Merangin, APGtimes.com – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Muara Karing, Desa Biuku Tanjung, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin, mendadak berhenti setelah Tim Satgas Gabungan menerbangkan drone untuk memantau aliran Sungai Batang Merangin.
Kawasan tersebut masuk dalam Situs UNESCO Global Geopark (UGGp) Merangin. Tim menggunakan drone untuk memantau sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas PETI.
Kamera drone kemudian merekam dua rakit lanting yang tengah digunakan untuk menambang emas. Kehadiran drone membuat para penambang langsung meninggalkan lokasi.
Mereka berlari menyusuri kawasan berbatu dan hutan sebelum personel gabungan mencapai titik penambangan. Medan yang berat membuat petugas kesulitan mengejar para pelaku.
Empat Rakit PETI Diamankan
Meski tidak berhasil menangkap penambang, tim gabungan tetap mengamankan sejumlah peralatan. Petugas menemukan empat unit rakit lanting yang digunakan untuk aktivitas PETI.
Tim kemudian menghancurkan rakit-rakit tersebut agar pelaku tidak kembali menggunakannya. Petugas juga mengamankan berbagai perlengkapan yang berada di sekitar lokasi.
Patroli berlangsung sehari setelah apel gabungan pemberantasan PETI di halaman Rumah Dinas Bupati Merangin. Tim menggelar penyisiran untuk memastikan kawasan Geopark Merangin terbebas dari aktivitas tambang ilegal.
Tim Sempat Sisir Situs Granitoid
Sebelum menuju Muara Karing, personel terlebih dahulu menyambangi Situs Granitoid Air Batu di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap.
Penyisiran di kawasan tersebut tidak menemukan aktivitas penambangan emas ilegal. Tim kemudian melanjutkan perjalanan menuju Muara Karing.
Petugas menduga kawasan itu menjadi salah satu titik aktivitas PETI. Karena itu, tim meningkatkan pemantauan menggunakan drone dan patroli langsung di sekitar sungai.
Medan Berat Jadi Tantangan
Lokasi Muara Karing berjarak sekitar 21 kilometer dari pusat Kota Bangko. Dari Jalan Lintas Sumatera Merangin, personel masih harus menempuh perjalanan sekitar lima kilometer menuju kawasan wisata.
Setelah mencapai kawasan tersebut, petugas melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Jalur yang mereka lewati cukup sulit karena terdapat batu besar, jalan sempit, serta tebing curam di sepanjang tepian Sungai Batang Merangin.
Kondisi medan membuat petugas tidak bisa bergerak cepat. Para penambang memanfaatkan situasi tersebut untuk melarikan diri sebelum tim tiba di lokasi.
Satgas Gabungan akan terus memantau kawasan Geopark Merangin. Langkah ini bertujuan menjaga kawasan wisata dan situs geologi tersebut dari kerusakan akibat aktivitas penambangan emas tanpa izin. (de*)









