Jakarta, APGtimes.com — Google memperkenalkan model kecerdasan buatan terbaru bernama Gemini 3.5 Flash dalam ajang Google I/O 2026.
CEO Google Sundar Pichai mengatakan Gemini 3.5 Flash mampu menghadirkan performa AI kelas frontier dengan biaya lebih murah dan kecepatan pemrosesan lebih tinggi.
“Gemini 3.5 Flash lebih baik dibanding Gemini 3.1 Pro, dengan performa mendekati model AI frontier lain, tetapi empat kali lebih cepat dan biayanya hanya sekitar sepertiga hingga setengahnya,” kata Pichai.
Gemini 3.5 Flash Unggul di Benchmark AI
Google mengklaim Gemini 3.5 Flash mencatat skor tinggi dalam berbagai pengujian benchmark internal.
Pada benchmark Terminal-bench 2.1 untuk coding agentic, model AI tersebut meraih skor 76,2 persen.
Angka itu melampaui performa Gemini 3 Flash, Gemini 3.1 Pro, hingga model AI Anthropic Claude Opus 4.7.
Sementara itu, dalam benchmark MCP Atlas untuk workflow multitahap, Gemini 3.5 Flash mencetak skor 83,6 persen.
Hasil tersebut lebih tinggi dibanding GPT 5.5 milik OpenAI yang memperoleh skor 75,3 persen.
Mampu Analisis Grafik dan Finansial
Gemini 3.5 Flash juga menunjukkan performa tinggi dalam analisis grafik kompleks.
Pada benchmark CharXiv Reasoning, model AI itu memperoleh skor 84,2 persen.
Selain itu, Gemini 3.5 Flash meraih skor 57,9 persen pada benchmark Finance Agent v2 yang menguji kemampuan analisis finansial dan pengambilan keputusan.
Google menyebut model AI terbaru tersebut mendukung konteks input hingga satu juta token dan output maksimal 64.000 token.
Sudah Tersedia di Berbagai Platform
Saat ini, Gemini 3.5 Flash masih berstatus preview.
Google telah menyediakan model AI tersebut di aplikasi Gemini, Gemini API, Google AI Studio, Android Studio, hingga platform Gemini Enterprise.
Selain Gemini 3.5 Flash, Google juga memperkenalkan sejumlah produk AI lain dalam Google I/O 2026.
Produk tersebut meliputi Gemini Omni untuk pembuatan video berbasis AI dan Gemini Spark, asisten AI pribadi berbasis cloud yang dapat bekerja selama 24 jam. (dr*)









