IHSG Melemah, Purbaya Minta Investor Tak Panik dan Tetap Optimistis

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada media di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (19/5/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada media di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (19/5/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)

Jakarta, APGtimes.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pelaku pasar tidak panik menyikapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski pasar keuangan menghadapi tekanan.

Purbaya menilai pelemahan yang terjadi lebih banyak dipengaruhi sentimen jangka pendek dibandingkan masalah mendasar pada perekonomian nasional.

“Jangan takut, fundamental ekonomi bagus. Ini mungkin ada short, ketakutan orang jangka pendek saja. Fondasi ekonomi bagus, enggak ada masalah. Pendapatan pajak di Mei saja masih kencang begitu,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Penerimaan Pajak dan Konsumsi Tetap Kuat

Purbaya menjelaskan berbagai indikator ekonomi domestik masih menunjukkan tren positif. Salah satunya terlihat dari penerimaan pajak yang tetap tumbuh pada Mei 2026.

Selain itu, ia juga melihat aktivitas ekonomi masyarakat masih berjalan cukup baik di berbagai sektor.

Baca Juga :  Harga Emas Jambi Hari Ini Bertahan, Antam Naik Jadi Rp2,66 Juta per Gram

Menurutnya, tingginya aktivitas di pusat hiburan, hotel, pusat perbelanjaan, dan lalu lintas perkotaan menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga.

“Di mana-mana ramai kan, tempat hiburan, hotel, di jalan. Jakarta juga ramai. Jadi memang domestic demand masih kuat, daya beli masyarakat masih cukup kuat,” ujarnya.

Permintaan Domestik Jadi Penopang Ekonomi

Purbaya menilai permintaan domestik masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Karena itu, ia optimistis ekonomi nasional tetap mampu tumbuh meski pasar keuangan menghadapi tekanan dari berbagai sentimen global.

Menurutnya, kekuatan konsumsi rumah tangga dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka menengah.

“Domestic demand masih kuat. Daya beli masyarakat masih cukup kuat. Itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita,” katanya.

Purbaya Yakin IHSG Akan Kembali Menguat

Meski IHSG mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir, Purbaya meyakini pasar saham Indonesia akan kembali menguat.

Ia menilai kondisi ekonomi yang solid menjadi modal penting bagi pemulihan pasar keuangan nasional.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp37.000, Cek Daftar Terbarunya

“Saya yakin akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus,” ujarnya.

Namun, Purbaya tidak memberikan proyeksi mengenai level IHSG yang dapat dicapai dalam waktu dekat.

Pemerintah Jaga Sentimen Pasar

Selain memperkuat fundamental ekonomi, pemerintah juga berupaya menjaga kepercayaan investor dan sentimen pasar.

Purbaya mengatakan pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar keuangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dalam beberapa hari terakhir, pasar keuangan Indonesia menghadapi tekanan akibat berbagai sentimen global dan domestik. Kondisi tersebut turut memengaruhi pergerakan IHSG dan nilai tukar rupiah.

Pada perdagangan Kamis (4/6/2026), IHSG kembali bergerak di zona merah. Indeks sempat dibuka di level 5.919,57 sebelum melanjutkan pelemahan pada sesi perdagangan pagi.

Meski demikian, pemerintah menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih cukup solid untuk menghadapi gejolak pasar jangka pendek. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah
Dollar AS Tertekan, Harga Emas Dunia Naik 0,9 Persen
Mulai Oktober 2026, QRIS Bebas Biaya untuk Semua Merchant hingga Rp100.000
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 17 Agustus 2026 Stabil, 1 Gram Rp2,782 Juta
Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Capai Rp195,3 Triliun, Naik 2,3 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp37.000, Cek Daftar Terbarunya
Rupiah Menguat ke Rp17.827 Usai Pidato Prabowo, Pekan Depan Bisa ke Rp17.700
Bank Danamon Ungkap Kunci Ekonomi RI Tembus 6 Persen: Investasi Harus Ciptakan Lapangan Kerja
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Dollar AS Tertekan, Harga Emas Dunia Naik 0,9 Persen

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Mulai Oktober 2026, QRIS Bebas Biaya untuk Semua Merchant hingga Rp100.000

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 17 Agustus 2026 Stabil, 1 Gram Rp2,782 Juta

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Capai Rp195,3 Triliun, Naik 2,3 Persen

Berita Terbaru

Gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) subuh.(Kontributor Kompas.com Labuan Bajo/Vera Bahali)

Nasional

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:09 WIB

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat stok BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Kota Tangerang ludes lebih cepat dari biasanya.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Ekonomi & Bisnis

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:09 WIB