Rupiah Tembus Rp18.009 per Dolar AS, Investor Bereaksi Usai Perry Warjiyo Mundur

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG BI Juni 2026, Kamis (18/56/2026). Gubernur BI Perry Warjiyo mundur dari jabatannya. (Tangkapan layar Zoom.)

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG BI Juni 2026, Kamis (18/56/2026). Gubernur BI Perry Warjiyo mundur dari jabatannya. (Tangkapan layar Zoom.)

Jakarta, APGtimes.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Senin (27/7/2026). Rupiah kehilangan 46 poin atau 0,26 persen dan mengakhiri perdagangan di level Rp18.009 per dolar Amerika Serikat (AS).

Posisi itu menandai nilai terendah rupiah dalam tujuh hari perdagangan terakhir. Pada awal perdagangan, rupiah masih berada di kisaran Rp17.976 per dolar AS.

Rupiah Tertinggal dari Mayoritas Mata Uang Asia

Indeks dolar Amerika Serikat (DXY) turun 0,26 persen ke level 101,203 pada pukul 15.00 WIB. Namun, pelemahan indeks dolar belum mampu mengangkat nilai rupiah.

Rupiah dan won Korea Selatan sama-sama melemah terhadap dolar AS. Sebaliknya, rupee India, baht Thailand, dolar Taiwan, peso Filipina, yen Jepang, ringgit Malaysia, yuan China, dolar Singapura, serta dolar Hong Kong mencatat penguatan.

Baca Juga :  Rupiah Bangkit ke Bawah Rp18.100 per Dollar AS, IHSG Menguat di Awal Perdagangan

Investor Cermati Mundurnya Perry Warjiyo

Investor langsung mencermati pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia. Sentimen tersebut menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pasar memberikan respons negatif terhadap pergantian pimpinan Bank Indonesia.

Menurut Ibrahim, Perry mengundurkan diri ketika rupiah masih menghadapi tekanan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama antara Amerika Serikat dan Iran.

Situasi tersebut mendorong investor memindahkan dana ke aset yang mereka nilai lebih aman, termasuk dolar Amerika Serikat.

Baca Juga :  Harga Emas Jambi Hari Ini, Perhiasan Tetap Rp8,6 Juta per Mayam, Antam Naik Rp17 Ribu

Pasar Tunggu Langkah Pemerintah dan BI

Selain faktor global, Ibrahim juga menyoroti isu independensi Bank Indonesia. Menurutnya, isu tersebut ikut memengaruhi kepercayaan investor terhadap pasar keuangan nasional.

Ia juga mengingatkan bahwa investor tidak hanya melihat rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB). Mereka juga menghitung kemampuan pemerintah membayar pokok utang, bunga, serta mengelola pinjaman secara efektif.

Karena itu, pelaku pasar kini menunggu langkah pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah. Mereka berharap kebijakan pemerintah dan bank sentral mampu mengembalikan kepercayaan investor serta memperkuat nilai tukar rupiah. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini 16 September 2026 Naik Tipis, Cek Daftar Lengkapnya
Harga Token Listrik PLN 9-13 September 2026, Rp50.000 Dapat Berapa kWh?
Gerobak Padang Buka Kemitraan di IFBC 2026, Bidik Ekspansi Nasional
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.645, Padahal Dollar AS Turun
Citilink Kembali Terbang Hari Ini, Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan
Harga Emas Antam Hari Ini 7 September 2026 Tak Bergerak, 1 Gram Rp2,68 Juta
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 3 September 2026 Naik, Antam Rp 2,679 Juta
Ajaib Dapat Suntikan Rp4,8 Triliun dari Jepang, Fokus Perkuat SDM Teknologi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 16 September 2026 Naik Tipis, Cek Daftar Lengkapnya

Rabu, 9 September 2026 - 14:09 WIB

Harga Token Listrik PLN 9-13 September 2026, Rp50.000 Dapat Berapa kWh?

Rabu, 9 September 2026 - 13:09 WIB

Gerobak Padang Buka Kemitraan di IFBC 2026, Bidik Ekspansi Nasional

Selasa, 8 September 2026 - 15:09 WIB

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.645, Padahal Dollar AS Turun

Selasa, 8 September 2026 - 13:09 WIB

Citilink Kembali Terbang Hari Ini, Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan

Berita Terbaru

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai ketika memberikan sambutan dalam acara forum koordinasi Kebijakan HAM, Kamis (17/9/2026)(Febryan Kevin/Kompas.com )

Nasional

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:09 WIB