Disdik Sulsel Ungkap Alasan Evaluasi 326 Kepala Sekolah Terkait Dana BOS

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal Nadjamuddin saat menghadiri RDP DPRD Sulsel, di Kantor DPRD Sulsel, Makassar, Jumat (12/6/2026)(Kompas.com/ Atri Suryatri Abbas)

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal Nadjamuddin saat menghadiri RDP DPRD Sulsel, di Kantor DPRD Sulsel, Makassar, Jumat (12/6/2026)(Kompas.com/ Atri Suryatri Abbas)

Makassar, APGtimes.com — Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Disdik Sulsel) mengungkap alasan di balik rencana pengunduran diri ratusan kepala sekolah SMA dan SMK yang belakangan menyita perhatian publik.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Najamuddin, mengatakan pihaknya menjalankan evaluasi terhadap kepala sekolah setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan sejumlah persoalan administrasi dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Iqbal menjelaskan Disdik Sulsel menjalankan evaluasi berdasarkan rekomendasi hasil pengawasan dari BPK, Inspektorat, dan instansi terkait lainnya.

Ia menegaskan temuan tersebut belum mengarah pada dugaan penggelapan dana BOS maupun proses hukum pidana.

“Sejauh ini tidak ada indikasi penggelapan dana BOS. Istilah penggelapan baru bisa digunakan jika ada hasil pemeriksaan berkekuatan hukum yang menyatakan hal tersebut,” kata Iqbal.

Disdik Sulsel Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah

Iqbal menjelaskan setiap aparatur sipil negara (ASN) yang diduga melakukan pelanggaran harus mengikuti mekanisme pemeriksaan sesuai aturan yang berlaku.

Karena itu, Disdik Sulsel terus mengevaluasi para kepala sekolah yang menjadi bagian dari proses pemeriksaan.

Ia menegaskan evaluasi tersebut tidak hanya menyangkut aspek hukum, tetapi juga kinerja dan tata kelola sekolah.

Baca Juga :  3 Kepala Sekolah Bersaksi di MK, Sebut Program MBG Tingkatkan Kehadiran dan Konsentrasi Siswa

Menurutnya, kemampuan mengelola anggaran secara tertib dan akuntabel menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian kepala sekolah.

“Masalah kepala sekolah ini memang berkaitan dengan pengelolaan dana BOS. Kami menggunakan pengelolaan dana BOS sebagai salah satu instrumen evaluasi dan menyampaikannya kepada pimpinan,” ujarnya.

Mengacu Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025

Iqbal menjelaskan kebijakan evaluasi kepala sekolah mengacu pada Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.

Dalam aturan tersebut, jabatan kepala sekolah merupakan tugas tambahan yang melekat pada guru ASN.

Regulasi itu mengatur tiga alasan utama pemberhentian kepala sekolah, yakni meninggal dunia, melakukan pelanggaran berat, atau mengajukan permintaan sendiri.

Namun hingga kini, Disdik Sulsel belum menyetujui surat pengunduran diri yang beredar karena proses evaluasi masih berlangsung.

“Persetujuan terhadap surat pengunduran diri itu belum kami keluarkan karena proses evaluasi masih berjalan,” kata Iqbal.

DPRD Sulsel Minta Proses Dihentikan

Di sisi lain, Komisi E DPRD Sulawesi Selatan meminta pemerintah menghentikan rencana pengunduran diri massal kepala sekolah.

Baca Juga :  CPNS 2026 Diprediksi Dibuka Agustus, Ini Formasi dan Syarat yang Perlu Disiapkan

Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah, menilai persoalan dana BOS sebenarnya sudah selesai karena para kepala sekolah sudah menindaklanjuti rekomendasi BPK.

Menurut Andi Tenri, para kepala sekolah juga sudah mengembalikan seluruh temuan administrasi yang BPK catat dalam pemeriksaan.

“Temuan itu sudah dikembalikan oleh kepala sekolah dan hal tersebut juga diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Ia menilai penyelesaian administrasi tersebut seharusnya mengakhiri persoalan tanpa perlu memunculkan surat pengunduran diri.

Evaluasi Menyasar 326 Kepala Sekolah

Data yang DPRD Sulsel paparkan dalam rapat dengar pendapat (RDP) menunjukkan kebijakan evaluasi tersebut menyasar ratusan kepala sekolah SMA dan SMK.

Pada tahap pertama, Disdik Sulsel mengevaluasi 128 kepala sekolah.

Jumlah itu kemudian bertambah 198 kepala sekolah pada tahap kedua.

Dengan demikian, proses evaluasi menyasar total 326 kepala sekolah di berbagai daerah Sulawesi Selatan.

Hingga kini, Disdik Sulsel masih melanjutkan proses evaluasi sambil menunggu hasil pemeriksaan dari instansi terkait. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat
SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah
33 Motor Pelajar Diamankan Polisi di Jambi Usai Pawai HUT RI, Ada yang Tanpa Pelat
Setahun Jadi Tersangka, KPK Ungkap Nasib Heri Gunawan dan Satori di Kasus CSR BI-OJK
Prabowo Usul Dwi Kewarganegaraan, DPR: Jangan Sampai Indonesia Kehilangan Talenta Global
Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG
Gempa Susulan M 5,0 Guncang Upacara HUT RI di Manggarai Timur, Peserta Sempat Panik
Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:09 WIB

18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:09 WIB

SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:09 WIB

33 Motor Pelajar Diamankan Polisi di Jambi Usai Pawai HUT RI, Ada yang Tanpa Pelat

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Prabowo Usul Dwi Kewarganegaraan, DPR: Jangan Sampai Indonesia Kehilangan Talenta Global

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG

Berita Terbaru