Terungkap, Warga Suku Anak Dalam Mulai Terlibat Tambang Ilegal di Merangin

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Merangin M. Syukur saat berada di Desa Durian Rambun, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, Jambi, Selasa (8/9/2026).(KOMPAS.com/KURNIA SANDI)

Bupati Merangin M. Syukur saat berada di Desa Durian Rambun, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, Jambi, Selasa (8/9/2026).(KOMPAS.com/KURNIA SANDI)

Bengkulu, APGtimes.com — Bupati Merangin, M Syukur, mengungkapkan sebagian masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Merangin, Jambi, mulai terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal.

Syukur menduga pihak-pihak tertentu memanfaatkan masyarakat SAD untuk kepentingan tambang tanpa izin. Padahal, masyarakat SAD selama ini dikenal menjalani kehidupan dengan mengandalkan hasil hutan.

“Saya tahu SAD itu kan enggak suka mengurus alam. Tidak suka tambang semacam itu,” ujar Syukur saat berkunjung ke kantor Kompas.com, Rabu (4/11/2026).

Perubahan Pola Hidup Masyarakat SAD

Menurut Syukur, perkembangan zaman dan teknologi turut memengaruhi perubahan pola kehidupan masyarakat SAD. Karena itu, pemerintah daerah berupaya menyiapkan alternatif pekerjaan agar mereka tidak terus bergantung pada sumber daya alam.

Salah satu langkah tersebut berupa bantuan usaha keramba ikan. Kementerian Sosial mendukung program itu dengan anggaran sekitar Rp1,4 miliar.

Baca Juga :  Kemensos Temukan 800 Pendamping PKH Rangkap Pekerjaan, Gus Ipul Minta Gaji Dikembalikan

“Jadi kemarin kita bantu mereka namanya keramba ikan. Kita itu oleh Kementerian Sosial, Rp1,4 miliar untuk keramba ikan,” kata Syukur.

Pendidikan dan Bantuan Ekonomi

Selain bantuan usaha, Pemkab Merangin mendorong anak-anak SAD mengenyam pendidikan. Pemerintah berharap pendidikan memberi mereka bekal untuk beradaptasi dan memperoleh kesempatan hidup yang lebih luas.

Syukur ingin masyarakat SAD memiliki sumber penghasilan yang lebih beragam. Dengan demikian, mereka tidak hanya mengandalkan hasil hutan atau pekerjaan sementara.

“Jadi semata-mata lagi hanya mengandalkan alam. Karena sekarang alam sudah berbeda, anak-anak mereka sekolah. Kemarin kita bantu mereka namanya keramba ikan,” ujarnya.

Pemkab Perkuat Komunikasi dengan Masyarakat SAD

Syukur menilai komunikasi dan dialog secara rutin menjadi bagian penting dalam pendekatan kepada masyarakat SAD. Ia mengaku telah beberapa kali mengumpulkan perwakilan kelompok SAD untuk menjelaskan program pemerintah.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina di Jambi per 1 Juni 2026, Pertamax Turbo Naik hingga Dexlite Turun

Upaya tersebut juga menyusul peristiwa kedatangan dan penyerangan kantor pemerintahan oleh sekelompok masyarakat SAD. Syukur mengaitkan kejadian itu dengan persoalan informasi yang mereka terima.

Menurutnya, sebagian masyarakat SAD rentan menerima pengaruh dari pihak luar yang memiliki kepentingan tertentu. Karena itu, pemerintah daerah berupaya membangun komunikasi langsung agar masyarakat memahami program pemberdayaan yang tersedia.

Melalui bantuan ekonomi, pendidikan, dan dialog, Pemkab Merangin berharap masyarakat SAD memiliki pilihan penghidupan selain bergantung pada hutan maupun terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal. (mda*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Delapan Sekolah di Jambi Diduga Langgar Aturan TKA, Ini Penyebabnya
Beli Pertalite dan Biosolar di Bengkulu Kini Dibatasi, Cek Jatah dan Lokasi SPBU
Tanggul Sungai Lae Soeraya Jebol, Banjir Rendam Dua Desa di Aceh Selatan dan Paksa 112 Warga Mengungsi
Suahasil Ingatkan Pramono soal Obligasi DKI Rp5,6 Triliun, Bunga Surat Utang Sedang Naik
Rawa Way Kambas Mengering, Induk Harimau Sumatera dan 3 Anaknya Terekam Cari Air
Alfin Lepas 41 Kafilah MTQ Sungai Penuh, Target Tiga Besar Provinsi Jambi
Viral Gajah Sumatera Susuri Hutan Bekas Kebakaran di Way Kambas, Begini Kondisinya
Tanggul Rp 1,59 Miliar Dibangun di Pasar Nagari Lasi, Ini Progres Terbarunya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 21:09 WIB

Delapan Sekolah di Jambi Diduga Langgar Aturan TKA, Ini Penyebabnya

Rabu, 4 November 2026 - 20:09 WIB

Terungkap, Warga Suku Anak Dalam Mulai Terlibat Tambang Ilegal di Merangin

Rabu, 4 November 2026 - 10:09 WIB

Beli Pertalite dan Biosolar di Bengkulu Kini Dibatasi, Cek Jatah dan Lokasi SPBU

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Tanggul Sungai Lae Soeraya Jebol, Banjir Rendam Dua Desa di Aceh Selatan dan Paksa 112 Warga Mengungsi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Suahasil Ingatkan Pramono soal Obligasi DKI Rp5,6 Triliun, Bunga Surat Utang Sedang Naik

Berita Terbaru