Zulhas Bongkar Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, SPPG Membengkak 6.877 Titik

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menggelar rapat koordinasi bersama kementerian teknis terkait di kantornya, Jakarta, Selasa (9/6/2026). (KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menggelar rapat koordinasi bersama kementerian teknis terkait di kantornya, Jakarta, Selasa (9/6/2026). (KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)

Jakarta, APGtimes.com — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkap adanya dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Zulkifli Hasan atau Zulhas menyebut jumlah dapur MBG saat ini mencapai 27.877 titik. Angka tersebut jauh melampaui rencana awal yang hanya sebanyak 21.000 titik.

Akibatnya, jumlah SPPG bertambah sebanyak 6.877 titik dari target yang telah ditetapkan pemerintah.

“Terjadi jual beli titik. Yang seharusnya rencana awal 21.000 titik, sekarang sudah ada 27.877 titik. Jadi ada pembengkakan 6.877 titik,” kata Zulhas usai rapat bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Potensi Pemborosan Capai Rp12 Triliun Setahun

Zulhas menilai lonjakan jumlah dapur MBG berpotensi membebani anggaran negara dalam jumlah besar.

Menurutnya, pemerintah harus mengeluarkan insentif lebih dari Rp1 triliun setiap bulan akibat bertambahnya ribuan titik dapur tersebut.

Baca Juga :  Terungkap! 32 Peserta Latsarmil SPPI Sedang Hamil, Kemenhan Ambil Keputusan Ini

Jika kondisi itu terus berlangsung selama satu tahun, potensi pemborosan anggaran dapat mencapai lebih dari Rp12 triliun.

“Kalau satu bulan lebih dari Rp1 triliun, berarti setahun bisa sekitar Rp12 triliun. Karena itu perlu penataan dan perbaikan segera,” ujarnya.

Pemerintah Lakukan Penataan Selama Sebulan

Pemerintah akan melakukan pembenahan tata kelola Badan Gizi Nasional selama satu bulan ke depan.

Langkah tersebut bertujuan memperbaiki sistem pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Zulhas menegaskan pemerintah akan mempertahankan program yang berjalan baik. Sebaliknya, pemerintah akan mengevaluasi dan memperbaiki berbagai temuan yang dianggap bermasalah.

“Satu bulan ini kita fokus melakukan penataan. Yang baik tentu kita lanjutkan, sedangkan yang bermasalah harus segera diperbaiki,” katanya.

Zulhas Optimistis Manajemen Baru BGN Lebih Baik

Dalam kesempatan itu, Zulhas juga mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mengganti struktur kepemimpinan Badan Gizi Nasional.

Baca Juga :  KPK Tegaskan Kasus Korupsi MBG Belum Dihentikan, Ini Penjelasannya

Ia berharap manajemen baru mampu memperbaiki berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Menurutnya, kepemimpinan baru harus memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan sesuai tujuan dan harapan masyarakat.

“Akhirnya Presiden mengambil keputusan dengan menghadirkan manajemen baru. Kami berharap mereka bisa menjalankan program ini lebih baik lagi,” ujar Zulhas.

MBG Jadi Sorotan Publik

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program unggulan pemerintah yang menyasar jutaan pelajar di seluruh Indonesia.

Namun dalam beberapa bulan terakhir, program tersebut menghadapi berbagai sorotan. Mulai dari dugaan penyimpangan tata kelola, masalah pendanaan, hingga temuan dugaan jual beli titik dapur MBG.

Pemerintah kini berupaya memperbaiki sistem pengawasan dan tata kelola agar pelaksanaan program berjalan transparan, efisien, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya
BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Makin Kuat, Pengamat Ungkap 11 Pejabat yang Layak Dievaluasi
Membludak! Pendaftar Magang Nasional 2026 Capai 300 Ribu, Kuota Tahap I Cuma 50 Ribu
Prabowo Resmikan 7 Kejari Baru, Kejagung Langsung Siapkan Kantor dan Operasional
Aturan Baru Pilkades 2027 Resmi Berlaku, Calon Tunggal Kini Bisa Melawan Kotak Kosong
Pemerintah Resmi Terbitkan Izin, Pembangunan 17 Yonif Teritorial TNI AD Segera Berjalan
Sudaryono Larang Dapur MBG Cari Bahan Murah, Wajib Ikuti Harga Acuan Pemerintah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:09 WIB

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:09 WIB

BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:09 WIB

Membludak! Pendaftar Magang Nasional 2026 Capai 300 Ribu, Kuota Tahap I Cuma 50 Ribu

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:09 WIB

Prabowo Resmikan 7 Kejari Baru, Kejagung Langsung Siapkan Kantor dan Operasional

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:09 WIB

Aturan Baru Pilkades 2027 Resmi Berlaku, Calon Tunggal Kini Bisa Melawan Kotak Kosong

Berita Terbaru

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Internasional

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:09 WIB