Serian, APGtimes.com – Kabut asap pekat menyelimuti Kota Serian, Malaysia. Asap dari kebakaran hutan di Indonesia bahkan masuk ke rumah-rumah warga.
Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat di kota yang berjarak sekitar 65 kilometer dari Kuching, Sarawak. Aktivitas di sejumlah pasar juga menurun drastis.
Air Terjun Ranchan yang biasanya ramai kini terlihat sepi. Hanya beberapa warga dan wisatawan yang datang ke lokasi tersebut.
Pendapatan Pedagang Durian Menurun
Kabut asap juga memukul pendapatan pedagang durian khas Serian. Salah satunya Siaw Thien Ha, 53, yang berjualan durian di pinggir jalan.
Siaw mengaku kesulitan mendapatkan setengah dari penghasilan akhir pekannya. Biasanya, ia bisa meraup sekitar 400 ringgit atau sekitar Rp 1,7 juta.
“Saya khawatir penghasilan saya akan terdampak. Namun, di musim durian ini, ada peluang untuk mendapatkan uang,” ujar Siaw kepada AFP, dikutip Minggu (6/9/2026).
Karena itu, Siaw tetap membawa durian ke pinggir jalan untuk dijual. Ia membutuhkan penghasilan tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Hujan Turunkan Polusi Udara
Hujan sempat turun di Serian pada Jumat (4/9/2026) malam dan Sabtu (5/9/2026) pagi. Operasi penyemaian awan turut membantu menurunkan Indeks Pencemar Udara (API) menjadi 219.
Meski demikian, pemerintah tetap memberlakukan status darurat di wilayah tersebut. Kondisi ini juga berdampak pada kegiatan belajar mengajar.
Sekitar 647 sekolah di distrik Serian harus menghentikan kegiatan belajar. Penutupan tersebut berlaku setidaknya hingga akhir pekan.
Kabut Asap Ganggu Sekolah
Suster Irmina Peter, 64, guru di Sekolah Dasar Swasta St Joseph di Kuching, khawatir kondisi tersebut berlangsung lama. Ia juga mengantisipasi meluasnya dampak kabut asap ke wilayah lain di Sarawak.
“Kami tidak ingin sekolah mengalami situasi seperti saat karantina wilayah Covid-19. Saat itu, kami tidak bisa berbuat banyak,” kata Suster Peter kepada AFP.
Ia mengatakan kondisi tersebut membuat warga kesulitan menjalankan rutinitas. Anak-anak juga tidak dapat mengikuti kegiatan sekolah seperti biasanya.
Warga Khawatir Dampak Kesehatan
Kabut asap juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan warga. Kualitas udara yang memburuk memicu gangguan pernapasan di sejumlah wilayah Sarawak.
Warga pun mulai membatasi aktivitas di luar rumah. Mereka juga mengurangi durasi perjalanan untuk menghindari paparan asap yang lebih parah.
Kondisi ini menunjukkan dampak kebakaran hutan di Indonesia tidak hanya terasa di dalam negeri. Kabut asap juga mengganggu aktivitas masyarakat di negara tetangga, termasuk Malaysia. (de*)









