Washington DC, APGtimes.com – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) tengah menyelidiki dugaan peretasan terhadap portal perekrutan FBIJobs.gov yang diduga membocorkan informasi pribadi pegawai dan mantan pegawai FBI.
Kelompok peretas ShinyHunters mengklaim berada di balik serangan tersebut. Mereka menyebut telah mencuri data dalam jumlah besar dari sistem yang berkaitan dengan FBI. FBI mengonfirmasi bahwa pihaknya mengetahui adanya aktivitas siber tanpa izin pada portal tersebut dan langsung melakukan penyelidikan.
Data pegawai FBI diduga dicuri
Klaim ShinyHunters menjadi perhatian karena sampel data yang diberikan kelompok tersebut berisi informasi mengenai ribuan pegawai FBI.
Reuters melaporkan, salah satu sampel terdiri dari sekitar 5.000 baris data. Isinya antara lain nama, identitas pribadi, informasi kontak, serta penugasan pekerjaan sejumlah pegawai FBI. Beberapa data juga berkaitan dengan pekerjaan sensitif seperti kontraintelijen dan operasi terhadap jaringan kriminal.
ShinyHunters juga mengklaim memiliki data dalam jumlah jauh lebih besar. Kelompok itu menyebut telah menguasai sekitar 2 hingga 3 terabita data.
Namun, FBI belum mengonfirmasi jumlah tersebut. Biro masih menyelidiki seberapa luas akses yang diperoleh pelaku dan berapa banyak informasi yang benar-benar keluar dari sistem.
Rekam medis ikut disebut dalam klaim
Kasus ini semakin serius setelah Reuters melaporkan adanya dokumen yang diduga berisi informasi medis dan pemeriksaan kesehatan pegawai FBI.
Dokumen yang diperiksa mencakup informasi dari pemeriksaan kelayakan bekerja, evaluasi kesehatan mental, resep obat, hingga hasil pemeriksaan medis tertentu. Reuters menyatakan sebagian informasi dapat diverifikasi melalui sumber lain, tetapi tidak dapat memastikan keseluruhan dataset yang diklaim ShinyHunters.
FBI sendiri belum mengonfirmasi secara terbuka seluruh isi data yang diklaim dicuri kelompok tersebut.
FBIJobs.gov menangani data pribadi pelamar
Portal FBIJobs.gov memang menangani informasi pribadi yang sensitif. Dokumen penilaian dampak privasi FBI menyebut sistem tersebut digunakan untuk proses perekrutan dan lamaran kerja.
Data yang tersimpan dapat mencakup nama, nomor Social Security, tanggal lahir, kewarganegaraan, jenis kelamin, serta informasi lain yang berkaitan dengan proses perekrutan.
Karena itu, dugaan kompromi terhadap portal tersebut berpotensi berdampak pada pegawai maupun pelamar kerja.
FBI belum memastikan titik masuk serangan
FBI menyatakan pada 23 September 2026 bahwa penyidik masih mencari sumber kompromi. Biro belum memastikan apakah pelaku masuk melalui sistem FBI atau melalui perusahaan pihak ketiga yang menyediakan layanan untuk FBIJobs.gov.
“Point of breach” juga masih dalam penyelidikan. FBI menyatakan bekerja sama dengan penyedia layanan terkait untuk mengurangi risiko yang muncul akibat insiden tersebut.
Sementara itu, portal perekrutan FBI sempat tidak dapat diakses setelah kelompok tersebut mengklaim serangan.
ShinyHunters mengaku sebagai pelaku
ShinyHunters menyatakan serangan tersebut berkaitan dengan peringatan FBI terhadap kelompok mereka. Sebelumnya, FBI mengeluarkan peringatan mengenai aktivitas ShinyHunters.
Kelompok tersebut sempat mengancam akan menggunakan data yang mereka klaim telah diperoleh. Namun, dalam perkembangan berikutnya, mereka mengatakan tidak bermaksud menyebarkan seluruh data secara terbuka.
Klaim tersebut tetap belum menghilangkan risiko. Data pegawai lembaga penegak hukum dapat memberikan informasi mengenai identitas, keluarga, kontak, hingga penugasan personel.
Risiko keamanan bagi agen dan keluarga
Kebocoran informasi pribadi pegawai FBI dapat menimbulkan risiko keamanan di luar lingkungan kerja.
Data seperti alamat rumah, nomor telepon, identitas keluarga, dan riwayat penugasan dapat membantu pihak tertentu mengidentifikasi personel. Risiko tersebut semakin besar jika informasi pribadi digabungkan dengan data lain yang tersedia di internet atau basis data ilegal.
Reuters melaporkan sejumlah data yang diklaim bocor menunjukkan hubungan antara identitas pegawai dan pekerjaan sensitif mereka. Namun, belum ada kepastian mengenai keseluruhan cakupan kebocoran tersebut.
FBI terus mengusut kasus
Hingga kini, FBI masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan kompromi FBIJobs.gov. Biro juga bekerja sama dengan penyedia layanan terkait untuk menutup risiko keamanan yang mungkin masih terbuka.
Dengan demikian, beberapa informasi mengenai kebocoran tersebut masih berstatus klaim dari ShinyHunters. FBI belum mengonfirmasi jumlah pasti data yang dicuri maupun keseluruhan pegawai yang terdampak.
Kasus ini masih berkembang seiring penyidik FBI menelusuri sumber serangan dan memastikan jenis informasi yang benar-benar berhasil diakses. (aw*)









