Jakarta, APGtimes.com – Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Selasa (14/7/2026). Setelah membuka perdagangan dengan pelemahan tipis, rupiah segera bangkit dan kembali menembus level psikologis Rp18.100 per dolar AS.
Data perdagangan menunjukkan rupiah memulai sesi di posisi Rp18.116 per dolar AS. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp18.109 per dolar AS. Namun, pelaku pasar langsung mendorong rupiah menguat beberapa saat kemudian.
Hingga pukul 09.28 WIB, rupiah naik sekitar 0,13 persen ke level Rp18.085 per dolar AS. Pergerakan itu menunjukkan mata uang Garuda mampu membalikkan tekanan pada awal perdagangan.
Mata Uang Asia Bergerak Beragam
Mayoritas mata uang Asia bergerak bervariasi pada perdagangan pagi ini. Ringgit Malaysia mencatat pelemahan terdalam setelah turun sekitar 0,34 persen terhadap dolar AS.
Selain itu, peso Filipina turun sekitar 0,18 persen. Baht Thailand juga melemah sekitar 0,07 persen, sedangkan yuan China terkoreksi 0,05 persen. Dolar Singapura ikut turun sekitar 0,02 persen, sementara dolar Hong Kong hanya bergerak tipis.
Sebaliknya, won Korea Selatan memimpin penguatan mata uang Asia setelah naik sekitar 0,20 persen. Yen Jepang ikut menguat sekitar 0,02 persen. Dolar Taiwan juga mencatat kenaikan tipis pada perdagangan pagi.
IHSG Melanjutkan Penguatan
Pasar saham Indonesia juga menunjukkan kinerja positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau setelah sempat mengalami tekanan pada awal sesi.
Sampai pukul 09.28 WIB, IHSG naik sekitar 11 poin atau 0,19 persen ke level 6.049. Indeks sempat menyentuh posisi tertinggi di kisaran 6.065. Setelah itu, IHSG turun sesaat hingga mendekati level 6.002 sebelum kembali menguat.
Investor mencatat aktivitas perdagangan yang cukup tinggi. Volume transaksi mencapai sekitar 8,7 miliar saham dengan nilai lebih dari Rp4,6 triliun. Frekuensi perdagangan juga menembus 768 ribu transaksi.
Sebanyak 344 saham menguat pada perdagangan pagi. Sementara itu, 192 saham melemah dan 191 saham bergerak stabil.
Investor Masih Mencermati Sentimen Global
Pelaku pasar terus mencermati berbagai sentimen ekonomi global dan domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah maupun IHSG. Karena itu, investor masih menunggu perkembangan terbaru sebagai dasar dalam menentukan strategi investasi pada perdagangan berikutnya. (mda*)









