Bandung, APGtimes.com — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengeklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) membantu menurunkan ketimpangan ekonomi di Indonesia pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pigai menyampaikan klaim tersebut dalam acara Kelas Jurnalis HAM di Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/05).
Pigai Sebut Indeks Gini Membaik
Menurut Pigai, penurunan ketimpangan terlihat dari capaian Indeks Gini Indonesia yang mencapai 0,363.
Dia menyebut angka tersebut menjadi capaian terbaik Indonesia dalam 15 tahun terakhir.
“Selama pemerintahan Prabowo-Gibran, Indeks Gini Indonesia terbaik dalam 15 tahun terakhir. Yaitu kita sudah ada pada posisi 0,363,” ujar Pigai.
MBG Dinilai Dorong Daya Beli
Pigai menilai program MBG, pendidikan, dan kesehatan membantu meningkatkan daya beli masyarakat.
Menurut dia, distribusi anggaran pemerintah kini mulai terasa lebih merata di berbagai daerah.
“Berarti ada distribusi yang mulai merata di seluruh Indonesia. Karena anggaran MBG turun ke rakyat, pendidikan, kesehatan,” katanya.
Pigai juga menegaskan data statistik tersebut tidak bisa dimanipulasi.
Dia menilai peningkatan daya beli masyarakat menunjukkan distribusi keadilan sosial mulai berjalan.
Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Menguat
Selain membahas MBG, Pigai juga menyinggung kondisi ketahanan pangan nasional.
Menurut dia, Indonesia kini memiliki cadangan pangan sekitar 5 juta ton sehingga cukup kuat menghadapi guncangan global.
Dia juga mengatakan pemerintah terus fokus pada pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya yang selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).
Pigai Minta Pers Dukung Pembangunan HAM
Dalam kesempatan itu, Pigai meminta media massa ikut mendukung pembangunan hak asasi manusia di Indonesia.
“Pers tidak boleh hanya menjadi pilar demokrasi, tapi juga harus menjadi pilar pembangunan peradaban hak asasi manusia,” tutur Pigai. (dr*)









