Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, PM2.5 Tembus 493,9 dan Warga Kesulitan Bernapas

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti kota Palembang, Sumatera Selatan. Bahkan, kualitas udara di Palembang pun kini berada di level berbahaya, Kamis (17/9/2026).(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti kota Palembang, Sumatera Selatan. Bahkan, kualitas udara di Palembang pun kini berada di level berbahaya, Kamis (17/9/2026).(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Palembang, APGtimes.com – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (17/9/2026).

Kondisi tersebut membuat kualitas udara Palembang masuk kategori berbahaya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 493,9 mikrometer pada pukul 02.00 WIB.

Angka tersebut masih berada pada level tinggi hingga pagi hari. Pada pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat 272,2 mikrometer.

Jarak Pandang Hanya 400 Meter

Kabut asap menutup hampir seluruh ruas jalan di Kota Palembang. Kondisi itu juga mengurangi jarak pandang hingga sekitar 400 meter.

Warga yang harus beraktivitas di luar rumah tetap menghadapi kondisi tersebut. Asap bahkan masih terasa hingga pagi ketika biasanya mulai menipis.

Baca Juga :  Tokoh Adat Enam Luhah Siapkan Gelar Kehormatan untuk Wali Kota Alfin, Kenduri Sko Jadi Momen Bersejarah

“Pagi ini parah sekali, biasanya pukul 09.00 WIB asap sudah mereda. Tapi sekarang asap masih banyak sekali dan makin pekat,” kata Alwi, warga Palembang.

Alwi tetap berangkat bekerja meski harus menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer. Ia menggunakan sepeda motor dan mengenakan masker selama perjalanan.

Namun, masker tidak sepenuhnya menghilangkan bau asap. Ia juga mengeluhkan mata yang terasa perih.

Asap Masuk ke Dalam Rumah

Kabut asap tidak hanya mengganggu warga yang beraktivitas di luar rumah. Asap juga masuk ke sejumlah rumah warga meski mereka sudah berupaya menutup ventilasi.

Eni (32), salah satu warga, mengaku mengalami sesak napas pada tengah malam. Ia bahkan sudah menutup ventilasi rumah menggunakan plastik dan menyalakan pendingin ruangan.

Baca Juga :  Kemenkes Ungkap Dampak Kabut Asap Karhutla, Bisa Picu Stres hingga Gangguan Pernapasan

“Seluruh ventilasi rumah padahal sudah ditutupi pakai plastik dan AC dihidupkan. Tapi malam tadi asap tetap masuk,” ungkap Eni.

Kondisi tersebut membuat Eni mengalami gangguan pernapasan. Dua anaknya yang masih bayi juga ikut terdampak karena asap membuat mereka rewel dan sulit tidur.

Warga Khawatir Kabut Asap Berlanjut

Kabut asap yang bertahan hingga pagi membuat aktivitas warga semakin terganggu. Selain mengurangi jarak pandang, asap juga menimbulkan keluhan kesehatan bagi sebagian warga.

Eni berharap kondisi tersebut segera membaik sehingga keluarganya dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman.

“Anak saya rewel dari semalam susah tidur karena asap ini. Sampai kapan kami harus seperti ini terus,” ucapnya. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanggul Sungai Lae Soeraya Jebol, Banjir Rendam Dua Desa di Aceh Selatan dan Paksa 112 Warga Mengungsi
Suahasil Ingatkan Pramono soal Obligasi DKI Rp5,6 Triliun, Bunga Surat Utang Sedang Naik
Rawa Way Kambas Mengering, Induk Harimau Sumatera dan 3 Anaknya Terekam Cari Air
Alfin Lepas 41 Kafilah MTQ Sungai Penuh, Target Tiga Besar Provinsi Jambi
Viral Gajah Sumatera Susuri Hutan Bekas Kebakaran di Way Kambas, Begini Kondisinya
Tanggul Rp 1,59 Miliar Dibangun di Pasar Nagari Lasi, Ini Progres Terbarunya
Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta
Terungkap 3 Masalah Biro Umrah di Jambi, Jemaah Hadapi Penundaan hingga Biaya Tambahano
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Suahasil Ingatkan Pramono soal Obligasi DKI Rp5,6 Triliun, Bunga Surat Utang Sedang Naik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rawa Way Kambas Mengering, Induk Harimau Sumatera dan 3 Anaknya Terekam Cari Air

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Alfin Lepas 41 Kafilah MTQ Sungai Penuh, Target Tiga Besar Provinsi Jambi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Viral Gajah Sumatera Susuri Hutan Bekas Kebakaran di Way Kambas, Begini Kondisinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Tanggul Rp 1,59 Miliar Dibangun di Pasar Nagari Lasi, Ini Progres Terbarunya

Berita Terbaru

Salah satu dapur MBG

Ekonomi & Bisnis

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:04 WIB