Palembang, APGtimes.com – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (25/9/2026). Kondisi tersebut mengejutkan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru karena kualitas udara sebelumnya sempat membaik setelah hujan turun di sejumlah wilayah.
“Tadi saya juga terkejut, ini kok (Palembang) masih kabut asap,” kata Herman Deru, Jumat.
Herman menduga angin membawa asap dari wilayah yang masih mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, ia masih menunggu laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel untuk memastikan sumber asap.
“Saya mau minta laporan dari BPBD dulu, di mana yang masih menjadi penyumbang titik panas,” ujarnya.
OMC Sudah Lebih dari 60 Kali
Pemerintah Sumsel terus menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi dampak karhutla.
Herman mengatakan pemerintah telah menjalankan OMC lebih dari 60 kali. Ia juga menginstruksikan pelaksanaan operasi tersebut mengikuti informasi dan imbauan dari BMKG.
“Konsep terbaik adalah OMC. Meskipun biayanya tidak murah, kami sudah lakukan sudah lebih dari 60 kali untuk OMC,” jelas Herman.
Menurut dia, informasi BMKG juga memperkirakan wilayah Sumsel baru memasuki periode hujan pada awal November 2026.
Herman Minta Warga Tidak Bakar Lahan
Selain mengandalkan upaya pemerintah, Herman meminta masyarakat meningkatkan kesadaran untuk tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan.
Ia mengaku masih menemukan warga yang membakar kebun di tengah Kota Palembang. Karena itu, Herman meminta pemerintah kabupaten dan kota kembali mengingatkan masyarakat mengenai bahaya pembakaran terbuka.
“Kemarin contoh, saya habis mengantar cucu sekolah. Lah kok di tengah kota ada orang bakar-bakar di kebunnya,” katanya.
Herman meminta jajaran pemerintah daerah menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membakar apa pun di sekitar rumah maupun lahan.
PM2.5 Sempat Masuk Kategori Berbahaya
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan kualitas udara Palembang mulai memburuk sejak Jumat dini hari.
Konsentrasi partikulat halus PM2.5 bahkan sempat mencapai kategori berbahaya pada pukul 01.00 WIB.
Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara Palembang kembali menghadapi tekanan akibat kabut asap. Pemerintah daerah masih memantau sumber asap dan perkembangan titik panas di wilayah Sumsel. (aw*)









