Menkes Ingatkan Bahaya Asap Karhutla, PM2,5 Bisa Picu ISPA

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asap Tebal akibat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sepanjang ruas Tol Balikpapan-Samarinda, Kalimantan Timur.(Dok. Damkar Kukar)

Asap Tebal akibat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sepanjang ruas Tol Balikpapan-Samarinda, Kalimantan Timur.(Dok. Damkar Kukar)

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar mewaspadai paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Partikel halus PM2,5 dalam asap dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2,5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA,” kata Budi dalam keterangan pers, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Budi, PM2,5 merupakan partikel udara berukuran kurang dari 2,5 mikrometer yang muncul dari proses pembakaran. Ukurannya yang sangat kecil membuat partikel tersebut dapat terhirup hingga bagian dalam paru-paru.

“Sangat berbahaya karena mampu terhirup hingga ke rongga terdalam paru-paru,” ujar Budi.

Baca Juga :  Klaim Fiktif BPJS Ketenagakerjaan Rp24,5 Miliar Terungkap, Pakai Sistem Reimbursement

Paparan asap karhutla dapat menimbulkan berbagai keluhan. Masyarakat bisa mengalami iritasi mata, tenggorokan terasa gatal, batuk, hingga sesak napas. Paparan dalam jumlah tinggi juga dapat memperburuk kondisi orang yang sudah memiliki gangguan paru-paru.

Anak-anak dan lansia lebih rentan

Budi mengingatkan kelompok rentan agar lebih berhati-hati ketika kualitas udara memburuk akibat asap karhutla. Kelompok tersebut mencakup anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru.

Menkes juga mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika asap mulai memenuhi udara.

“Masker adalah garis pertahanan pertama yang paling mudah diakses masyarakat ketika langit mulai kelabu tertutup asap,” kata Budi.

Penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan partikel berbahaya ketika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga :  Enam Dokter Magang Meninggal pada 2026, Kemenkes Akhirnya Evaluasi Program Internship

Karhutla meluas ke tujuh provinsi

Data Kementerian Kesehatan hingga Jumat (21/8/2026) menunjukkan karhutla telah terjadi di 87 kabupaten/kota yang tersebar pada tujuh provinsi.

Ketujuh provinsi tersebut meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Kemenkes mencatat sekitar 3 juta orang di 37 kabupaten/kota mengalami paparan langsung kabut asap akibat karhutla.

Pemerintah meminta masyarakat tidak mengabaikan gangguan kesehatan yang muncul selama kabut asap menyelimuti wilayah tempat tinggal.

Warga yang mengalami sesak napas, batuk terus-menerus, nyeri dada, atau iritasi mata berat sebaiknya segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Penanganan sejak awal dapat membantu mencegah gangguan kesehatan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Pastikan Mahasiswa Terkait Kasus Korupsi Unsoed Tetap Bisa Kuliah
Prabowo Kerahkan TNI-Polri Tangani Karhutla di 4 Provinsi Kalimantan
Harga BBM Pertamina Hari Ini 22 Agustus 2026, Cek Pertamax hingga Pertalite
Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:09 WIB

KPK Pastikan Mahasiswa Terkait Kasus Korupsi Unsoed Tetap Bisa Kuliah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Menkes Ingatkan Bahaya Asap Karhutla, PM2,5 Bisa Picu ISPA

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Prabowo Kerahkan TNI-Polri Tangani Karhutla di 4 Provinsi Kalimantan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Harga BBM Pertamina Hari Ini 22 Agustus 2026, Cek Pertamax hingga Pertalite

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Berita Terbaru

Asap Tebal akibat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sepanjang ruas Tol Balikpapan-Samarinda, Kalimantan Timur.(Dok. Damkar Kukar)

Nasional

Menkes Ingatkan Bahaya Asap Karhutla, PM2,5 Bisa Picu ISPA

Sabtu, 22 Agu 2026 - 13:09 WIB

Ilustrasi mobil listrik.(Shutterstock)

Internasional

4,3 Juta Mobil Listrik di China Direcall, Gagang Pintu Jadi Masalah

Sabtu, 22 Agu 2026 - 11:09 WIB