Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI terkait permasalahan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan honorer di Ruang Rapat Komisi II DPR RI, Jakarta, Senin (8/6/2026). (DOK. Humas Kemendagri)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI terkait permasalahan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan honorer di Ruang Rapat Komisi II DPR RI, Jakarta, Senin (8/6/2026). (DOK. Humas Kemendagri)

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta kementerian dan pemerintah daerah mempercepat rehabilitasi serta rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Tito menyampaikan arahan tersebut saat memimpin rapat internal pembaruan data bencana Sumatera di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Tito mengevaluasi penyaluran anggaran sekaligus perkembangan program pemulihan di lapangan.

Sejumlah kementerian sudah menerima anggaran dan mulai menjalankan program. Kementerian tersebut antara lain Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Sosial.

Jalan dan Jembatan Jadi Prioritas

Tito mengatakan masyarakat membutuhkan pemulihan infrastruktur dasar secara cepat. Jalan dan jembatan yang rusak menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan aktivitas warga.

Baca Juga :  Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Siaga El Nino, BMKG Prediksi Mulai Juli 2026

“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini di sana itu jelas, nomor satu adalah masalah jalan. Jalan-jalan yang rusak, jembatan rusak,” kata Tito.

Menurutnya, Kementerian Pekerjaan Umum sudah mendapatkan anggaran untuk menangani infrastruktur yang rusak akibat bencana.

Selain jalan dan jembatan, pemerintah juga perlu memulihkan sekolah, lahan pertanian, tambak, usaha perikanan, madrasah, pesantren, serta rumah ibadah.

Tito turut meminta pemerintah memperhatikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengalami kerusakan pada warung maupun tempat usaha mereka.

Anggaran Diminta Segera Digunakan

Tito meminta kementerian dan lembaga yang sudah menerima anggaran segera menjalankan program pemulihan. Ia tidak ingin anggaran yang tersedia justru tertahan dan memperlambat proses rehabilitasi.

Baca Juga :  Gaji Kepala Daerah Berpeluang Naik, Kemendagri Siapkan Aturan Baru Berbasis Kinerja

Untuk kementerian dan lembaga yang masih menunggu pencairan anggaran, Tito meminta mereka berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan.

“Jadi selain pusat juga bekerja, K/L yang sudah turun, daerah yang sudah dapat uang ini juga bergerak,” ujarnya.

Satgas Diminta Turun Langsung

Tito juga meminta Satgas PRR melakukan pemantauan langsung secara berkala ke wilayah terdampak.

Pemantauan tersebut bertujuan memastikan program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Tim juga perlu menemukan persoalan baru yang belum masuk dalam perencanaan awal.

Selain itu, Satgas harus memantau penggunaan tambahan anggaran yang telah pemerintah berikan kepada pemerintah daerah.

Tito menegaskan seluruh anggaran tersebut harus pemerintah manfaatkan secara optimal agar proses pemulihan wilayah terdampak bencana Sumatera berjalan lebih cepat. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027
Purbaya Siapkan Rp31 Triliun, PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi Penuh Waktu pada 2027
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB