Kementan Siapkan Rp 1 Triliun untuk Jagung Pakan, Petani dan Peternak Bakal Terhubung dalam Koperasi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman membawa bantuan pangan ke posko pengungsian Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Rabu (19/8/2026)(KOMPAS.com/APOLONIA INERU BAHALI)

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman membawa bantuan pangan ke posko pengungsian Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Rabu (19/8/2026)(KOMPAS.com/APOLONIA INERU BAHALI)

Jakarta, APGtimes.com — Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan anggaran sekitar Rp 1 triliun untuk memperkuat produksi jagung pakan nasional.

Program ini menggabungkan subsidi bibit, bantuan alat pertanian, serta pembentukan koperasi yang menghubungkan petani jagung dengan peternak.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, pemerintah ingin membangun ekosistem jagung yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Melalui sistem tersebut, petani memiliki kepastian pasar, sedangkan peternak dapat memperoleh pasokan bahan baku pakan secara lebih terjamin.

Amran menyampaikan rencana itu dalam konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026). Ia menyebut pemerintah mengalokasikan subsidi Rp 300 miliar hingga Desember 2026 untuk mendukung lahan jagung seluas 300.000 hektare.

Pemerintah juga menyiapkan tambahan subsidi Rp 300 miliar pada 2027. Dengan demikian, total alokasi subsidi untuk dua periode tersebut mencapai Rp 600 miliar.

Kementan Siapkan Subsidi dan Alat Pertanian

Selain subsidi, Kementan memberikan bantuan sarana pertanian untuk mendukung kegiatan produksi. Bantuan tersebut mencakup 100 unit traktor, 100 unit alat pengering atau dryer, serta 100 unit pompa.

Amran memperkirakan total anggaran program, termasuk dukungan pada tahun depan, mencapai sekitar Rp 1 triliun.

“Kita subsidi sampai Desember (2026). Kami alihkan anggaran Rp 300 miliar untuk 300.000 hektare. Tahun depan kami berikan lagi Rp 300 miliar,” ujar Amran.

Pemerintah mengarahkan bantuan tersebut untuk meningkatkan produktivitas lahan dan memperkuat ketersediaan jagung sebagai bahan baku pakan ternak.

Petani dan Peternak Bergabung dalam Satu Koperasi

Kementan juga mendorong petani jagung dan peternak bergabung dalam koperasi yang sama. Skema ini menjadi bagian dari sistem closed system, yakni pola usaha terintegrasi yang menghubungkan produksi jagung dengan kebutuhan peternakan.

Baca Juga :  Kementan Turun Tangan, Ratusan PKS Terancam Kehilangan Izin Operasi

Melalui pola tersebut, peternak dapat menjalin kemitraan langsung dengan petani. Petani pun memperoleh akses pasar yang lebih jelas karena koperasi menghubungkan hasil panen dengan kebutuhan pakan.

Amran mengatakan, pemerintah ingin membangun sistem yang menyatukan kepentingan petani dan peternak dalam satu rantai pasok.

Menurutnya, model ini berbeda dari pola sebelumnya karena petani dan peternak akan bekerja dalam satu ekosistem usaha. Pemerintah berharap kemitraan tersebut dapat mengurangi kendala pasokan sekaligus membantu menjaga keberlanjutan usaha kedua kelompok.

Produksi Jagung Ditargetkan 2,1 Juta Ton

Kementan menargetkan produksi jagung sebesar 2,1 juta ton untuk memenuhi kebutuhan peternak yang mencapai sekitar 1,8 juta ton per tahun.

Pemerintah memperkirakan target tersebut dapat tercapai melalui penanaman jagung di lahan seluas 300.000 hektare. Dengan asumsi produktivitas rata-rata tujuh ton per hektare, lahan tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 2,1 juta ton jagung.

Perhitungan itu menunjukkan potensi surplus sekitar 300.000 ton setelah memenuhi kebutuhan peternak yang menjadi sasaran program.

Namun, pencapaian target produksi tersebut bergantung pada produktivitas lahan, ketersediaan sarana produksi, kondisi cuaca, dan keberhasilan pelaksanaan program di lapangan.

Bulog Disiapkan untuk Menyerap Surplus Jagung

Untuk mengantisipasi kelebihan produksi, pemerintah menugaskan Perum Bulog sebagai offtaker atau pembeli hasil panen jagung.

Baca Juga :  Mentan Amran Siapkan Rp40 Miliar untuk Pulihkan Kopi Gayo Aceh Pascabencana

Melalui mekanisme ini, Bulog dapat menyerap jagung yang tidak langsung terserap oleh kebutuhan peternak di wilayah tertentu. Pemerintah kemudian dapat mengatur distribusi ke daerah lain yang mengalami kekurangan pasokan.

Amran menjelaskan, peternak yang menyetorkan jagung ke Bulog dapat membeli kembali komoditas tersebut sesuai kebutuhan melalui mekanisme yang disiapkan pemerintah, termasuk skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Jika suatu wilayah mengalami surplus, pemerintah juga dapat menyalurkan jagung ke peternak di wilayah lain yang membutuhkan. Penyaluran tersebut akan mempertimbangkan persetujuan peternak yang sebelumnya menyetorkan hasil panennya.

Pemerintah berharap mekanisme ini dapat menjaga keseimbangan pasokan antardaerah sekaligus memberikan kepastian penyerapan bagi petani.

Amran Libatkan Lebih dari 1.000 Perwakilan Petani dan Peternak

Dalam kesempatan yang sama, Amran menggelar pertemuan dengan lebih dari 1.000 perwakilan petani jagung dan peternak dari berbagai daerah di Indonesia.

Pertemuan tersebut membahas dukungan pemerintah untuk memperkuat produksi jagung, menjamin pasokan pakan, dan meningkatkan kepastian pasar bagi petani.

Amran menyatakan, Kementan akan menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto agar kebijakan pertanian memperhatikan kepentingan petani, peternak, dan masyarakat.

Melalui subsidi, bantuan alat pertanian, koperasi terintegrasi, serta penyerapan hasil panen oleh Bulog, pemerintah menargetkan terbentuknya rantai pasok jagung pakan yang lebih terkoordinasi.

Keberhasilan program ini nantinya akan bergantung pada pelaksanaan di lapangan dan kemampuan pemerintah menjaga kesinambungan produksi serta distribusi. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Berita Terbaru

Salah satu dapur MBG

Ekonomi & Bisnis

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:04 WIB