Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, PM2.5 Sempat Masuk Kategori Berbahaya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 25 September 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemandangan Sungai Musi diselimuti kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Palembang, Sumatera Selatan, 13 September 2026.(AFP/AL ZULKIFLI)

Pemandangan Sungai Musi diselimuti kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Palembang, Sumatera Selatan, 13 September 2026.(AFP/AL ZULKIFLI)

Palembang, APGtimes.com – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (25/9/2026). Kondisi tersebut mengejutkan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru karena kualitas udara sebelumnya sempat membaik setelah hujan turun di sejumlah wilayah.

“Tadi saya juga terkejut, ini kok (Palembang) masih kabut asap,” kata Herman Deru, Jumat.

Herman menduga angin membawa asap dari wilayah yang masih mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, ia masih menunggu laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel untuk memastikan sumber asap.

“Saya mau minta laporan dari BPBD dulu, di mana yang masih menjadi penyumbang titik panas,” ujarnya.

OMC Sudah Lebih dari 60 Kali

Pemerintah Sumsel terus menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi dampak karhutla.

Baca Juga :  Orangutan Terekam Berjalan Sendirian di Lahan Bekas Karhutla Kotawaringin Barat

Herman mengatakan pemerintah telah menjalankan OMC lebih dari 60 kali. Ia juga menginstruksikan pelaksanaan operasi tersebut mengikuti informasi dan imbauan dari BMKG.

“Konsep terbaik adalah OMC. Meskipun biayanya tidak murah, kami sudah lakukan sudah lebih dari 60 kali untuk OMC,” jelas Herman.

Menurut dia, informasi BMKG juga memperkirakan wilayah Sumsel baru memasuki periode hujan pada awal November 2026.

Herman Minta Warga Tidak Bakar Lahan

Selain mengandalkan upaya pemerintah, Herman meminta masyarakat meningkatkan kesadaran untuk tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan.

Ia mengaku masih menemukan warga yang membakar kebun di tengah Kota Palembang. Karena itu, Herman meminta pemerintah kabupaten dan kota kembali mengingatkan masyarakat mengenai bahaya pembakaran terbuka.

Baca Juga :  Potensi Hujan Muncul, Menhut Minta OMC Karhutla Riau Dimaksimalkan

“Kemarin contoh, saya habis mengantar cucu sekolah. Lah kok di tengah kota ada orang bakar-bakar di kebunnya,” katanya.

Herman meminta jajaran pemerintah daerah menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membakar apa pun di sekitar rumah maupun lahan.

PM2.5 Sempat Masuk Kategori Berbahaya

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan kualitas udara Palembang mulai memburuk sejak Jumat dini hari.

Konsentrasi partikulat halus PM2.5 bahkan sempat mencapai kategori berbahaya pada pukul 01.00 WIB.

Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara Palembang kembali menghadapi tekanan akibat kabut asap. Pemerintah daerah masih memantau sumber asap dan perkembangan titik panas di wilayah Sumsel. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Walhi Ungkap 22.690 Hotspot Karhutla Sumsel Berada di Konsesi Perusahaan
Orangutan Terekam Berjalan Sendirian di Lahan Bekas Karhutla Kotawaringin Barat
Feri Ariasandi Hadiri Puncak Kejurkot Wali Kota Cup PBSI Sungai Penuh
Pemkab Solok Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Arosuka hingga 12 Oktober
Bupati Siak Menangis Lihat Guru Tinggal di Rumah Reot, Siswa Tempuh 2 Jam ke Sekolah
Polda Kepri Bongkar Penyelundupan 3 Mesin Pesawat Bekas dari Singapura Senilai Rp30 Miliar
Kapolda Jambi Berganti, Irjen Widodo Gantikan Krisno H Siregar
Gedung PUPR Solok yang Diterjang Banjir Bandang Akan Jadi Monumen Bencana
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Walhi Ungkap 22.690 Hotspot Karhutla Sumsel Berada di Konsesi Perusahaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Orangutan Terekam Berjalan Sendirian di Lahan Bekas Karhutla Kotawaringin Barat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Feri Ariasandi Hadiri Puncak Kejurkot Wali Kota Cup PBSI Sungai Penuh

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Pemkab Solok Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Arosuka hingga 12 Oktober

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Bupati Siak Menangis Lihat Guru Tinggal di Rumah Reot, Siswa Tempuh 2 Jam ke Sekolah

Berita Terbaru