Pigai Klaim Program MBG Bantu Turunkan Ketimpangan Ekonomi Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai di kantor Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026).(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI)

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai di kantor Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026).(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI)

Bandung, APGtimes.com — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengeklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) membantu menurunkan ketimpangan ekonomi di Indonesia pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pigai menyampaikan klaim tersebut dalam acara Kelas Jurnalis HAM di Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/05).

Pigai Sebut Indeks Gini Membaik

Menurut Pigai, penurunan ketimpangan terlihat dari capaian Indeks Gini Indonesia yang mencapai 0,363.

Dia menyebut angka tersebut menjadi capaian terbaik Indonesia dalam 15 tahun terakhir.

“Selama pemerintahan Prabowo-Gibran, Indeks Gini Indonesia terbaik dalam 15 tahun terakhir. Yaitu kita sudah ada pada posisi 0,363,” ujar Pigai.

Baca Juga :  BGN Minta SPPG Perbanyak Penerima Manfaat Ibu Hamil dan Balita

MBG Dinilai Dorong Daya Beli

Pigai menilai program MBG, pendidikan, dan kesehatan membantu meningkatkan daya beli masyarakat.

Menurut dia, distribusi anggaran pemerintah kini mulai terasa lebih merata di berbagai daerah.

“Berarti ada distribusi yang mulai merata di seluruh Indonesia. Karena anggaran MBG turun ke rakyat, pendidikan, kesehatan,” katanya.

Pigai juga menegaskan data statistik tersebut tidak bisa dimanipulasi.

Dia menilai peningkatan daya beli masyarakat menunjukkan distribusi keadilan sosial mulai berjalan.

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Menguat

Selain membahas MBG, Pigai juga menyinggung kondisi ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :  The Economist Soroti Pemerintahan Prabowo, Pakar Sebut Dunia Kini Lihat Situasi Nyata Indonesia

Menurut dia, Indonesia kini memiliki cadangan pangan sekitar 5 juta ton sehingga cukup kuat menghadapi guncangan global.

Dia juga mengatakan pemerintah terus fokus pada pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya yang selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).

Pigai Minta Pers Dukung Pembangunan HAM

Dalam kesempatan itu, Pigai meminta media massa ikut mendukung pembangunan hak asasi manusia di Indonesia.

“Pers tidak boleh hanya menjadi pilar demokrasi, tapi juga harus menjadi pilar pembangunan peradaban hak asasi manusia,” tutur Pigai.  (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Darurat Korupsi, Narkoba, dan Kekerasan Seksual, Publik Desak Aksi Nyata
BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Terancam Gagal Bayar Juli 2027
Jangan Sampai Terlambat, Ini 7 Kondisi yang Mengharuskan Ganti Sertifikat Tanah
Tito Karnavian Ungkap Banyak Daerah Mengaku Tak Mampu Bayar Gaji PPPK
Komisi II DPR Tegaskan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Tidak Boleh Diberhentikan
Tito Karnavian Soroti Honorer Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Kepala Daerah Diminta Stop Rekrutmen
Mengapa Kasus Rudapaksa di Pesantren Masih Terus Terjadi? Ini Faktor yang Memicunya
Gempa Susulan M 6 Guncang Gorontalo Setelah Gempa Dahsyat M 7,7 Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:10 WIB

Indonesia Darurat Korupsi, Narkoba, dan Kekerasan Seksual, Publik Desak Aksi Nyata

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:09 WIB

BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Terancam Gagal Bayar Juli 2027

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:09 WIB

Jangan Sampai Terlambat, Ini 7 Kondisi yang Mengharuskan Ganti Sertifikat Tanah

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:09 WIB

Tito Karnavian Ungkap Banyak Daerah Mengaku Tak Mampu Bayar Gaji PPPK

Senin, 8 Juni 2026 - 17:09 WIB

Komisi II DPR Tegaskan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Tidak Boleh Diberhentikan

Berita Terbaru

Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan kembali dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Piala Dunia 2026 akan menggunakan format baru karena diikuti 48 negara yang dibagi dalam 12 grup di mana dua tim teratas setiap grup plus delapan peringkat ketiga terbaik maju ke babak 32 besar.(TANGKAPAN LAYAR TWITTER FIFA)

Internasional

Iran Tuding AS Cabut Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Didesak Bertindak

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:09 WIB