Jakarta, APGtimes.com – Sebanyak 3.220 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari unsur tenaga kesehatan mengikuti ujian Computer Assisted Test (CAT) secara serentak pada Senin (31/8/2026).
Kementerian Haji dan Umrah menggelar ujian tersebut di 34 titik lokasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) di seluruh Indonesia. Ujian CAT menjadi tahap kedua dalam rangkaian seleksi PPIH untuk musim haji 2027.
Kasubdit Penyiapan, Pemetaan, dan Rekrutmen Petugas Haji, Ihsan Faisal, mengatakan pemerintah menerapkan seleksi berlapis untuk mencari petugas yang profesional dan amanah.
“Petugas haji adalah ujung tombak pelayanan ke jemaah. Sesuai arahan pimpinan, proses rekrutmen harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan profesional sejak tahap awal untuk memastikan petugas yang dihasilkan betul-betul siap melayani,” ujar Ihsan.
Hasil CAT Diumumkan 1 September
Proses seleksi PPIH kesehatan 2027 mencakup empat tahap. Panitia memulai proses dengan memeriksa administrasi dan dokumen peserta.
Peserta yang lolos pemeriksaan administrasi kemudian mengikuti ujian CAT. Setelah itu, peserta yang memenuhi ketentuan akan menjalani pemeriksaan kesehatan atau Medical Check-Up (MCU).
Panitia menjadwalkan pengumuman hasil CAT pada 1 September 2026. Peserta yang lolos kemudian mengikuti MCU pada 3-8 September 2026.
Ihsan mengatakan panitia akan memeriksa dan memvalidasi hasil MCU sebelum menentukan peserta yang berhak mengikuti pendidikan dan pelatihan.
Diklat PPIH Berlangsung 30 Hari
Peserta yang lolos seluruh tahapan seleksi akan mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH selama 30 hari.
Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kesiapan fisik, mental, kemampuan teknis, dan keterampilan pelayanan calon petugas sebelum mereka bertugas di Tanah Suci.
“Proses penyaringan yang panjang dan ketat ini bertujuan untuk memenuhi formasi ideal di setiap kelompok terbang (kloter),” tutur Ihsan.
Tahapan seleksi yang panjang membuat peserta harus melewati setiap proses secara bertahap. Karena itu, kelulusan CAT belum otomatis menjamin peserta masuk ke tahap akhir.
Satu Kloter Ditemani Empat Petugas
Regulasi terbaru menetapkan empat petugas untuk mendampingi setiap kelompok terbang. Komposisinya terdiri dari dua petugas kesehatan dan dua petugas nonkesehatan.
Dua petugas kesehatan biasanya terdiri dari satu dokter dan satu perawat. Sementara itu, petugas nonkesehatan terdiri dari ketua kloter dan pembimbing ibadah.
“Untuk petugas kesehatan di kloter ada dua orang, biasanya terdiri dari satu dokter dan satu perawat. Ditambah lagi petugas non-kesehatan, yakni ketua kloter dan pembimbing ibadah. Jadi total ada empat orang petugas dalam satu kloter,” kata Ihsan.
Pemerintah berharap rangkaian seleksi tersebut menghasilkan petugas yang tangguh dan responsif. Mereka nantinya akan berhadapan langsung dengan berbagai kebutuhan jemaah selama menjalankan ibadah haji. (de*)









