Banjir Bandang Solok, Mendagri Ungkap Hujan Lebat Masih Terjadi di Sejumlah Wilayah Sumatera

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kindisi kantor dinas pertanian kabupaten solom pasca dihantam baniir bandang, Selasa (22/9/2026).(Rahmat Panji (Kompas.com))

Kindisi kantor dinas pertanian kabupaten solom pasca dihantam baniir bandang, Selasa (22/9/2026).(Rahmat Panji (Kompas.com))

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti kondisi cuaca di sejumlah wilayah Sumatera setelah banjir bandang melanda Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Tito mengatakan beberapa wilayah Sumatera masih mengalami hujan meski sebagian daerah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut, menurut dia, turut meningkatkan risiko bencana susulan.

“Begitu terjadi bencana, masih ada lagi bencana-bencana susulan. Kenapa? Karena di daerah Sumatera di Aceh, kemudian Sumatera Utara dan Sumatera Barat ini masih ada hujan,” kata Tito di Istana, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Kondisi Cuaca Sumatera Berbeda

Tito menjelaskan kondisi cuaca di wilayah Sumatera tidak seragam. Sejumlah daerah seperti Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau mengalami kekeringan.

Sebaliknya, wilayah barat dan utara Sumatera masih menerima hujan. Tito menyebut Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai beberapa wilayah yang masih menghadapi hujan.

“Di bagian barat Sumatera khususnya bagian utara, di Aceh, di pegunungan misalnya di Gayo itu hujan lebat masih,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Dugaan Ledakan di MAN 3 Padang, Tim Gegana Turun ke Lokasi

BMKG juga mencatat wilayah Sumatera bagian utara dan barat masih menghadapi potensi hujan lebat. Lembaga tersebut menyebut Sumatera Barat berada dalam kondisi transisi cuaca yang tetap dapat memicu cuaca ekstrem.

Banjir Terjadi di Sejumlah Wilayah

Tito mengatakan beberapa daerah di Sumatera mengalami bencana banjir dalam beberapa waktu terakhir. Aceh Tenggara, misalnya, mengalami banjir beberapa pekan lalu.

Medan juga sempat menghadapi banjir. Sementara itu, Kota Padang mengalami banjir beberapa bulan sebelumnya.

Kini, banjir bandang menerjang Kabupaten Solok. Bencana tersebut terjadi pada Senin (21/9/2026) malam di kawasan Gunung Talang.

Hujan Lebat Picu Banjir Bandang Solok

BMKG mencatat hujan di sekitar Solok mencapai 94 milimeter per hari. Hujan lebat tersebut memicu luapan air hingga menyebabkan banjir bandang pada Senin malam.

Banjir membawa lumpur, batu, dan material kayu ke sejumlah kawasan. Dampaknya juga mengganggu akses jalan serta merusak sejumlah fasilitas pemerintahan dan kendaraan.

Pemerintah kemudian mengerahkan unsur gabungan untuk menangani dampak bencana. Tito mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam proses penanganan.

Baca Juga :  Rafale Prancis dan TNI AU Jalani Latihan Bersama di Halim, Ini Misi Pegase 2026

Pemkab Solok Bantah Ada Pembukaan Lahan

Bupati Solok Jon Firman Pandu sebelumnya membantah dugaan pembukaan lahan di kawasan hulu sungai sebagai penyebab banjir bandang.

Menurut Jon, pemerintah daerah terus mengawasi kawasan hulu karena lokasinya berada di sekitar kompleks pemerintahan. Ia menyebut tidak ada aktivitas pembukaan lahan yang berkaitan dengan bencana tersebut.

“Ini memang murni bencana saja, jadi tidak ada sangkut pautnya,” ujar Jon.

Di sisi lain, warga menduga terdapat bendungan alami di bagian hulu yang menampung air sebelum akhirnya meluap. Warga juga menyebut aliran Sungai Air Baliang kembali surut setelah banjir menerjang permukiman.

Pemerintah dan tim terkait masih melakukan penanganan serta pemeriksaan kondisi di wilayah terdampak. BMKG juga meminta masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Targetkan 70.000 Polisi Hutan, Jumlah Personel Bisa Naik Jadi 21.000 pada 2027
DPR RI, UU Ketenagakerjaan, Puan Maharani, Putusan MK, MK, pekerja, buruh, ketenagakerjaan, UU Cipta Kerja,
Prabowo Ungkap Rp52 Triliun Uang Negara Berhasil Diselamatkan dari Penertiban Hutan
Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat
Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini
5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya
TNI AD Ungkap Alasan 6 Kodam Baru Dibentuk, Ada Pertimbangan Geografis hingga Sosial
BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Prabowo Targetkan 70.000 Polisi Hutan, Jumlah Personel Bisa Naik Jadi 21.000 pada 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:09 WIB

DPR RI, UU Ketenagakerjaan, Puan Maharani, Putusan MK, MK, pekerja, buruh, ketenagakerjaan, UU Cipta Kerja,

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Prabowo Ungkap Rp52 Triliun Uang Negara Berhasil Diselamatkan dari Penertiban Hutan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:09 WIB

5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya

Berita Terbaru