Bangkok, APGtimes.com – Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menangguhkan penerbitan izin pembelian senjata api mulai Selasa (11/8/2026). Pemerintah Thailand juga akan meninjau kembali seluruh lisensi kepemilikan senjata yang sudah terbit.
Keputusan tersebut muncul beberapa hari setelah penembakan di sebuah sekolah menewaskan sejumlah orang. Insiden itu terjadi pada Jumat (7/8/2026) dan melibatkan seorang remaja berusia 14 tahun.
Thailand Perketat Pengawasan Senjata
Anutin meminta wakil perdana menteri yang menangani urusan hukum mempercepat penerapan undang-undang pengendalian senjata api yang baru.
Melalui aturan baru itu, pemerintah ingin memperketat pengawasan kepemilikan senjata. Selain itu, pemerintah menyiapkan hukuman lebih berat bagi pelanggar.
Polisi mendapat perintah menghentikan perpanjangan izin yang memungkinkan masyarakat membeli senjata api. Sementara itu, pemilik senjata terdaftar harus menyimpan senjata tersebut di rumah.
Anutin kembali menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh membawa senjata api ke tempat umum. Karena itu, pemerintah akan memperkuat pengawasan terhadap kepatuhan pemilik senjata.
Pemerintah Kaji Senjata Ilegal
Di sisi lain, pemerintah Thailand turut mengkaji kebijakan untuk menangani senjata ilegal. Salah satu opsi mengharuskan pemilik menyerahkan senjata ilegal kepada negara dalam jangka waktu tertentu.
Langkah tersebut muncul setelah penembakan massal terjadi di sebuah sekolah di luar Bangkok. Seorang siswa remaja menembak sejumlah orang sebelum mengakhiri hidupnya sendiri.
Dalam insiden itu, pelaku juga menembak kakek dan neneknya. Peristiwa tersebut menjadi salah satu penembakan massal terburuk di Thailand dalam hampir empat tahun terakhir.
Thailand Miliki Jutaan Senjata Sipil
Berdasarkan data Small Arms Survey 2017, warga sipil Thailand memiliki sekitar 10,3 juta senjata api.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 15 senjata untuk setiap 100 penduduk. Angka itu termasuk yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Selain memperketat izin senjata, pemerintah Thailand menyiapkan langkah pengamanan baru di sekolah. Menteri Pendidikan Thailand mengusulkan pemeriksaan terhadap setiap orang yang masuk ke lingkungan sekolah.
Selanjutnya, petugas akan memeriksa kemungkinan adanya benda ilegal dan senjata. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap keamanan sekolah meningkat dan risiko penembakan serupa dapat berkurang. (ys*)









