Aceh, APGtimes.com – Kelangkaan semen masih terjadi di sejumlah wilayah Aceh karena permintaan melonjak tajam seiring banyaknya proyek pemerintah yang berjalan secara bersamaan. Lonjakan kebutuhan itu menguras stok di pasaran dan mendorong harga semen naik signifikan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara langsung meminta produsen semen menambah kapasitas produksi. Langkah itu bertujuan menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menekan lonjakan harga.
Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Aceh Utara Khusairi mengatakan PT Solusi Bangun Andalas kini menjalankan operasional pabrik selama 24 jam setiap hari. Sebelumnya, perusahaan hanya memproduksi semen selama 16 jam.
“Kami meminta produsen meningkatkan produksi agar masyarakat kembali mudah memperoleh semen,” ujar Khusairi, Jumat (31/7/2026).
Proyek Serentak Tingkatkan Permintaan
Khusairi menjelaskan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, revitalisasi sekolah, Sekolah Garuda, Sekolah Rakyat, serta proyek infrastruktur pascabanjir membuat kebutuhan semen meningkat drastis.
Lonjakan permintaan membuat distributor kesulitan memenuhi kebutuhan pasar. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong produsen mempercepat produksi agar stok kembali normal.
Harga Semen Melonjak
Kepala Disperindagkop UKM Kota Lhokseumawe Nelvia Surimena mengatakan harga semen kini mencapai Rp110.000 hingga Rp120.000 per sak. Sebelumnya, masyarakat hanya membeli semen dengan harga sekitar Rp55.000 hingga Rp60.000 per sak.
Nelvia menjelaskan banyak toko bangunan kehabisan stok karena permintaan terus meningkat. Proyek pembangunan di Kota Lhokseumawe juga menyerap pasokan semen dalam jumlah besar.
Distribusi Belum Lancar
Pengiriman semen dari Medan belum mampu menambah stok di Aceh. Antrean truk untuk memperoleh solar memperlambat distribusi menuju Lhokseumawe.
Kondisi itu membuat distributor kesulitan memenuhi kebutuhan pasar. Karena itu, pemerintah berharap peningkatan produksi pabrik dan kelancaran distribusi segera mengakhiri kelangkaan serta menstabilkan harga semen di Aceh. (de*)









