ABK WNI Hilang Usai Serangan Drone di Yaman, Kemenlu Temui Keluarga

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah saat konferensi pers di Kantor Kemenlu, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah saat konferensi pers di Kantor Kemenlu, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Jakarta, APGtimes.com – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menemui keluarga anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban serangan drone di Yaman, Kamis (13/8/2026).

Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Heni Jamidah mengatakan pihaknya bersama Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan menemui keluarga para ABK. Pertemuan tersebut membahas penanganan kasus dan perkembangan pencarian ABK yang masih hilang.

“Kami di Direktorat PWNI bersama-sama Ditkapel Kemenhub juga melakukan family engagement, bertemu dengan keluarga para ABK untuk menjelaskan penanganan dan situasi terkini,” kata Heni dalam konferensi pers di Kantor Kemenlu, Jakarta Pusat.

Heni menjelaskan satu ABK WNI masih hilang setelah serangan drone tersebut. Tim pencarian terus menyisir wilayah laut untuk menemukan korban.

Kemenlu juga belum dapat memastikan kabar mengenai kematian ABK tersebut. Pemerintah masih menunggu hasil pencarian dan informasi resmi dari pihak yang terlibat dalam operasi pencarian.

Baca Juga :  DPR Minta Pemerintah Verifikasi 8 WNI yang Disebut Jadi Tentara Rusia

“Upaya pencarian serta penyisiran di wilayah laut masih terus dilakukan secara intensif oleh pihak-pihak terkait,” ujar Heni.

Dua ABK WNI Berhasil Selamat

Sementara itu, dua ABK WNI lainnya selamat dari serangan drone. Keduanya kini berada dalam kondisi stabil.

Salah satu korban mengalami luka ringan akibat serpihan. Korban tidak perlu menjalani perawatan di rumah sakit.

Korban lainnya mengalami luka dan masih menjalani perawatan medis. Heni memastikan kondisi ABK tersebut stabil.

“Dua-duanya dipastikan selamat. Yang satu mengalami luka ringan dan tidak akibat serpihan dan tidak diperlukan perawatan di rumah sakit. Yang satu mengalami luka dan masih mendapatkan perawatan tapi saat ini dalam kondisi stabil juga,” kata Heni.

Pemerintah Yaman Masih Cari ABK yang Hilang

Heni mengatakan Kementerian Luar Negeri Yaman telah menginformasikan bahwa satu ABK WNI masih hilang. Pemerintah Yaman akan memberikan informasi kepada Indonesia jika menemukan perkembangan dalam proses pencarian.

Baca Juga :  WNI yang Lepas Kewarganegaraan Kini Wajib Bayar Rp5 Juta, Ini Aturan Barunya

“Mereka akan menginformasikan pada kesempatan pertama apabila terdapat update terkait upaya pencarian kepada ABK yang hilang ini,” tutur Heni.

Sebelumnya, kantor berita Anadolu melaporkan salah satu korban tewas dalam serangan drone di Yaman merupakan WNI. Dua korban lainnya berasal dari Pakistan.

Al-Jumhuriya TV, stasiun televisi yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman, menyebut kelompok Houthi sebagai pihak yang diduga melakukan serangan.

Namun, Kemenlu belum mengonfirmasi kabar kematian ABK WNI yang masih hilang. Pemerintah masih menunggu hasil pencarian untuk memastikan kondisi korban.

Kemenlu juga terus berkomunikasi dengan keluarga ABK. Pemerintah memberikan informasi terbaru kepada keluarga seiring perkembangan pencarian di wilayah laut. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lowongan Kerja KAI 2026 Dibuka, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar
1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Kemensos Beri Kesempatan Klarifikasi
ICW Catat 56 Kasus Korupsi Kehutanan, Kerugian Negara Rp4,8 Triliun
DPR Minta Pemerintah Verifikasi 8 WNI yang Disebut Jadi Tentara Rusia
211 WNA Tinggal di Blitar dan Tulungagung, Mayoritas Menikah dengan Warga Setempat
Putin Berterima Kasih kepada Prabowo, Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia
DPR Desak Pemerintah Lindungi Kelompok Rentan dari Dampak Asap Karhutla
IM57+ Soroti DPR Tak Buka Draf RUU Perampasan Aset ke Publik
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:09 WIB

Lowongan Kerja KAI 2026 Dibuka, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar

Jumat, 4 September 2026 - 20:09 WIB

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Kemensos Beri Kesempatan Klarifikasi

Jumat, 4 September 2026 - 19:09 WIB

ICW Catat 56 Kasus Korupsi Kehutanan, Kerugian Negara Rp4,8 Triliun

Jumat, 4 September 2026 - 15:09 WIB

211 WNA Tinggal di Blitar dan Tulungagung, Mayoritas Menikah dengan Warga Setempat

Kamis, 3 September 2026 - 17:09 WIB

Putin Berterima Kasih kepada Prabowo, Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia

Berita Terbaru

Ilustrasi beli BBM bersubsidi pakai MyPertamina(Dok. Pertamina)

Otomotif

Pertamina Batalkan Rencana Wajib STNK Saat Beli BBM di SPBU

Jumat, 4 Sep 2026 - 18:09 WIB