DPR Ungkap Modus Perekrutan WNI Jadi Tentara Rusia, Diiming-imingi Gaji Besar

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad saat memimpin rapat paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (8/12/2025).(DPR/Munchen dan Vel)

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad saat memimpin rapat paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (8/12/2025).(DPR/Munchen dan Vel)

Jakarta, APGtimes.com – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkap informasi mengenai dugaan perekrutan warga negara Indonesia (WNI) untuk bergabung dengan militer Rusia. Menurut Dasco, perekrut menggunakan modus penawaran pekerjaan dengan gaji tinggi untuk menarik calon tenaga kerja.

Dasco mengatakan, otoritas intelijen Indonesia menemukan indikasi perekrutan melalui negara ketiga. Para perekrut menawarkan pekerjaan yang seolah-olah tidak berkaitan dengan aktivitas militer.

“Yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun tenaga administrasi, yang diiming-imingi oleh gaji yang besar,” kata Dasco saat konferensi pers di Gedung DPR RI, Selasa (1/9/2026).

Menurut informasi yang diterima DPR, calon pekerja mendapat tawaran sebagai petugas keamanan maupun tenaga administrasi. Namun, tawaran tersebut diduga menjadi pintu masuk untuk mengarahkan mereka bergabung dengan militer Rusia.

DPR Ungkap Modus Perekrutan

Dasco menjelaskan, perekrut memanfaatkan tawaran pekerjaan dengan imbalan tinggi untuk menarik perhatian WNI. Mereka juga menggunakan pihak ketiga dalam proses perekrutan sehingga calon tenaga kerja tidak langsung mengetahui tujuan sebenarnya.

Baca Juga :  Prabowo Targetkan 100.000 Sekolah Diperbaiki pada 2028, 71.744 Sudah Direvitalisasi

Informasi tersebut muncul setelah Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Sluzhba zovnishn’oyi rozvidky Ukrayiny (SZRU) menyebut adanya delapan WNI yang diduga bergabung dengan militer Rusia.

SZRU menyampaikan laporan tersebut melalui laman resminya pada 27 Agustus 2026. Lembaga intelijen Ukraina itu mengklaim menemukan dokumen terkait perekrutan sedikitnya delapan warga Indonesia.

Pihak Ukraina menyebut Rusia menawarkan sejumlah keuntungan kepada warga asing. Tawaran itu antara lain gaji tinggi, pekerjaan yang diklaim bersifat non-kombatan, percepatan proses kewarganegaraan, serta tunjangan sosial.

Menhan Sebelumnya Sebut Belum Terima Informasi

Pernyataan Dasco muncul sehari setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan belum menerima laporan intelijen mengenai delapan WNI yang disebut Ukraina bergabung dengan militer Rusia.

Baca Juga :  DPR Ingatkan RUU Perampasan Aset Tak Boleh Langgar HAM, Aparat Jadi Kunci

Sjafrie menyampaikan hal tersebut saat berada di Gedung DPR RI, Senin (31/8/2026). Ia mengatakan belum memperoleh informasi terkait dugaan keterlibatan delapan WNI tersebut.

“Tidak ada. Saya tidak menerima laporan ini. Tidak ada informasi,” ujar Sjafrie.

Sementara itu, SZRU menyebut Rusia terus merekrut warga asing untuk memperkuat personelnya dalam perang melawan Ukraina. Selain Indonesia, lembaga tersebut juga menyebut warga Nepal, Kuba, Kenya, dan India sebagai bagian dari pola perekrutan serupa.

SZRU mengklaim sebagian warga asing yang menerima tawaran tersebut akhirnya dikirim ke medan perang. Bahkan, beberapa di antaranya disebut menghadapi kondisi berbahaya tanpa pelatihan memadai.

Dugaan perekrutan WNI ini kini menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Informasi dari intelijen Indonesia dan laporan pihak Ukraina menjadi dasar bagi aparat terkait untuk menelusuri lebih lanjut modus serta pihak-pihak yang terlibat. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Reforma Agraria Bakal Jadi Aturan Khusus, Tanah LTRA Tak Lagi Tunduk pada UU Sektoral
Hasan Nasbi Ungkit Perjalanan Politik Prabowo: Pernah Diberhentikan, Kini Jadi Presiden
Tito Karnavian Soroti Utang Daerah, Pemda Diminta Hitung Kemampuan Fiskal Sebelum Terbitkan Obligasi
Prabowo Janjikan Bonus Rp3 Miliar untuk Atlet Peraih Emas Asian Games 2026
Prabowo kepada Atlet Asian Games 2026: Saya Presiden, tapi Belum Bisa Seperti Kalian
Kortastipidkor Temukan 3 Masalah Besar dalam Program Kopdes Merah Putih
Kejagung Periksa 5 Saksi Kasus Korupsi MBG, Ada ASN BGN dan Pegawai BUMN
Rini Widyantini Dorong Keadilan Digital dalam Transformasi Layanan Hukum
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:09 WIB

RUU Reforma Agraria Bakal Jadi Aturan Khusus, Tanah LTRA Tak Lagi Tunduk pada UU Sektoral

Rabu, 16 September 2026 - 13:09 WIB

Hasan Nasbi Ungkit Perjalanan Politik Prabowo: Pernah Diberhentikan, Kini Jadi Presiden

Rabu, 16 September 2026 - 12:09 WIB

Tito Karnavian Soroti Utang Daerah, Pemda Diminta Hitung Kemampuan Fiskal Sebelum Terbitkan Obligasi

Rabu, 9 September 2026 - 20:09 WIB

Prabowo Janjikan Bonus Rp3 Miliar untuk Atlet Peraih Emas Asian Games 2026

Rabu, 9 September 2026 - 19:09 WIB

Prabowo kepada Atlet Asian Games 2026: Saya Presiden, tapi Belum Bisa Seperti Kalian

Berita Terbaru