Google Gelontorkan Rp7,9 Triliun ke Startup Jerman, Kejar Pembangkit Listrik Fusi Pertama Eropa

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kantor Google. Foto: Shutter Stock

Ilustrasi Kantor Google. Foto: Shutter Stock

Berlin, APGtimes.com – Google kembali menunjukkan keseriusannya mengembangkan teknologi energi bersih dengan berinvestasi pada startup fusi nuklir asal Jerman, Proxima Fusion. Perusahaan tersebut berhasil mengumpulkan pendanaan senilai 411 juta euro atau sekitar Rp7,9 triliun untuk mempercepat pengembangan pembangkit listrik fusi komersial pertama di Eropa.

Putaran pendanaan itu dipimpin oleh XTX Ventures dan East X Ventures. Google serta perusahaan energi Jerman RWE ikut berpartisipasi sebagai investor strategis. Suntikan modal tersebut juga mendorong valuasi Proxima Fusion mencapai sekitar 2,7 miliar dolar AS.

Perusahaan akan memanfaatkan dana baru itu untuk mempercepat riset, meningkatkan kemampuan produksi, serta memperluas fasilitas manufaktur yang mendukung pengembangan teknologi fusi nuklir.

Proxima Fusion Andalkan Teknologi Stellarator

Proxima Fusion mengembangkan reaktor fusi dengan teknologi stellarator. Teknologi ini menghasilkan energi melalui penggabungan atom hidrogen menjadi helium.

Proses tersebut berbeda dengan pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi saat ini. Reaktor konvensional memanfaatkan proses fisi atau pemecahan atom, sedangkan teknologi fusi menghasilkan energi tanpa emisi karbon saat pembangkit beroperasi.

Baca Juga :  Beats 360 Resmi Meluncur, Headphone Baru dengan Bantalan Warna-warni yang Bisa Diganti

Para peneliti menilai energi fusi memiliki potensi menjadi sumber listrik masa depan karena mampu menghasilkan energi dalam jumlah besar dengan tingkat keselamatan yang lebih tinggi.

Eropa Ingin Salip Amerika Serikat dan China

Chief Executive Officer Proxima Fusion, Francesco Sciortino, mengatakan Eropa sedang berlomba dengan Amerika Serikat dan China dalam mengembangkan pembangkit listrik fusi komersial.

Menurutnya, tambahan investasi akan mempercepat pengembangan teknologi sekaligus memperkuat posisi Eropa dalam persaingan energi masa depan.

Perusahaan menargetkan reaktor demonstrasi mulai beroperasi pada awal dekade 2030-an. Setelah tahap tersebut selesai, Proxima Fusion berharap dapat menghadirkan pembangkit listrik fusi komersial pertama di Eropa pada akhir 2030-an.

Baca Juga :  TikTok Punya Shopping Assistant, AI Baru yang Bisa Cari Produk hingga Bantu Checkout

Selain membangun reaktor, perusahaan juga akan meningkatkan produksi kabel dan magnet superkonduktor suhu tinggi atau High Temperature Superconductor (HTS). Komponen tersebut menjadi bagian penting dalam pengoperasian reaktor fusi.

Google Terus Dukung Pengembangan Energi Masa Depan

Investasi di Proxima Fusion bukan langkah pertama Google di sektor energi fusi. Sebelumnya, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu juga menanamkan modal pada startup Commonwealth Fusion Systems.

Google bahkan telah menyepakati pembelian listrik dari perusahaan tersebut apabila pembangkit listrik komersialnya mulai beroperasi.

Di sisi lain, startup asal Amerika Serikat, Helion Energy, juga terus menarik investasi besar dari berbagai pihak, termasuk Sam Altman.

Google menilai teknologi fusi berpotensi menyediakan listrik dalam jumlah besar tanpa menghasilkan emisi karbon. Namun, perusahaan mengakui pengembangan teknologi tersebut masih menghadapi tantangan besar sebelum benar-benar memasuki tahap komersial. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Honor Win Pad Resmi Meluncur, Tablet Gaming dengan Layar 240 Hz dan Baterai 10.000 mAh
Apple Batasi Pembelian iPhone Duo Maksimal 2 Unit, Calo Jual hingga Rp89 Juta
WhatsApp Kembangkan Stiker Bersuara, Audio Bisa Ditambahkan hingga 10 Detik
Shutdown Windows Tak Mematikan PC Sepenuhnya, Ini Fungsi Fast Startup
AiMOGA Bawa Robot Humanoid dan Kursi Roda Kendali Otak ke Chery Summit 2026
Sony Rilis 3 Walkman Premium, Model Berlapis Emas Dibanderol Rp 106 Juta
Redmagic 12 Pro Plus Meluncur, HP Gaming Nubia Bisa Mainkan Gim PC Steam
Netflix PHK 1.000 Karyawan, Terbesar Sejak 2022
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Honor Win Pad Resmi Meluncur, Tablet Gaming dengan Layar 240 Hz dan Baterai 10.000 mAh

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Apple Batasi Pembelian iPhone Duo Maksimal 2 Unit, Calo Jual hingga Rp89 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:09 WIB

WhatsApp Kembangkan Stiker Bersuara, Audio Bisa Ditambahkan hingga 10 Detik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Shutdown Windows Tak Mematikan PC Sepenuhnya, Ini Fungsi Fast Startup

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:09 WIB

AiMOGA Bawa Robot Humanoid dan Kursi Roda Kendali Otak ke Chery Summit 2026

Berita Terbaru