Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabut asap menyelimuti kawasan sekitar Gedung Dewan Undangan Negeri Sarawak di Kuching, ibu kota Negara Bagian Sarawak, Malaysia, pada 1 September 2026. Kualitas udara di Sarawak memburuk akibat asap dari kebakaran hutan di Indonesia, yang turut memicu gangguan pernapasan dan membuat warga menggunakan masker pelindung. (AFP)

Kabut asap menyelimuti kawasan sekitar Gedung Dewan Undangan Negeri Sarawak di Kuching, ibu kota Negara Bagian Sarawak, Malaysia, pada 1 September 2026. Kualitas udara di Sarawak memburuk akibat asap dari kebakaran hutan di Indonesia, yang turut memicu gangguan pernapasan dan membuat warga menggunakan masker pelindung. (AFP)

Serian, APGtimes.com – Kabut asap pekat menyelimuti Kota Serian, Malaysia. Asap dari kebakaran hutan di Indonesia bahkan masuk ke rumah-rumah warga.

Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat di kota yang berjarak sekitar 65 kilometer dari Kuching, Sarawak. Aktivitas di sejumlah pasar juga menurun drastis.

Air Terjun Ranchan yang biasanya ramai kini terlihat sepi. Hanya beberapa warga dan wisatawan yang datang ke lokasi tersebut.

Pendapatan Pedagang Durian Menurun

Kabut asap juga memukul pendapatan pedagang durian khas Serian. Salah satunya Siaw Thien Ha, 53, yang berjualan durian di pinggir jalan.

Siaw mengaku kesulitan mendapatkan setengah dari penghasilan akhir pekannya. Biasanya, ia bisa meraup sekitar 400 ringgit atau sekitar Rp 1,7 juta.

“Saya khawatir penghasilan saya akan terdampak. Namun, di musim durian ini, ada peluang untuk mendapatkan uang,” ujar Siaw kepada AFP, dikutip Minggu (6/9/2026).

Baca Juga :  Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS

Karena itu, Siaw tetap membawa durian ke pinggir jalan untuk dijual. Ia membutuhkan penghasilan tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Hujan Turunkan Polusi Udara

Hujan sempat turun di Serian pada Jumat (4/9/2026) malam dan Sabtu (5/9/2026) pagi. Operasi penyemaian awan turut membantu menurunkan Indeks Pencemar Udara (API) menjadi 219.

Meski demikian, pemerintah tetap memberlakukan status darurat di wilayah tersebut. Kondisi ini juga berdampak pada kegiatan belajar mengajar.

Sekitar 647 sekolah di distrik Serian harus menghentikan kegiatan belajar. Penutupan tersebut berlaku setidaknya hingga akhir pekan.

Kabut Asap Ganggu Sekolah

Suster Irmina Peter, 64, guru di Sekolah Dasar Swasta St Joseph di Kuching, khawatir kondisi tersebut berlangsung lama. Ia juga mengantisipasi meluasnya dampak kabut asap ke wilayah lain di Sarawak.

Baca Juga :  Kapal Bawa 3 WNI Diserang Drone di Yaman, 1 Dikabarkan Meninggal

“Kami tidak ingin sekolah mengalami situasi seperti saat karantina wilayah Covid-19. Saat itu, kami tidak bisa berbuat banyak,” kata Suster Peter kepada AFP.

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat warga kesulitan menjalankan rutinitas. Anak-anak juga tidak dapat mengikuti kegiatan sekolah seperti biasanya.

Warga Khawatir Dampak Kesehatan

Kabut asap juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan warga. Kualitas udara yang memburuk memicu gangguan pernapasan di sejumlah wilayah Sarawak.

Warga pun mulai membatasi aktivitas di luar rumah. Mereka juga mengurangi durasi perjalanan untuk menghindari paparan asap yang lebih parah.

Kondisi ini menunjukkan dampak kebakaran hutan di Indonesia tidak hanya terasa di dalam negeri. Kabut asap juga mengganggu aktivitas masyarakat di negara tetangga, termasuk Malaysia. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target
Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot
Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi
Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral
Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia
Macron Tegaskan Sikap Tegas Usai Demo Ricuh di Prancis, Pelaku Penjarahan Bakal Ditindak
Demo Ricuh di Perancis dan Italia, Kemlu Imbau WNI Waspadai Situasi Keamanan
Putin Setujui Usulan Perombakan Kabinet Rusia, Menteri Keuangan Diusulkan Jadi Wakil PM
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Meta Terancam Denda Rp 450 Triliun, Kasus Cambridge Analytica Kembali Disorot

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemilu Israel 2026 Memanas, Partai Arab Berpeluang Jadi Penentu Koalisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Kim Jong Un Muncul di Pyongyang Setelah Rumor Kematian dan Koma Viral

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Malaysia Desak Undang-Undang Khusus untuk Atasi Kabut Asap dari Indonesia

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Macron Tegaskan Sikap Tegas Usai Demo Ricuh di Prancis, Pelaku Penjarahan Bakal Ditindak

Berita Terbaru