Drone Terbang di Geopark Merangin, Penambang Emas Ilegal Langsung Kabur

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas Gabungan Pemberantasan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI)

Satgas Gabungan Pemberantasan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI)

Merangin, APGtimes.com – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Muara Karing, Desa Biuku Tanjung, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin, mendadak berhenti setelah Tim Satgas Gabungan menerbangkan drone untuk memantau aliran Sungai Batang Merangin.

Kawasan tersebut masuk dalam Situs UNESCO Global Geopark (UGGp) Merangin. Tim menggunakan drone untuk memantau sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas PETI.

Kamera drone kemudian merekam dua rakit lanting yang tengah digunakan untuk menambang emas. Kehadiran drone membuat para penambang langsung meninggalkan lokasi.

Mereka berlari menyusuri kawasan berbatu dan hutan sebelum personel gabungan mencapai titik penambangan. Medan yang berat membuat petugas kesulitan mengejar para pelaku.

Empat Rakit PETI Diamankan

Meski tidak berhasil menangkap penambang, tim gabungan tetap mengamankan sejumlah peralatan. Petugas menemukan empat unit rakit lanting yang digunakan untuk aktivitas PETI.

Baca Juga :  Pengguna QRIS di Jambi Tembus 20 Ribu, BRI Gencar Dorong Transaksi Digital

Tim kemudian menghancurkan rakit-rakit tersebut agar pelaku tidak kembali menggunakannya. Petugas juga mengamankan berbagai perlengkapan yang berada di sekitar lokasi.

Patroli berlangsung sehari setelah apel gabungan pemberantasan PETI di halaman Rumah Dinas Bupati Merangin. Tim menggelar penyisiran untuk memastikan kawasan Geopark Merangin terbebas dari aktivitas tambang ilegal.

Tim Sempat Sisir Situs Granitoid

Sebelum menuju Muara Karing, personel terlebih dahulu menyambangi Situs Granitoid Air Batu di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap.

Penyisiran di kawasan tersebut tidak menemukan aktivitas penambangan emas ilegal. Tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju Muara Karing.

Petugas menduga kawasan itu menjadi salah satu titik aktivitas PETI. Karena itu, tim meningkatkan pemantauan menggunakan drone dan patroli langsung di sekitar sungai.

Baca Juga :  Wako Alfin Ajak Generasi Muda Jaga Budaya di Pergelaran Seni Luhah Rio Temenggung

Medan Berat Jadi Tantangan

Lokasi Muara Karing berjarak sekitar 21 kilometer dari pusat Kota Bangko. Dari Jalan Lintas Sumatera Merangin, personel masih harus menempuh perjalanan sekitar lima kilometer menuju kawasan wisata.

Setelah mencapai kawasan tersebut, petugas melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Jalur yang mereka lewati cukup sulit karena terdapat batu besar, jalan sempit, serta tebing curam di sepanjang tepian Sungai Batang Merangin.

Kondisi medan membuat petugas tidak bisa bergerak cepat. Para penambang memanfaatkan situasi tersebut untuk melarikan diri sebelum tim tiba di lokasi.

Satgas Gabungan akan terus memantau kawasan Geopark Merangin. Langkah ini bertujuan menjaga kawasan wisata dan situs geologi tersebut dari kerusakan akibat aktivitas penambangan emas tanpa izin. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Walhi Ungkap 22.690 Hotspot Karhutla Sumsel Berada di Konsesi Perusahaan
Orangutan Terekam Berjalan Sendirian di Lahan Bekas Karhutla Kotawaringin Barat
Feri Ariasandi Hadiri Puncak Kejurkot Wali Kota Cup PBSI Sungai Penuh
Pemkab Solok Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Arosuka hingga 12 Oktober
Bupati Siak Menangis Lihat Guru Tinggal di Rumah Reot, Siswa Tempuh 2 Jam ke Sekolah
Polda Kepri Bongkar Penyelundupan 3 Mesin Pesawat Bekas dari Singapura Senilai Rp30 Miliar
Kapolda Jambi Berganti, Irjen Widodo Gantikan Krisno H Siregar
Gedung PUPR Solok yang Diterjang Banjir Bandang Akan Jadi Monumen Bencana
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Walhi Ungkap 22.690 Hotspot Karhutla Sumsel Berada di Konsesi Perusahaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Orangutan Terekam Berjalan Sendirian di Lahan Bekas Karhutla Kotawaringin Barat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Feri Ariasandi Hadiri Puncak Kejurkot Wali Kota Cup PBSI Sungai Penuh

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Pemkab Solok Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Arosuka hingga 12 Oktober

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Bupati Siak Menangis Lihat Guru Tinggal di Rumah Reot, Siswa Tempuh 2 Jam ke Sekolah

Berita Terbaru