Terungkap! Ladang Ganja 2 Hektare di Aceh Utara, Polisi Musnahkan 3.000 Batang

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ladang ganja yang ditemukan polisi.(Dokumentasi Polisi)

Ilustrasi ladang ganja yang ditemukan polisi.(Dokumentasi Polisi)

Aceh Utara, APGtimes.com – Aparat kepolisian kembali mengungkap ladang ganja di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Dalam operasi yang berlangsung Kamis (18/6/2026), Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lhokseumawe menemukan ladang ganja seluas sekitar dua hektare dan memusnahkan sekitar 3.000 batang ganja.

Polisi juga menangkap dua warga setempat berinisial I (31) dan MH (28). Keduanya diduga terlibat dalam aktivitas penanaman ganja di kawasan tersebut.

Berawal dari Penangkapan Pengedar

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan mengatakan pengungkapan kasus itu berawal dari penyelidikan terhadap peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

Petugas lebih dahulu menangkap seorang pelaku yang menjual ganja kering seberat dua kilogram. Setelah itu, polisi mengembangkan kasus tersebut hingga menemukan lokasi ladang ganja di kawasan terpencil Kecamatan Sawang.

“Seluruh tanaman ganja yang kami musnahkan sekitar 3.000 batang. Tanaman itu tumbuh di tiga lokasi berbeda. Usia tanaman juga beragam, mulai dari bibit yang baru disemai hingga tanaman yang siap panen,” kata Ahzan.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Dugaan Ledakan di MAN 3 Padang, Tim Gegana Turun ke Lokasi

Polisi menemukan tanaman ganja tersebut di lahan seluas kurang lebih 20 ribu meter persegi. Selanjutnya, petugas mencabut dan membakar seluruh tanaman untuk mencegah penyalahgunaan.

Selain personel Polres Lhokseumawe, operasi tersebut melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Lhokseumawe, Bea Cukai Lhokseumawe, serta unsur TNI dari Koramil dan Kodim 0103/Aceh Utara.

Dua Tersangka Ditangkap

Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengaku menjual ganja dengan harga sekitar Rp800 ribu per kilogram.

“Saat ini kami masih memburu dua pelaku lain. Tim sudah mengantongi identitas keduanya,” ujar Ahzan didampingi Kasat Narkoba Iptu Arizal.

Polisi menduga para pelaku mengelola ladang ganja tersebut untuk memasok peredaran narkotika di sejumlah wilayah.

Pelaku Ubah Pola Penanaman

Polisi juga menemukan pola baru dalam praktik penanaman ganja. Para pelaku membagi area tanam menjadi beberapa petak kecil untuk mengurangi risiko kerugian apabila aparat menemukan salah satu lokasi.

Baca Juga :  Semen Langka di Aceh, Proyek Pemerintah Serentak Bikin Harga Tembus Rp120 Ribu per Sak

Menurut Ahzan, faktor ekonomi masih menjadi alasan utama masyarakat menanam ganja. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur keuntungan dari aktivitas ilegal tersebut.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan peluang usaha yang legal dan berkelanjutan. Salah satunya melalui program pemberdayaan masyarakat yang mengolah pelepah pinang menjadi produk bernilai ekonomi.

Polisi Terus Lakukan Pengembangan

Polres Lhokseumawe memastikan akan terus memburu pelaku lain yang terlibat. Selain itu, polisi juga memperkuat pengawasan di wilayah yang rawan peredaran dan penanaman narkotika.

Ahzan menegaskan pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap pelaku narkoba sekaligus mendorong masyarakat untuk memilih usaha yang legal dan produktif. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB