Karhutla Kerumutan Tinggal Asap, Menhut Ingatkan Bara Gambut Bisa Muncul Lagi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemandangan Kompleks DPR/MPR/DPD, di Senayan, Jakarta.(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)

Pemandangan Kompleks DPR/MPR/DPD, di Senayan, Jakarta.(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)

Pekanbaru, APGtimes.com – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta tim gabungan tidak meninggalkan lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, sebelum proses pendinginan benar-benar tuntas.

Raja Juli menyampaikan hal itu setelah melihat langsung kondisi kawasan karhutla di Kerumutan. Saat kunjungan berlangsung, petugas sudah berhasil menghilangkan kobaran api. Namun, asap masih muncul dari sejumlah bagian lahan gambut.

Menurut Raja Juli, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya bara di bawah permukaan tanah. Lahan gambut memiliki karakter berbeda karena api dapat merambat di dalam tanah dan kembali muncul ketika kondisi kembali kering.

“Api sudah tidak ada, tinggal tadi ada pendinginan. Prosesnya harus benar-benar memastikan tidak ada lagi asap,” ujar Raja Juli.

Baca Juga :  Tarif Visa on Arrival Indonesia Bakal Naik hingga Rp 1 Juta, Ini Rinciannya

Bara Gambut Masih Jadi Ancaman

Raja Juli meminta petugas terus menyiram dan mendinginkan kawasan yang terbakar. Ia khawatir angin kembali memicu bara yang masih tersimpan di bawah permukaan gambut.

“Kalau proses pendinginannya tidak terlalu sempurna, kalau nanti ada angin lagi, bisa nyala lagi. Potensi itu masih tetap ada,” katanya.

Karena itu, ia meminta tim tetap berada di lokasi sampai kondisi benar-benar aman. Pemerintah tidak ingin kebakaran kembali muncul setelah petugas meninggalkan kawasan.

Selain pemadaman dan pendinginan, pemerintah juga menangani dampak karhutla terhadap masyarakat. Layanan kesehatan, bantuan sosial, serta pemulihan kawasan menjadi bagian dari penanganan di Riau.

Riau Perkuat Penanganan Karhutla

Raja Juli sebelumnya menilai Riau mampu menjalankan penanganan karhutla secara lebih menyeluruh. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat bergerak menangani kebakaran sekaligus dampaknya.

Baca Juga :  Viral di Medsos, Sapi 1,1 Ton dari Padang Terpilih Jadi Kurban Presiden

Ia juga mengapresiasi koordinasi lintas lembaga dalam mengendalikan kebakaran di kawasan gambut.

Di sisi lain, pemerintah terus menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memanfaatkan peluang terbentuknya awan hujan di Riau. OMC menjadi salah satu langkah pendukung untuk membantu membasahi wilayah rawan karhutla.

Penanganan juga mencakup upaya pemulihan kawasan. Pemerintah mulai menjalankan penanaman kembali di sejumlah area tanpa menunggu seluruh rangkaian penanganan karhutla selesai.

Raja Juli menegaskan, pemerintah harus menjaga kewaspadaan meski kobaran api sudah tidak terlihat. Pendinginan menjadi tahap penting untuk memastikan bara di dalam gambut tidak kembali memicu kebakaran. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB