Apple Beri Peringatan Besar soal iPhone, Saham Langsung Anjlok Lebih 7 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, APGtimes.com – Apple memperingatkan pasokan iPhone, iPad, dan sejumlah produk andalannya akan menghadapi tekanan lebih besar dalam beberapa bulan ke depan. Peringatan itu langsung memicu kekhawatiran investor hingga mendorong saham Apple turun lebih dari 7 persen setelah penutupan perdagangan Kamis.

Meski menghadapi tantangan pasokan, Apple tetap mencatat kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pasar. Perusahaan membukukan pendapatan 109 miliar dollar AS atau sekitar Rp1.966 triliun pada kuartal April–Juni 2026. Angka tersebut meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Apple juga meraih laba bersih sebesar 29 miliar dollar AS atau sekitar Rp523 triliun. Penjualan iPhone dan komputer Mac yang terus meningkat menjadi motor utama pertumbuhan tersebut.

Apple Hadapi Lonjakan Permintaan

CEO Apple Tim Cook mengungkapkan perusahaan menghadapi tekanan pasokan yang lebih besar pada kuartal berikutnya. Menurutnya, kendala yang sebelumnya hanya muncul pada lini Mac kini mulai memengaruhi iPhone dan iPad.

Cook menjelaskan Apple mengalami keterbatasan kapasitas produksi sehingga perusahaan belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar.

Baca Juga :  Rupiah dan IHSG Kompak Anjlok di Awal Perdagangan, Bursa Merah di Seluruh Sektor

Ia menegaskan permintaan konsumen meningkat jauh lebih cepat daripada perkiraan perusahaan. Karena itu, Apple harus mengatur distribusi produk secara lebih ketat.

Apple juga menggunakan chip berteknologi tinggi yang diproduksi Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC). Kebutuhan chip tersebut terus meningkat seiring melonjaknya permintaan perangkat premium.

Penjualan iPhone dan Mac Terus Tumbuh

Apple mencatat penjualan iPhone naik 22 persen pada kuartal yang berakhir Juni 2026. Penjualan komputer Mac juga tumbuh 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, Apple memperoleh tambahan margin laba sekitar dua persen setelah menerima pengembalian tarif impor dari pemerintah Amerika Serikat.

Perusahaan akan menginvestasikan kembali dana tersebut untuk memperluas kapasitas manufaktur di Amerika Serikat. Namun, Apple masih memproduksi sebagian besar perangkatnya di China.

Siri AI Siap Dorong Pertumbuhan

Apple terus mempercepat pengembangan Siri berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Saat ini perusahaan masih menguji teknologi tersebut sebelum meluncurkannya secara luas.

Baca Juga :  Rupiah Menguat ke Rp18.036 per Dollar AS, BI dan Pemerintah Perkuat Stabilitas

Cook optimistis Siri generasi terbaru akan memperkuat daya saing Apple. Selain itu, Apple terus mengembangkan teknologi AI yang dapat berjalan langsung di perangkat agar lebih cepat dan efisien.

Di sisi lain, Apple juga terus berdiskusi dengan regulator Uni Eropa agar Siri terbaru dapat meluncur secara bersamaan di berbagai negara.

Amazon Raup Pertumbuhan dari AWS

Sementara itu, Amazon juga mencatat kinerja positif pada kuartal kedua 2026. Investor merespons laporan tersebut dengan mendorong saham Amazon naik sekitar 10 persen setelah penutupan perdagangan.

CEO Amazon Andy Jassy mengatakan Amazon Web Services (AWS) tumbuh 37 persen dibandingkan tahun lalu. Capaian itu menjadi pertumbuhan tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Amazon membukukan pendapatan sebesar 200 miliar dollar AS dan laba mencapai 63 miliar dollar AS. Meski begitu, perusahaan tetap meningkatkan investasi AI hingga 220 miliar dollar AS pada tahun ini demi memperkuat daya saing bisnis cloud dan teknologi kecerdasan buatan. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Destry Damayanti Pastikan Kebijakan BI Tetap Berjalan Meski Perry Warjiyo Mundur
Harga Emas Antam Hari Ini 30 Juli 2026 Tetap Rp 2,6 Juta per Gram
Airlangga Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh di Atas 5 Persen, Investasi Jadi Penopang Utama
Purbaya Buka Suara soal Mundurnya Perry Warjiyo, Sebut Destry Siap Jaga Stabilitas
Rupiah Masih Tertekan, Cek Kurs Dollar AS di BCA, Mandiri, dan BNI Hari Ini
Rupiah Tembus Rp18.009 per Dolar AS, Investor Bereaksi Usai Perry Warjiyo Mundur
Zhafira Wedding Organizer Jadi Pilihan Calon Pengantin di Sungai Penuh dan Kerinci, Layanannya Lengkap
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp3.000, Cek Daftar Lengkap Harga 22 Juli 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:09 WIB

Apple Beri Peringatan Besar soal iPhone, Saham Langsung Anjlok Lebih 7 Persen

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:09 WIB

Destry Damayanti Pastikan Kebijakan BI Tetap Berjalan Meski Perry Warjiyo Mundur

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 30 Juli 2026 Tetap Rp 2,6 Juta per Gram

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:09 WIB

Airlangga Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh di Atas 5 Persen, Investasi Jadi Penopang Utama

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:09 WIB

Purbaya Buka Suara soal Mundurnya Perry Warjiyo, Sebut Destry Siap Jaga Stabilitas

Berita Terbaru