Jakarta, APGtimes.com — Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyiapkan anggaran hingga Rp40 miliar untuk memulihkan tanaman Kopi Gayo di Aceh yang rusak akibat bencana. Kementerian Pertanian juga menggandeng Universitas Syiah Kuala untuk mempercepat proses pembibitan ulang kopi di wilayah tersebut.
Amran mengatakan Kementan akan membangun pusat pembibitan kopi bersama pihak kampus guna mendukung pemulihan sektor perkebunan di Aceh.
“Aku sudah ketemu tadi rektor. Datang pagi-pagi dengan Pak Dijon. Kita akan kembangkan kerja sama dengan rektor Unsyiah. Bangun pembibitan. Bersama-sama bangun kembali,” kata Amran di Jakarta Selatan, Rabu (6/5).
Amran menegaskan Kementan sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp30 miliar hingga Rp40 miliar untuk mendukung program pembibitan dan pemulihan tanaman kopi pascabencana.
Kementan Fokus Pulihkan Pertanian Aceh
Sebelumnya, Amran juga menemui Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem pada akhir 2025. Dalam pertemuan tersebut, Amran membahas langkah pemulihan sektor pertanian Aceh yang terdampak bencana.
Amran mengatakan pemerintah akan memperbaiki sawah rusak dan memulihkan komoditas kopi yang terdampak bencana di Aceh.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur atas kedatangan dan kunjungannya. Insyaallah sektor pertanian di Aceh, mulai dari sawah yang rusak hingga komoditas kopi, akan kita perbaiki,” ujar Amran.
Ia juga memastikan tim Kementan akan turun langsung ke lapangan untuk mempercepat proses pemulihan sektor pertanian di Aceh.
Pemerintah Tambah Bantuan Beras
Selain fokus memulihkan sektor pertanian, Amran juga menyetujui tambahan bantuan beras untuk Aceh pada Desember 2025.
Kementan menyalurkan tambahan bantuan beras sebanyak 10.000 ton setelah menerima permohonan dari Gubernur Aceh.
Pemerintah berharap bantuan tersebut mampu membantu masyarakat terdampak bencana sekaligus menjaga ketahanan pangan di Aceh selama masa pemulihan berlangsung. (aw*)








