Jakarta, APGtimes.com – Land Rover resmi memperkenalkan Range Rover Electric sebagai SUV flagship bertenaga listrik. Kehadiran model ini menandai langkah Land Rover memasuki segmen kendaraan listrik premium dengan tetap mengandalkan kemewahan, performa tinggi, dan kemampuan off-road khas Range Rover.
Range Rover Electric menggunakan sistem penggerak dual motor all-wheel drive (AWD). Dengan konfigurasi tersebut, SUV listrik ini diklaim mampu menghasilkan tenaga setara mesin V8, tetapi menawarkan karakter berkendara yang lebih senyap.
Selain itu, Land Rover memastikan kemampuan melibas medan berat tetap menjadi bagian dari Range Rover Electric. Karena itu, mobil ini tidak hanya mengutamakan performa di jalan raya, tetapi juga mempertahankan kemampuan off-road.
Desain Masih Mirip Range Rover Bensin
Dari sisi tampilan, Range Rover Electric tidak mengalami perubahan besar. Secara umum, desainnya masih mengikuti Range Rover generasi kelima yang diperkenalkan pada akhir 2021.
Meski demikian, Land Rover memberikan sejumlah detail baru. Misalnya, gril depan kini memiliki desain yang lebih aerodinamis, sementara pelek mendapatkan rancangan baru.
Selain itu, perubahan pada bagian bawah bodi turut membantu meningkatkan aerodinamika. Hasilnya, koefisien hambatan udara berkurang 0,01 cd.
Berkat peningkatan tersebut, jarak tempuh Range Rover Electric saat melaju di jalan tol bisa bertambah hingga 16 kilometer.
Untuk pilihan model, Land Rover menyediakan wheelbase standar dan panjang. Varian yang tersedia mencakup SE, HSE, Autobiography, SV, SV Ultra, dan SV Black.
Sebagai tambahan, Land Rover juga menyiapkan varian khusus peluncuran bernama First Edition.
Kabin Tetap Mewah
Masuk ke bagian interior, Range Rover Electric masih mempertahankan nuansa mewah seperti model bermesin konvensional. Namun, Land Rover memberikan sejumlah fitur khusus untuk mendukung sistem penggerak listrik.
Layar digital di dalam kabin mendapatkan tampilan khusus. Salah satunya berupa fitur prediksi jarak tempuh yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI.
Kemudian, sistem baterai juga mendukung pembaruan perangkat lunak melalui jaringan over-the-air (OTA). Dengan fitur tersebut, Land Rover dapat memberikan pembaruan sistem tanpa harus selalu membawa kendaraan ke bengkel.
Tidak hanya teknologi, kenyamanan akustik juga menjadi perhatian. Saat pengemudi menginjak pedal gas secara penuh, tingkat kebisingan Range Rover Electric diklaim 7 dBA lebih rendah dibandingkan versi V8.
Bertenaga 542 Hp
Di balik bodi aluminium, Range Rover Electric menggunakan versi elektrifikasi dari platform Modular Longitudinal Architecture (MLA).
Sementara itu, sistem dual motor AWD menghasilkan tenaga hingga 542 Hp. Kombinasi tersebut membuat Range Rover Electric mampu menawarkan akselerasi yang lebih cepat dibandingkan Range Rover bermesin V8.
Dengan demikian, Range Rover Electric hadir bukan sekadar sebagai SUV premium tanpa emisi. Sebaliknya, Land Rover mencoba mempertahankan karakter utama Range Rover melalui perpaduan kemewahan, performa tinggi, teknologi listrik, dan kemampuan off-road. (de*)









