FBI Kebobolan Data, ShinyHunters Klaim Curi Informasi Sensitif Ribuan Pegawai

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi logo FBI Biro Investigasi Federal AS. FBI turun tangan usut insiden penembakan di jamuan makan Gedung Putih yang dihariti Donald Trump.(SHUTTERSTOCK)

Ilustrasi logo FBI Biro Investigasi Federal AS. FBI turun tangan usut insiden penembakan di jamuan makan Gedung Putih yang dihariti Donald Trump.(SHUTTERSTOCK)

Washington DC, APGtimes.com – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) tengah menyelidiki dugaan peretasan terhadap portal perekrutan FBIJobs.gov yang diduga membocorkan informasi pribadi pegawai dan mantan pegawai FBI.

Kelompok peretas ShinyHunters mengklaim berada di balik serangan tersebut. Mereka menyebut telah mencuri data dalam jumlah besar dari sistem yang berkaitan dengan FBI. FBI mengonfirmasi bahwa pihaknya mengetahui adanya aktivitas siber tanpa izin pada portal tersebut dan langsung melakukan penyelidikan.

Data pegawai FBI diduga dicuri

Klaim ShinyHunters menjadi perhatian karena sampel data yang diberikan kelompok tersebut berisi informasi mengenai ribuan pegawai FBI.

Reuters melaporkan, salah satu sampel terdiri dari sekitar 5.000 baris data. Isinya antara lain nama, identitas pribadi, informasi kontak, serta penugasan pekerjaan sejumlah pegawai FBI. Beberapa data juga berkaitan dengan pekerjaan sensitif seperti kontraintelijen dan operasi terhadap jaringan kriminal.

ShinyHunters juga mengklaim memiliki data dalam jumlah jauh lebih besar. Kelompok itu menyebut telah menguasai sekitar 2 hingga 3 terabita data.

Namun, FBI belum mengonfirmasi jumlah tersebut. Biro masih menyelidiki seberapa luas akses yang diperoleh pelaku dan berapa banyak informasi yang benar-benar keluar dari sistem.

Rekam medis ikut disebut dalam klaim

Kasus ini semakin serius setelah Reuters melaporkan adanya dokumen yang diduga berisi informasi medis dan pemeriksaan kesehatan pegawai FBI.

Dokumen yang diperiksa mencakup informasi dari pemeriksaan kelayakan bekerja, evaluasi kesehatan mental, resep obat, hingga hasil pemeriksaan medis tertentu. Reuters menyatakan sebagian informasi dapat diverifikasi melalui sumber lain, tetapi tidak dapat memastikan keseluruhan dataset yang diklaim ShinyHunters.

Baca Juga :  Thailand Perketat Senjata Api Usai Penembakan Sekolah, Izin Pembelian Ditangguhkan

FBI sendiri belum mengonfirmasi secara terbuka seluruh isi data yang diklaim dicuri kelompok tersebut.

FBIJobs.gov menangani data pribadi pelamar

Portal FBIJobs.gov memang menangani informasi pribadi yang sensitif. Dokumen penilaian dampak privasi FBI menyebut sistem tersebut digunakan untuk proses perekrutan dan lamaran kerja.

Data yang tersimpan dapat mencakup nama, nomor Social Security, tanggal lahir, kewarganegaraan, jenis kelamin, serta informasi lain yang berkaitan dengan proses perekrutan.

Karena itu, dugaan kompromi terhadap portal tersebut berpotensi berdampak pada pegawai maupun pelamar kerja.

FBI belum memastikan titik masuk serangan

FBI menyatakan pada 23 September 2026 bahwa penyidik masih mencari sumber kompromi. Biro belum memastikan apakah pelaku masuk melalui sistem FBI atau melalui perusahaan pihak ketiga yang menyediakan layanan untuk FBIJobs.gov.

“Point of breach” juga masih dalam penyelidikan. FBI menyatakan bekerja sama dengan penyedia layanan terkait untuk mengurangi risiko yang muncul akibat insiden tersebut.

Sementara itu, portal perekrutan FBI sempat tidak dapat diakses setelah kelompok tersebut mengklaim serangan.

ShinyHunters mengaku sebagai pelaku

ShinyHunters menyatakan serangan tersebut berkaitan dengan peringatan FBI terhadap kelompok mereka. Sebelumnya, FBI mengeluarkan peringatan mengenai aktivitas ShinyHunters.

Baca Juga :  Kim Yo Jong Kritik ASEAN, Trump Tunda Serangan ke Iran hingga Usulan Dwi Kewarganegaraan Indonesia Jadi Sorotan

Kelompok tersebut sempat mengancam akan menggunakan data yang mereka klaim telah diperoleh. Namun, dalam perkembangan berikutnya, mereka mengatakan tidak bermaksud menyebarkan seluruh data secara terbuka.

Klaim tersebut tetap belum menghilangkan risiko. Data pegawai lembaga penegak hukum dapat memberikan informasi mengenai identitas, keluarga, kontak, hingga penugasan personel.

Risiko keamanan bagi agen dan keluarga

Kebocoran informasi pribadi pegawai FBI dapat menimbulkan risiko keamanan di luar lingkungan kerja.

Data seperti alamat rumah, nomor telepon, identitas keluarga, dan riwayat penugasan dapat membantu pihak tertentu mengidentifikasi personel. Risiko tersebut semakin besar jika informasi pribadi digabungkan dengan data lain yang tersedia di internet atau basis data ilegal.

Reuters melaporkan sejumlah data yang diklaim bocor menunjukkan hubungan antara identitas pegawai dan pekerjaan sensitif mereka. Namun, belum ada kepastian mengenai keseluruhan cakupan kebocoran tersebut.

FBI terus mengusut kasus

Hingga kini, FBI masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan kompromi FBIJobs.gov. Biro juga bekerja sama dengan penyedia layanan terkait untuk menutup risiko keamanan yang mungkin masih terbuka.

Dengan demikian, beberapa informasi mengenai kebocoran tersebut masih berstatus klaim dari ShinyHunters. FBI belum mengonfirmasi jumlah pasti data yang dicuri maupun keseluruhan pegawai yang terdampak.

Kasus ini masih berkembang seiring penyidik FBI menelusuri sumber serangan dan memastikan jenis informasi yang benar-benar berhasil diakses. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arab Saudi Gempur Houthi, Operasi Rebut Mokha Mengancam Jalur Strategis Bab El-Mandeb
Tabung Bakteri Pes Pecah di Rusia, Pekerja Laboratorium Meninggal
G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak, Pasokan Solar Jadi Prioritas
Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika NATO Blokade Kaliningrad
Biaya Izin Tinggal Permanen Jepang Naik 20 Kali Lipat Jadi Rp22,7 Juta
Kim Jong Un Disebut Berbobot 140 Kg, Intelijen Korsel Ungkap Kondisi Kesehatannya
Malaysia Pulangkan 1.476 Warga Myanmar, PBB Soroti Risiko Keamanan di Negara Asal
Enam Warga Singapura Didakwa Usai Aksi Dukung Penghapusan Hukuman Mati
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Tabung Bakteri Pes Pecah di Rusia, Pekerja Laboratorium Meninggal

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:09 WIB

G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak, Pasokan Solar Jadi Prioritas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika NATO Blokade Kaliningrad

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Biaya Izin Tinggal Permanen Jepang Naik 20 Kali Lipat Jadi Rp22,7 Juta

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Kim Jong Un Disebut Berbobot 140 Kg, Intelijen Korsel Ungkap Kondisi Kesehatannya

Berita Terbaru