Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 38 Orang, 13 Luka dan 2.000 Warga Mengungsi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR melakukan operasi pencarian dan penyelamatan korban gempa Kolombia di reruntuhan bangunan Kota Cali, Kolombia, 12 Agustus 2026.(XINHUA/ANDRES MORENO)

Tim SAR melakukan operasi pencarian dan penyelamatan korban gempa Kolombia di reruntuhan bangunan Kota Cali, Kolombia, 12 Agustus 2026.(XINHUA/ANDRES MORENO)

Jakarta, APGtimes.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 38 orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan data tersebut berdasarkan laporan yang masuk hingga pukul 15.00 WIB.

“Sampai dengan pukul 15.00 WIB sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian, 2 jiwa luka berat, 11 luka ringan,” kata Suharyanto dalam jumpa pers daring, Sabtu.

Dengan demikian, BNPB mencatat sedikitnya 13 orang mengalami luka akibat gempa tersebut.

Baca Juga :  Hujan Deras Terjang Pematangsiantar, Dua Rumah Roboh dan Delapan Warga Terluka

Sekitar 2.000 Warga Mengungsi

Selain korban meninggal dan luka-luka, sekitar 2.000 warga memilih mengungsi secara mandiri setelah gempa mengguncang sejumlah wilayah di NTT.

BNPB masih memantau kondisi warga dan dampak gempa di berbagai daerah terdampak. Petugas juga terus memperbarui data seiring masuknya laporan dari lapangan.

Gempa kuat tersebut turut memicu longsor yang menutup sejumlah ruas jalan. Kementerian Pekerjaan Umum masih mendata kondisi dan tingkat kerusakan pada jalur yang terdampak.

Rumah hingga Fasilitas Kesehatan Rusak

Gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. BNPB melaporkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan.

Baca Juga :  5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya

Selain rumah, sejumlah fasilitas kesehatan turut terdampak. Puskesmas dan satu rumah sakit di Maumere mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.

Suharyanto mengingatkan bahwa data tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan baru memasuki hari pertama setelah bencana.

“Datanya akan berkembang terus dan nanti akan diberikan informasi kepada rekan-rekan media secara day-to-day, hari per hari,” ujarnya.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan penanganan serta pendataan korban dan kerusakan akibat gempa NTT M 7,7. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR RI, UU Ketenagakerjaan, Puan Maharani, Putusan MK, MK, pekerja, buruh, ketenagakerjaan, UU Cipta Kerja,
Prabowo Ungkap Rp52 Triliun Uang Negara Berhasil Diselamatkan dari Penertiban Hutan
Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat
Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini
5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya
TNI AD Ungkap Alasan 6 Kodam Baru Dibentuk, Ada Pertimbangan Geografis hingga Sosial
BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat
DPR Jelaskan Kenapa Rapat RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Kerap Digelar Tertutup
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:09 WIB

DPR RI, UU Ketenagakerjaan, Puan Maharani, Putusan MK, MK, pekerja, buruh, ketenagakerjaan, UU Cipta Kerja,

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Prabowo Ungkap Rp52 Triliun Uang Negara Berhasil Diselamatkan dari Penertiban Hutan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:09 WIB

5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya

Berita Terbaru