Jakarta, APGtimes.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti kondisi cuaca di sejumlah wilayah Sumatera setelah banjir bandang melanda Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Tito mengatakan beberapa wilayah Sumatera masih mengalami hujan meski sebagian daerah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut, menurut dia, turut meningkatkan risiko bencana susulan.
“Begitu terjadi bencana, masih ada lagi bencana-bencana susulan. Kenapa? Karena di daerah Sumatera di Aceh, kemudian Sumatera Utara dan Sumatera Barat ini masih ada hujan,” kata Tito di Istana, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Kondisi Cuaca Sumatera Berbeda
Tito menjelaskan kondisi cuaca di wilayah Sumatera tidak seragam. Sejumlah daerah seperti Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau mengalami kekeringan.
Sebaliknya, wilayah barat dan utara Sumatera masih menerima hujan. Tito menyebut Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai beberapa wilayah yang masih menghadapi hujan.
“Di bagian barat Sumatera khususnya bagian utara, di Aceh, di pegunungan misalnya di Gayo itu hujan lebat masih,” ujarnya.
BMKG juga mencatat wilayah Sumatera bagian utara dan barat masih menghadapi potensi hujan lebat. Lembaga tersebut menyebut Sumatera Barat berada dalam kondisi transisi cuaca yang tetap dapat memicu cuaca ekstrem.
Banjir Terjadi di Sejumlah Wilayah
Tito mengatakan beberapa daerah di Sumatera mengalami bencana banjir dalam beberapa waktu terakhir. Aceh Tenggara, misalnya, mengalami banjir beberapa pekan lalu.
Medan juga sempat menghadapi banjir. Sementara itu, Kota Padang mengalami banjir beberapa bulan sebelumnya.
Kini, banjir bandang menerjang Kabupaten Solok. Bencana tersebut terjadi pada Senin (21/9/2026) malam di kawasan Gunung Talang.
Hujan Lebat Picu Banjir Bandang Solok
BMKG mencatat hujan di sekitar Solok mencapai 94 milimeter per hari. Hujan lebat tersebut memicu luapan air hingga menyebabkan banjir bandang pada Senin malam.
Banjir membawa lumpur, batu, dan material kayu ke sejumlah kawasan. Dampaknya juga mengganggu akses jalan serta merusak sejumlah fasilitas pemerintahan dan kendaraan.
Pemerintah kemudian mengerahkan unsur gabungan untuk menangani dampak bencana. Tito mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam proses penanganan.
Pemkab Solok Bantah Ada Pembukaan Lahan
Bupati Solok Jon Firman Pandu sebelumnya membantah dugaan pembukaan lahan di kawasan hulu sungai sebagai penyebab banjir bandang.
Menurut Jon, pemerintah daerah terus mengawasi kawasan hulu karena lokasinya berada di sekitar kompleks pemerintahan. Ia menyebut tidak ada aktivitas pembukaan lahan yang berkaitan dengan bencana tersebut.
“Ini memang murni bencana saja, jadi tidak ada sangkut pautnya,” ujar Jon.
Di sisi lain, warga menduga terdapat bendungan alami di bagian hulu yang menampung air sebelum akhirnya meluap. Warga juga menyebut aliran Sungai Air Baliang kembali surut setelah banjir menerjang permukiman.
Pemerintah dan tim terkait masih melakukan penanganan serta pemeriksaan kondisi di wilayah terdampak. BMKG juga meminta masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi. (de*)







