishn’oyi rozvidky Ukrayiny (SZRU).

Pemerintah Indonesia kini masih memverifikasi informasi tersebut untuk memastikan kronologi dan status delapan WNI yang disebut bergabung dengan militer Rusia. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bus DAMRI Putussibau–Kuching Dibuka, Tiket Promo Rp400 Ribu dan Berangkat Setiap Hari
Veda Ega Pratama Start Posisi Ketujuh di Moto3 Mandalika, Peluang Podium Terbuka
Daftar Harga Oli Mobil Oktober 2026, Pertamina hingga Top1 Ada yang Naik dan Turun
BYD Flash Charging Bisa Isi Daya 1 MW, Ini Alasan Kabelnya Dibuat Berbentuk T
Veda Ega Crash di Q2 Moto3 Jepang, Start dari Posisi ke-18 di Motegi
STNK Digital Bisa Jadi Pengganti STNK Fisik, tetapi Ada Aturan yang Wajib Diketahui
Harga EV Bekas Makin Turun, Chery Omoda E5 hingga BYD Seal Ikut Terkoreksi
Harga Pertalite Hari Ini 26 September 2026, Benarkah Naik Jadi Rp13.500?
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Bus DAMRI Putussibau–Kuching Dibuka, Tiket Promo Rp400 Ribu dan Berangkat Setiap Hari

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Veda Ega Pratama Start Posisi Ketujuh di Moto3 Mandalika, Peluang Podium Terbuka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Daftar Harga Oli Mobil Oktober 2026, Pertamina hingga Top1 Ada yang Naik dan Turun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BYD Flash Charging Bisa Isi Daya 1 MW, Ini Alasan Kabelnya Dibuat Berbentuk T

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Veda Ega Crash di Q2 Moto3 Jepang, Start dari Posisi ke-18 di Motegi

Berita Terbaru

Salah satu dapur MBG

Ekonomi & Bisnis

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:04 WIB